Hari Ketiga UN di Paluta, Soal Matematika Paling Sulit

www.metrosiantar.com

article marketing question mark 300x300 Hari Ketiga UN di Paluta, Soal Matematika Paling Sulit PALUTA-METRO; Hari ketiga pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat SMA sederajat, beberapa peserta ujian di Kabupaten Padanglawas Utara (Paluta), mengaku kewalahan menjawab soal Matematika. Ujian Matematika paling sulit karena prediksi soal-soal selama try out banyak yang meleset.

“Soal ujian Matematika sangat sulit karena soal-soal yang dikerjakan selama try out banyak yang meleset atau tidak sama dengan saat UN Matematika,” keluh Sarman, salah seorang siswa jurusan IPA SMAN 1 Padang Bolak kepada METRO, Rabu (24/3).

Senada diungkapkan Fatima, siswa jurusan IPA. Diutarakannya, saat UN pada hari pertama dan kedua, dirinya tidak mengalami kesulitan untuk menjawab soal. Namun dirinya cukup kewalahan ketika mengerjakan ujian Matematika pada hari ke-3 UN.

“Soal UN paling sulit kali ini menurut saya adalah Matematika. Sulitnya minta ampun, rasanya waktu dua jam itu nggak cukup. Dari 40 soal, hanya 20 persen saja soal yang pernah diujikan pada masa try out,” ungkapnya.

Berbeda halnya dengan Sumiyati, peserta UN dari SMKN I Kota Padangsidimpuan (Psp). Kepada METRO, Sumiyati mengungkapkan soal Matematika di hari ketiga UN relatif lebih mudah dibandingkan mata pelajaran Bahasa Inggris di hari kedua. Namun, jika dibandingkan mata pelajaran Bahasa Indonesia, soal Matematikan jauh lebih sulit, karena menghitung. “Soal Matematika lebih sulit dibandingkan Bahasa Indonesia. Tapi lebih sulit lagi soal Bahasa Inggris khususnya soal listening. Soal Matematika banyak yang sudah kita pelajari waktu les tambahan, jadi kami optimis hasilnya baik. Mudah-mudahan saja,” harapnya.

Sementara itu Plt Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Paluta Drs Hazairin Hasibuan kepada METRO, Rabu (24/3) mengatakan, hari ketiga pelaksanaan UN SMA sederajat di Kabupaten Paluta berjalan sukses.

“Hari ketiga UN di Paluta, pelaksanaan UN tidak ada hambatan, semua peserta UN hadir semua. Pengawasan UN di berbagai sekolah berlangsung ekstra ketat, baik oleh tim independen serta pengamanan dari aparat kepolisian,” ujarnya.

Baca Juga :  Objek Wisata Madina Masih Telantar

Siswa Diimbau

Datang Lebih Awal

Sementara itu Kepala SMK Muhammadiyah 14 di Keluarahan Siabu Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Muhammad Haris SPd mengatakan untuk mencegah keterlambatan peserta UN di sekolahnya para siswa diimbau untuk datang lebih awal sebelum pelaksanaan UN dimulai pada pukul 08.00 WIB.

“Sebelumnya kami sudah menyarankan seluruh siswa untuk datang lebih awal dan jangan ada yang terlambat karena jika ada siswa terlambat bisa merusak konsentrasi peserta UN yang lain. Alhamdulillah hingga hari ketiga ini, seluruh siswa peserta ujian tidak ada yang datang terlambat. Semuanya datang sebelum pukul 07.00 WIB,” ujar Haris kepada METRO, Rabu (23/3)..

Pantauan METRO di SMA 1 Siabu Kecamatan Siabu, proses pelaksanaan UN di sekolah tersebut diawasi ketat dan dikawal 2 personel Polsek Siabu. Bagi tamu yang akan datang, harus melapor dan tidak akan diberikan izin masuk ke lokasi UN tanpa identitas atau tanda pengenal.

Di Tapsel; 9 Sakit, 33 DO

Di hari kedua dan ketiga pelaksanaan UN di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), jumlah peserta UN yang tidak hadir masih sama di hari pertama yakni sembilan peserta sakit dan 33 peserta lainnya sudah drop out (DO). Sedangkan di Kota Padangsidimpuan (Psp), juga masih sama jumlah siswa yang tidak hadir selama tiga hari pelaksanaan UN, yakni sebanyak 46 peserta.

“Jumlah peserta UN yang tak hadir di hari kedua dan ketiga masih sama dengan yang tak hadir di hari pertama, yakni sebanyak 42 peserta. Rinciannya 9 peserta sakit dan 33 di antaranya DO. Peserta UN untuk tahun ini di Tapsel sebanyak 3.312 peserta,” kata Kadisdik Tapsel Drs Marsaud Harahap melalui Kabid Dikmenti Drs Sultani kepada METRO, Rabu (24/3).

Baca Juga :  CPNS Sidimpuan lakukan penyelewengan?

Ditambahkan Sultani, pelaksanaan UN berlangsung aman dan belum ada kendala yang ditemukan di lapangan baik melalui laporan sekolah ataupun pengawas. “Alhamdulillah masih lancar. Mudah-mudahan sampai selesai UN nantinya,” harapnya.

Di Psp, 46 Tak Hadir

Di hari ketiga pelaksanaan UN di Kota Psp, jumlah siswa yang tidak hadir masih sama saat pelaksanaan UN di hari pertama, yakni sebanyak 46 peserta. “Dari ke-46 peserta itu, sebanyak 11 peserta sudah DO, dan 30 lainnya sampai sekarang tidak ada kejelasan dari sekolah bersangkutan. Sedangkan 5 peserta lainnya sakit,” kata Kadisdik Psp Drs Panongonan Muda Hasibuan melalui Kasi Kurikulum Mahlil Harahap, Rabu (24/3).

Dikatakan Harahap, secara umum palaksanaan UN selama tiga hari ini berlangsung aman, sedangkan kebocoran soal tidak ada ditemukan.

Jumlah peserta UN untuk Kota Psp tahun 2010, yakni untuk SMA dan MA sebanyak 3.181 siswa, SMK 2.028 siswa, dengan jumlah total 5.209 siswa. Sedangkan sekolah yang melangsungkan UN yakni 18 SMA, 8 Madrasah Aliyah (MA) dan 14 SMK dengan jumlah total sebanyak 40 sekolah, dengan ruangan yang digunakan sebanyak 295 ruangan. (thg/mag-02/phn)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*