Harga Sawit di Paluta Masih Bertahan

(Analisa/tohong p harahap) JUAL: Marhot Rambe (35) petani sawit asal Desa Sidingkat, Kecamatan Padang Bolak hendak menjual buah kelapa sawitnya, Minggu (6/7).

Paluta, Harga tandan buah sawit (TBS) yang masih bertahan di harga Rp 1.470 perkilogram dimana harga minggu lalu juga masih bertahan dengan harga yang sama.

Pantauan wartawan, Minggu (6/7) di RAM ZS Desa Sigama, Kecamatan Padang Bolak terlihat jelas bahwa di papan pengumuman yang dipajang oleh pihak RAM untuk harga TBS masih bertahan di kisaran Rp1.470 per kilogram.

Marhot Rambe (35) petani sawit asal Desa Sidingkat, Kecamatan Padang Bolak mengatakan  jelang pelaksanaan pilpres, harga buah kelapa sawit masih sama dengan harga minggu lalu yaitu Rp1.470 perkilogram.

“Jelang pilpres harga buah kelapa sawit masih sama dengan harga minggu lalu, tidak ada perubahan,” ujarnya.

Lanjutnya, sebagai petani dirinya tidak mengetahui secara pasti apa yang menjadi penyebab naiknya maupun turunnya harga buah kelapa sawit di Paluta sebab katanya kenaikan maupun penurunan harga bukanlah kewenangannya para petani, namun dirinya mengaku sangat ingin mengetahui apa yang menjadi faktor penyebab utama kenaikan maupun penurunan harga buah kelapa sawit itu bisa terjadi.

“Penyebabnya kita memang tidak tahu, terkadang sebagai petani kita penasaran kenapa bisa harga buah kelapa sawit itu bisa naik dan bisa turun,” tambahnya.  Senada dikatakan Marahalim Siregar (42) petani sawit asal daerah Partimbakoan, Kecamatan Padang Bolak.

Baca Juga :  Pendidikan di Tapsel Perlu Pembenahan Dengan Pemerataan Guru

Diakuinya harga TBS untuk didaerahnya dari minggu ke minggu memang selalu mengalami perubahan. Misalnya katanya untuk bulan lalu harga buah kelapa sawit Rp 1.600 perkilogram namun untuk minggu ini hanya Rp1.470 per kilogramnya dan bahkan untuk minggu depan harga buah kelapa sawitpun bisa naik dan bisa turun. “Harga buah kelapa sawit tak bisa diprediksi, kadang naik dan kadang turun,” akunya.

Dirinya berharap semoga kedepannya usai pelaksanaan pilpres ini akan membawa dampak positif bagi perkembangan harga buah kelapa sawit serta ia juga sangat berharap agar nantinya siapapun presiden yang terpilih agar dapat memperjuangkan nasib para petani kelapa sawit.

“Semoga saja harga buah kelapa sawit tidak turun lagi dan berharap agar presiden yang nantinya terpilih bisa memperjuangkan nasib petani kelapa sawit,” pungkasnya. (ong)/(Analisa).

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*