Harga Karet Tembus Rp. 19 Ribu per Kg

Para petani karet di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) saat ini sepertinya dapat tersenyum. Pasalnya, harga karet di Pasar Simangambat, Kecamatan Siabu, Jumat (4/2), menembus Rp19 ribu per kilogram (kg).

Muhammad Ikhwan Nasution (40), warga Kelurahan Simangambat saat ditemui METRO usai menjual karetnya menuturkan, sejak beberapa pekan terakhir ini, harga karet yang dijualnya di Simangambat terus mengalami kenaikan. Dijelaskannya, dua pekan lalu ketika dia menjual karet, harganya masih sekitar Rp17 ribu per kilogram. Kemudian, Jumat pekan lalu, harganya naik menjadi Rp18 ribu, bahkan ada yang menjual Rp18.500 per kg. “Hari ini saya lihat harganya naik lagi menjadi Rp19 ribu per kilogram, dan ada yang menjual Rp20 ribu per kg. Itu tergantung kualitas karetnya,” ungkap Nasution. Menurutnya, harga karet saat ini merupakan harga tertinggi sejak setahun terakhir. Sebab setahun lalu, harga karet pernah anjlok sampai Rp4 ribu per kg. Diakui Nasution, kenaikan harga karet tersebut sebenarnya tidak sebanding dengan harga kebutuhan pokok yang melambung.

“Kalau menurut saya harga karet di kisaran Rp20 ribu per kg bukan harga yang terlalu tinggi. Sebab seluruh kebutuhan pokok juga harganya juga mahal. Semisal harga beras yang masih di atas Rp30 ribu per suat atau tabung (4 liter) atau Rp7.500 per kg. Bahkan, harganya masih di atasnya lagi. Belum lagi dilihat harga kebutuhan lainnya seperti cabai merah yang mencapai Rp50 ribu per kg,” terangnya.

Baca Juga :  Tidak Lagi Ditemukan Ayam Mati Mendadak di Batang Angkota

Sementara itu Bahri (33), seorang pengumpul karet di Pasar Simangambat mengatakan, harga karet tidak sama dengan harga di daerah lainnya. Harga karet sesuai dengan mutu getah karetnya. Dicontohkannya, harga karet di Panyabungan Timur biasanya lebih rendah dari harga karet di Simangambat. “Hal yang membedakan adalah kepadatan dan kekeringan karet itu, dan ada juga di sejumlah daerah yang hasil getah karetnya tidak bersih seperti bercampur dengan daun-daun atau lainnya. Sehingga kalkulasinya bisa dikurangi dari kepadatannya,” ucapnya.

Ismail Nasution, pemiliki kebun karet di Desa Tanjung, Kecamatan Panyabungan Timur mengatakan, harga karet di Panyabungan Timur hanya sebesar Rp13,5 ribu per kg. “Hari kamis kemarin saya menjual karet dengan harga Rp13,5 ribu per kg, begitu juga dengan pekan lalu,” ujar Ismail. Diutarakannya, harga karet di Panyabungan Timur berbeda dengan harga karet di Siabu. Menurutnya, perbedaan harga ini disebabkan oleh kualitas karetnya.

“Kalau di Siabu, saya lihat getah karet yang dijual bentuknya sangat kering dan padat. Sedangkan di Panyabungan Timur, karet kita simpan seminggu, hasilnya tak seperti keringnya karet di Siabu,” terang Ismail mengakhiri. (wan)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Rekomendasi DPR Soal Kisruh PSSI

1 Komentar

  1. Kalau harga beras kita misalkan sebelum sekarang satu tabung Rp. 10.000, dan harga karet 1 Kg Rp. 5.000,- dan Sekarang harga beras 1 tabung Rp. 30.000.- dan harga karet 1 Rp. 15.000.- maka Kenaikan NILAI Real sepertinya sama dengan Rp. 0 (nol) atau secara Nilai tidak ada kenaikan yang dirasakan masyarakat. Secara Angka bisa dikatakan naik 3 kali lipat…. tapi nilai ril kenaikantersebut tidak ada sama sekali, bahkan akan bisa mempersulit masyarakat itu sendiri nanti saat harga Karet turun 2 kali lipat sedangkan harga Beras turun dibawah dua kali…. bahasa mereka mengatakan Inflasi kali ya ……..

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*