Hari Antikorupsi di Indonesia Cuma Seremoni

Donna Agnesia dan Darius Sinathrya sepakat jika hari antikorupsi di Indonesia tidak ada makna di balik perayaannya. Pasalnya, komitmen pemimpin negeri membuat rakyat semakin prihatin.

Darius Sinathrya dan Donna Agnesia. (Foto: okezone)

“Aku pikir adanya hari antikorupsi sedunia itu hanya seremoni saja, sejauh ini di Indonesia. Situasinya di negara seperti ini, kapan akan bebas dari korupsi,” kritik Donna saat berbincang dengan Okezone di Phillips Building, Warung Buncit, Jakarta Selatan, Kamis (9/12/2010).

Dia mengatakan, perayaan dengan situasi negeri ini menjadi cermin keprihatinan bangsa. Apalagi setiap tahun selalu diperingati, tetapi masih banyak saja kasus-kasus korupsi yang tidak tuntas diselesaikan.

“Sepertinya enggak ada makna di baliknya. Komitmen pengasa di dalamnya sama saja,” ketus Darius.

Donna menambahkan, melihat sikap pemerintah yang tidak tegas membuatnya, sebagai salah satu rakyat Indonesia, jadi masa bodoh dengan kondisi negeri. “Yang penting bisa makan,” tegasnya.

Namun Donna tetap berharap, semoga kasus korupsi segera diselesaikan secara tuntas. “Hukumnya berjalan dengan benar. Kembalikan uang rakyat yang dikorupsi ke rakyat,” tandasnya. (okezone.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*