Harga Sawit dan Karet Turun, Petani di Padang Lawas Terpukul

Harga sawit dan getah karet di Kabupaten Padang Lawas (Palas) mengalami penurunan sejak sepekan ini. Turunnya harga kedua komoditas pertanian ini membuat petani terpukul. Apalagi saat ini sedang memasuki tahun ajaran (TA) baru anak sekolah yang tentu saja banyak memerlukan biaya.

Hotdan Hasibuan (40), toke sawit dan karet di Kecamatan Barumun Tengah (Barteng), Kabupaten Palas menuturkan, harga karet turun menjadi Rp9 ribu dari sebelumnya Rp11 ribu per kilogram. Sedangkan harga sawit turun menjadi Rp800 dari Rp1.200 per kilogram.

“Harga sawit dan karet mengalami penurunan. Itu memang merata secara global. Padahal saat ini musim sawit lagi dangau (berbuah sedikit, red) atau hasil panennya turun. Petani pasti terpukul,” kata Hotdan kepada METRO, Minggu (4/7).

Sementara itu, Mahmuddin (30), petani di wilayah Gading Kecamatan Barteng mengaku sangat terpukul dengan turunnya harga penghasilan pokok masyarakat tersebut. Apalagi saat ini sedang memasuki tahun ajaran baru sekolah.

“Saat ini banyak butuh dana termasuk peralatan anak-anak sekolah seperti pakaian seragam dan lainnya. Kita sebenarnya tidak mengira harga sawit dan karet turun lagi. Sebab tiga pekan lalu kita sudah gembira sekali dengan beranjak naiknya harga sawit dan karet,” terangnya.

Penggiat ekonomi Kabupaten Palas, Abdullah P Siregar SE mengharapkan kepada pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan Palas agar melakukan cek ke pasar-pasar untuk mengetahui harga standar baru secara nasional. Sehingga ada harga yang sehat di pasaran di tingkat petani.

Baca Juga :  Mantan Juara Tinju Inggris Tewas

“Karena kita khawatir harga komoditas pertanian tersebut tidak stabil dengan harga di pasaran dengan ulah pelaku modal yang mencari keuntungan di atas penderitaan petani. Harga pabrik harus ada keterbukaan kepada pasar sehingga harga sehat di pasaran dan menguntungkan petani,” terangnya.

Sumber: http://metrosiantar.com/Metro_Tabagsel/Harga_Sawit_Karet_Turun_Petani_Terpukul

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*