Hari Kedua Banjir Tantom, Bantuan Mulai Berdatangan

www.liputan6.com

Tapanuli: Hari kedua pascabanjir di Desa Tantom, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara, Senin (5/4), bantuan mulai berdatangan. Kepala desa setempat langsung membagikan beras, mie instan, dan air mineral pada korban banjir. Sementara itu terdapat beberapa warga yang terus membersihkan lumpur dan sampah di sekitar pekarangan rumah.

Sekretaris Daerah Kabupaten Tapanuli Selatan, Ibrahim mengatakan masih meninjau perbukitan di atas pemukiman warga. Sejauh ini, usulan renovasi masih dalam tahap pembahasan.

Banjir bandang ini merupakan kali pertama yang terjadi di Desa Tantom. Selain karena guyuran hujan, struktur tanah perbukitan yang labil juga menjadi salah satu penyebab. Banjir juga terjadi di kabupaten lain seperti Mandailing Natal

Pemprov Sumut Kirim Tim Bantuan Ke Tapsel

www.beritasore.com

Medan ( Berita ) :  Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengirimkan tim bantuan dari Satuan Koordinasi Pelaksana (Sarkorlak) Badan Penanggulangan Bencana (BPB) untuk menangani banjir bandang di empat desa di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel).

Usai rapat muspida di Medan, Senin [05/04] , Gubernur Sumut Syamsul Arifin mengatakan, tim itu dikrim untuk mengetahui tingkat kerusakan yang ditimbulkan banjir bandang yang dilaporkan menewaskan tiga penduduk dan memporakporandakan puluhan rumah.

Selain itu, tim Satkorlak BPB Sumut tersebut juga memantau kemungkinan untuk pemberian bantuan yang dibutuhkan warga Tapsel yang menjadi korban banjir.

Namun untuk sementara waktu, pihaknya telah menginstruksikan Pemkab Tapsel untuk memberikan bantuan awal terhadap korban banjir tersebut.

Sekeretaris Daerah Sumut RE Nainggolan mengatakan, tim yang dipimpin Ketua Satkorlak BPB Sumut Salamuddin Daulay itu akan berkoordinasi dengan tim yang ada di Tapsel.

Dari koordinasi itu akan diketahui jenis bantuan apa yang dibutuhkan dari Pemprov Sumut.

Disebabkan masih melakukan pendataan, pihaknya belum dapat mengetahui tingkat kerusakan dan jumlah kerugian materil akibat banjir bandang tersebut.

“Namun dari informasi terakhir, ada tiga korban yang tewas,” kata RE Nainggolan.

Pangdam I Bukit Barisan Mayjen TNI M. Noer Muis menyatakan pihaknya juga mengirimkan tim untuk membantu penanganan banjar bandang di Tapsel tersebut. “Bantuan itu otomatis. Begitu dapat informasi langsung menurunkan personel,” kata Pangdam.

Pangdam mengatakan, bantuan bencana alam seperti banjir bandang di Tapsel itu sudah menjadi prioritas bagi TNI khususnya Kodam I Bukit Barisan. Untuk lebih mudah memberikan bantuan itu, pihaknya telah menginstruksikan Kodim 0212/Tapsel yang bermarkas di Padang Sidempuan untuk segera memberikan bantuan. “Itu sudah menjadi kewenangan komandan satuan wilayah setempat untuk memberikan bantuan,” kata mantan Pangdam XVI/ Pattimura tersebut.

Sebelumnya, empat desa di Kecamatan Sayur Matinggi, Tapsel, Sumut yakni Desa Aek Unciam, Desa Tanjung Medan, Desa Aek Parupuk dan Desa Panindoan dilanda banjir bandang, Sabtu  malam (3/4).

Selain menghanyutkan dan menghancurkan puluhan rumah, musibah banjir bandang itu itu juga menyebabkan tiga warga meninggal dunia yakni Ompu Eko Sitompul (75) warga Desa Tanjung Medan, Ardiman Mendrofa (25) dan Henri Susanto (15) warga Desa Aek Unciam.

Alat Berat Bersihkan Kayu-Kayu

Sejumlah alat-alat berat telah dikerahkan membersihkan puluhan rumah warga yang rusak akibat dilanda banjir bandang, Sabtu  malam (3/4) di empat desa, Kecamatan Sayur Matinggi, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara.

“Keempat desa yang dilanda banjir bandang itu, yakni Desa Aek Unciam, Desa Tanjung Medan, Desa Aek Parupuk dan Desa Panindoan,” kata Kepala Bagian (Kabag) Humas Pemkab Tapsel, Isnud Siregar ketika dihubungi ANTARA dari Medan, Senin.

Peristiwa banjir bandang di Tapsel itu, menewaskan tiga warga, tujuh rumah hanyut dan puluhan rumah rusak berat dan ringan. Namun kerugian akibat bencana tersebut masih dalam pendataan.

Sedangkan, tiga warga yang tewas dilaporkan masing-masing Ompu Eko Sitompul (75) warga Desa Tanjung Medan, Ardiman Mendrofa (25) dan Henri Susanto (15) warga Desa Aek Unciam.

Sebelum kejadian itu, pada siang harinya hujan turun sangat lebat, mengakibatkan sungai kecil yang ada di Desa Tanjung Medan dan Desa Parupuk meluap, sehingga air disertai batu dan kayu-kayu besar menerjang rumah warga yang ada di pinggiran sungai.

Kecamatan Suyur Matinggi itu, sekitar 543 km arah barat Kota Medan dan banjir bandang tersebut berlangsung cukup cepat hanya beberapa menit saja.

Petugas PU dari Pemkab Tapsel menggunakan alat-alat berat  dikerahkan berusaha membersihkan rumah-rumah warga yang tertimbun kayu yang juga berserakan di tengah jalan.

Pada kejadian hari pertama banjir bandang itu, masyarakat hanya menggunakan tangan untuk mengangkat puing-puing kayu yang berserakan dan begitu juga tanah lumpur yang masuk ke rumah warga.

Namun saat ini, menurut Siregar, pembersihan rumah dan bangunan yang dihantam banjir itu, menggunakan berupa alata-alat berat milik Pemkab Tapsel.

“Pemkab Tapsel, cukup tanggap untuk mengatasi setelah terjadinya banjir bandang itu. Warga yang kehilangan tempat tinggal untuk sementara ditampung di masjid, sekolah dan sebagian tinggal di rumah keluarga,” ujar Siregar.

Mengenai penyebab banjir bandang itu, Siregar belum mengetahui penyebabnya, saat ini masih dilakukan penyelidikan oleh petugas yang berkompeten.

“Petugas Pemkab Tapsel sampai saat ini masih bekerja mendata jumlah kerugian akibat banjir, rumah yang hanyut, rusak berat dan rusak ringan, begitu jiga korban jiwa kemungkinan masih ada yang tertimbun,” kata Siregar. ( ant)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*