Hari Anak Nasional 2010 – Anak Nias Pemimpin Masa Depan

Kegiatan memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2010 di Nias ditandai dengan beragam kegiatan. Tidak hanya kegiatan pameran yang melibatkan anak-anak sebagai upaya pemenuhan hak anak, tetapi juga lewat Lokakarya ”Anak Nias Pemimpin Masa Depan”.

Wahana Visi Indonesia, lewat Area Development Program Nias, yang bekerja sama dengan World Vision Indonesia menginisiasi lokakarya ini dalam rangka peringatan HAN 2010 di Nias, yang akan dilaksanakan pada Kamis-Jumat (22-23/7) di STT Sundermann, Gunung Sitoli, Nias.

Hari Anak Nasional sepatutnya digunakan sebagai momentum untuk mengingatkan semua komponen masyarakat akan pentingnya pemenuhan hak anak-anak Indonesia akan pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan, dan perlindungan anak. Untuk wilayah Nias, gizi buruk dan tingginya anak putus sekolah bukan hal yang sulit ditemui dalam keseharian di kepulauan ini. Oleh sebab itu tekad Pemerintah Indonesia untuk memenuhi hak anak yang diwujudkan dengan meratifikasi Konvensi Hak Anak pada tahun 1990, harus direspons secara positif oleh semua pemangku kepentingan yang punya kepedulian terhadap upaya pemenuhan hak anak, khususnya di wilayah Nias.

Lokakarya yang diprakarsai oleh Wahana Visi Indonesia yang sudah melayani masyarakat Nias sejak tahun sejak 2007 melalui Program ADP, bermaksud mengungkap fakta dan keadaan Nias yang memberi dampak terhadap kehidupan anak-anak di wilayah ini, serta menggaungkan kepada masyarakat bahwa dengan segala keterbatasannya, anak-anak Nias sebagai generasi penerus bangsa adalah calon-calon pemimpin masa depan. Asalkan semua pemangku kepentingan berupaya memenuhi hak-hak anak untuk memperoleh pendidikan, kesehatan gizi, pengasuhan, dan perlindungan yang diperlukan.

Baca Juga :  Aceh dan Sumut Masih Terancam Krisis Listrik

“Banyak anak-anak di Nias yang tidak dapat bersekolah, tidak mendapatkan asupan gizi yang memadai, tidak mendapatkan perlakuan yang baik sebagai seorang anak, harus bekerja di usianya yang masih kecil dan hidup di lingkungan yang tidak sehat.” ujar Portunatas Tamba, Manager Area Development Program Wahana Visi Indonesia di Nias. “Oleh sebab itu, lewat Lokakarya Anak Nias Pemimpin Masa Depan secara bersama kita melihat dan menemukan solusi, apa permasalahan di wilayah ini, yang menghambat upaya pemenuhan hak anak, sehingga anak Nias berpeluang menjadi pemimpin masa depan,” lanjut Portunatas.

Sekitar 1,200 anak di Nias tidak dapat melanjutkan pendidikannya ke jenjang SLTP karena berbagai macam alasan seperti bekerja membantu orang tua, menjaga adik di rumah, ataupun tidak mendapat akses pendidikan. Belum lagi akses terhadap layanan kesehatan yang sulit dijangkau sehingga tingkat kematian bayi dan anak sangat tinggi (kematian bayi tahun 2004, 41,0 per1000 kelahiran hidup dan kematian balita tahun 2004 68,7 per 1000 kelahiran hidup) dan menderita gizi buruk.

Wahana Visi Indonesia adalah mitra pelayanan World Vision Indonesia sebuah lembaga kemanusiaan Kristen internasional yang bekerja untuk menciptakan perubahan pada kehidupan anak-anak, keluarga dan masyarakat yang hidup dalam kemiskinan. World Vision melayani semua orang tanpa membedakan agama, ras, suku atau jender. Dalam skala global, World Vision melayani di 98 negara dan mendukung lebih dari 100 juta orang dan 3,4 juta anak dampingan.

Baca Juga :  Sembilan Perampok Bank CIMB Niaga Medan Ditangkap, Tiga Ditembak Mati

Sumber: http://batakpos-online.com/content/view/15691/42/

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*