Hari Pertama Mau Kerja Apa? – Celetuk Pegawai yang Disidak Pasca Libur Lebaran

TAPSEL- Sidak hari pertama kerja pasca libur lebaran juga dilakukan di lima daerah se-Tabagsel. Kemarin, sejumlah PNS terlihat telat masuk kantor. Saat sidak, salah seorang pegawai malah bertanya, hari pertama mau kerja apa? Bah…..
“Lagian hari pertama mau kerja apa? Paling cuma salam-salaman dan isi absen,” begitu celetuk salah seorang pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Paluta yang enggan namanya dimuat.

Menurutnya, hari pertama kerja masih diisi dengan halalbihalal. Sebab, aktivitas juga belum efektif. Diakuinya, satu ruangan di bagian unit kerjanya, pegawai yang hadir hanya separuh. “Yang datang hari pertama hanya sebahagian. Itu pun sekadar mengisi absen lalu pulang entah ke mana,” jelasnya. Di Tapanuli Selatan, sejumlah pegawai ada yang belum masuk atau absen hingga pukul 09.30 WIB, tanpa alasan yang jelas. Bahkan, ada sejumlah pejabat eselon yang absen.
“Inpeksi Mendadak (sidak) ini dilakukan untuk mengecek kepatuhan pegawai terhadap aturan yang sudah ditetapkan,” kata Bupati Tapsel Syahrul Pasaribu didampingi Wakil Bupati Tapsel H Aldinz Rapolo Siregar, usai melakukan sidak ke sejumlah SKPD.

Menurut Syahrul, pihaknya sudah memerintahkan kepada pimpinan SKPD untuk menanyakan alasan kepada pegawai yang tidak hadir tanpa alasan. Selanjutnya, diberikan pembinaan serta teguran tertulis. Bupati berharap, dengan kepatuhan pegawai terhadap kehadiran masuk kerja menjadi gambaran terhadap dispilin kerja pegawai yang sudah menerima haknya dan dituntut untuk bertanggungjawab atas kinerjanya. “Jangan karena berlebaran, pelayanan kepada masyarakat jadi terkendala,” sebut Syahrul.

Masih Sunyi

Sejumlah kantor di jajaran Pemerintah Kota Padangsidimpuan (Pemko Psp) masih sepi karena banyak pegawai tidak hadir.
Pantauan METRO di komplek perkantoran Pal IV Pijor Koling, yang paling ramai hanya di Disdik, Disperindagkop, Bappeda, dan Dinas Lingkungan Hidup, sementara Dishub, Dinkes, PU masih sunyi.

Asisten I bidang pemerintahan dan hukum Pemko Psp Rahuddin Harahap kepada METRO, mengaku, wali kota, wakil wali kota, dan sekda sudah bekerja di hari pertama. Kadisdik Psp Drs Abdul Rosad Lubis MM menambahkan, dari 100-an staf di Disdik, PNS yang hadir saat apel pagi sekitar 90-an orang, sedangkan yang tidak hadir menyertakan surat keterangan sakit.

Baca Juga :  Sarmadhan Tegaskan Tak Ikut Mencalon Pemilukada Kota Psp

Hal yang sama juga disampaikan Kadistan Marhan, Kadisperindagkop Islahuddin Nasution, Direktur RSUD Psp Dr Aminuddin. Menurut mereka, kehadiran stafnya cukup tinggi, yakni sekitar 90 persen pada hari pertama kerja.

60 PNS Bolos

Sedangkan di Kabupaten Padang Lawas (Palas), sekitar 15 persen PNS bolos alias tidak masuk kerja. Sidak yang dipimpin Sekda Palas Drs Gusnar Hasibuan bersama Kepala Badan (Kaban) BKD Palas Hamzah Hasibuan, dimulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB siang di sejumlah SKPD. Hasilnya, sekitar 60 PNS belum masuk kerja.

“Untuk data awal kita menemukan 15 persen PNS tidak masuk kerja dari jumlah PNS di Palas sekitar 3000-an. Namun data itu belum valid karena saat ini masih direkap dengan menghitung setiap SKPD. Besok (Selasa 6/9, red) masih terus sidak ke setiap kecamatan di Palas. Dan sejauh ini belum diketahui apa alasan PNS belum masuk kerja,” terang Hamzah Hasibuan.
Sedangkan untuk sanksi bagi PNS yang tidak masuk, pihaknya masih terus mendata dan akan ditindak sesuai dengan besarnya pelanggaran yang dilakukan berdasarkan peraturan disiplin PNS. “Nanti kita akan lihat apa alasannya tidak masuk kerja, karena saat ini masih diverifikasi dengan daftar absen setiap SKPD,” terangn ya.
Inspektorat
Jangan Lembek
Sedangkan Forum Rakyat Berjuang, Mardan Hanafi Hasibuan, mengatakan, inspektorat diminta jangan lembek dalam tufoksinya. Inspektorat harus melakukan penindakan sanksi tegas kepada PNS yang bolos, apalagi bila ditemukan ada PNS yang bolos pada tahun lalu, kemudian ikut juga bolos tahun ini.

“Harus ada dong sanksi tegas. Jangan cuma peringatan saja. Hal itu tidak akan mendidik dan membuat PNS yang nakal jera, karena cuma peringatan saja,” tegas Mardan. Sedangkan Kaban Inspektorat Palas, Samsul Bahri Batubara mengatakan sejauh ini pihaknya belum menerima laporan hasil sidak dari BKD dan jika sudah ada nanti laporannya, pihaknya akan melakukan penindakan sesuai peraturan yang berlaku.
“Ada beberapa kategori pelanggaran itu, yakni ringan, sedang dan berat. Maka kita akan memberikan sanksi itu sesuai dengan kategori pelanggaran itu. Jadi, saat ini belum ada laporan masuk karena sedang proses verifikasi datanya,” terangnya.
Disinggung mengenai ketidaktegasan Inspektorat yang hanya memberikan sanksi peringatan saja, Samsul Bahri tidak banyak komentar. “Kita lihat saja nanti kategori pelanggarannya,” tukasnya.

Terancam Pecat

Di Madina, puluhan pegawai datang terlambat bahkan banyak yang mengikuti apel pagi di areal parkir akibat terlambat. Apel gabungan dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kabupaten Madina, M Daud Batubara. Menurut sekda, Pemkab Madina ingin memperbaiki kinerja seluruh instansi pemerintahan dengan menegakkan disiplin kerja dan menekankan kepada seluruh pegawai untuk betul-betul menaati disiplin kerja sesuai dengan peraturan.

Baca Juga :  Longsor di Jalur Lintas Sumatra (di Desa Tobang, Kec. Kotanopan MADINA, Sumatra Utara), Lalu Lintas Terhambat

”Kita tak segan-segan memecat PNS yang tak mematuhi aturan. Kita ingin meningkatkan pelayanan di Pemkab Madina sesuai dengan tupoksi masing-masing,” tegas Sekdakab. Mengenai keterlambatan PNS pada jam masuk yaitu pukul 07.30 WIB, sekda mengatakan itu masih dalam hal yang wajar. Namun, untuk ke depan Pemkab akan mengundurkan jam masuk kantor dan melambatkan jam pulang yakni jam masuk dari 07.30 menjadi 08.00 WIB.

“Kita akan mengundurkan jam masuk kantor dan akan melambatkan jam pulang. Artinya waktu kerja tetap dan tak berubah tetapi akan terus kita evaluasi artinya dengan ini kita harapkan tak ada kendala pelayanan sebagai abdi negara yang baik,” katanya. (phn/amr/thg/wan)

metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*