Hari Pertama UN Di Kota Padangsidimpuan 47 Peserta Absen

www.metrosiantar.co,

Suasana Ujian Nasional (UN) di salah satu sekolah menengah atas (SMA) di Kabupaten Tapanuli Selatan, Senin (22/3). Di Kota Padangsidimpuan sebanyak 47 peserta tidak mengikuti UN alias absen

SIDIMPUAN-METRO; Hari pertama pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat sekolah menengah atas (SMA) sederajat di Kota Padangsidimpuan (Psp), Senin (22/3), sekitar 47 peserta dinyatakan tidak hadir alias absen. Keseluruhan peserta yang absen disebabkan beberapa alasan, di antaranya sakit, dikeluarkan dari sekolah atau drop out (DO), dan sudah menikah.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Psp, Drs Panongonan Muda Hasibuan, didampingi Kabid Dikmen, Juta Lubis, dan tim pemantau independen (TPI) Universitas Negeri Medan (Unimed), serta Kakandepag Psp, Efri Hamdani Harahap, saat melakukan monitoring ke sejumlah sekolah di Kota Psp.

Drs Panongonan Muda Hasibuan menerangkan, jumlah tersebut sesuai dengan data yang diperoleh dari masing-masing sub rayon. Di antaranya dari sub rayon SMAN 1, di sekolah itu satu peserta tidak hadir karena sakit.

Sedangkan di sub rayon SMAN 2 Psp, lanjut Panongonan, semua peserta hadir, naskah soal dan LJK juga pas, sedangkan peserta tidak ada yang terlambat dan setiap siswa di pintu masuk di periksa oleh 2 orang personel polisi dari Polresta Psp. Dan waktu yang diberikan untuk satu mata pelajaran adalah dua jam dan waktu istirahatnya 1 jam, dengan jumlah soal sebanyak 50 soal. Kemudian di sub rayon MAN 2 Psp, tidak ada satupun siswa yang tidak hadir semuanya hadir dan tepat waktu untuk naskah soal dan LJK juga tidak ada hambatan.

Sementara itu di sub rayon MAN 1 Psp ada sebanyak 12 orang peserta yang tidak hadir, yakni 3 dengan alasan sakit dan 9 lainnya ternyata sudah berhenti dari sekolahnya masing-masing. Untuk sub rayon SMKN 1 Psp tercatat 34 siswa tidak mengikuti ujian dengan berbagai alasan seperti sakit, urusan keluarga dan tanpa informasi.

“Secara umum pelaksanaan UN sudah baik. Sebab, naskah soal dan lembar jawaban komputer (LJK) belum ada yang melaporkan kekurangan begitu juga masalah yang lainnya,” ujar Kadis.

Kadis menambahkan, mengenai lembar LJK setiap harinya langsung di antar ke Unimed dengan pengawalan dari TPI Unimed dan dikawal Polresta Psp. Jadi tidak sempat bermalam, karena langsung diantar ke Unimed lalu dikirim kembali ke Jakarta.

“Soal pengantaran LJK dan soal setiap harinya di irim langsung ke Unimed oleh TPI Unimed didampingi Disdik dan dikawal oleh personel polisi sebanyak 2 orang dari Polresta Psp,” katanya.

Koordintaor TPI Unimed, Drs Ibrahim Wiyaka MKes, kepada wartawan di SMAN 1 mengatakan, bahwa secara keseluruhan pelaksanaan UN di Psp berjalan dengan baik dan normal dan belum ada menemui permasalahan dan lain sebagainya. “Hari pertama ini masih normal dan berjalan dengan baik belum ada masalah,” tuturnya.

Di Tapsel, Semua

Peserta Hadir

Sementara itu, Kadisdik Tapsel Drs Marsaud Harahap melalui Kabid Dikmenti, Sultani kepada METRO, Senin (22/3) melalui telepon selulernya, mengatakan, hari pertama UN, seluruh peserta hadir dan pelaksanaan lancar.

“Kalau untuk yang tidak hadir kita belum dapat rekapnya, tapi dari informasi sementara semuanya hadir tapi untuk memastikannya kita akan cek lagi berita acara,” sebut Sultani.

Muspida Madina Kunjungi

4 Lokasi

Unsur Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mengunjungi 4 lokasi Ujian Nasional (UN) rayon Panyabungan untuk meninjau pelaksanaan UN, Senin (22/3).

Unsur Muspida yang ikut dalam peninjauan pelaksanaan UN tersebut, yakni Wakil Bupati Kabupaten Madina, Drs H Hasyim Nasution, Kapolres Madina, AKBP Hirbak Wahyu Setiawan SIk, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Madina, Drs H Muksin Batubara MPd, Kadisdik Madina, Drs H Musaddad Daulay MM, Plt Sekretaris Daerah Kabupaten, Madina Gozali Pulungan SH.

Wakil Bupati Madina, Kadisdik dan Kapolres Madina sempat mendatangi para siswa yang sedang melaksanakan UN, dan juga menanyakan para pengawas ruangan yang terdiri dari 2 orang tentang kendala selama pelaksanaan UN berlangsung serta menyarankan kepada seluruh siswa supaya benar-benar konsentrasi selama UN.

“Pikiran harus konsentrasi karena itu kunci untuk mempermudah menjawab soal,” sebut Kadisdik.

Dari keterangan yang dihimpun METRO dari Kadisdik Madina melalui Kabid Dikmenum Ikhwan Efendi SPd dan juga kasi Kurikulum Kusor Nasution MM pelaksanaan UN tidak ada kendala dan berjalan sesuai dengan prosedur. “Alhamdulillah semuanya berjalan lancar dan tidak ada kendala baik dia naskah soal dan LJK,” katanya.

Kasi Kurikulum Disdik Madina, Kusor Nasution. dia menjelaskan bahwa absensi siswa hingga pukul 16.00 WIB sore belum diketahui berapa peserta UN yang tidak hadir dari total keseluruhan peserta UN, yakni 6.016 siswa.

“Untuk LJK peserta UN dari SMK berkasnya akan dikirim ke Disdik Pemprovsu Medan setiap harinya dan akan dikirm pada malam hari dan yang akan memeriksa LJK peserta UN untuk SMK adalah Disdik Pemprovsu. Sedangkan untuk berkas LJK peserta UN dari SMA dan MA akan disimpan di kantor Polsek masing-masing kecamatan dan akan dikirim pada hari terakhir pelaksaaan UN, dan yang akan memeriksa hasil UN dari SMA dan MA adalah PTN Unimed,” terangnya.

Sementara itu Kepala SMA 1 Panyabungan, Hj Syuaidah Lubis yang ditemui METRO dilokasi ujian mengatakan kalau peserta ujian di SMA 1 Panyabungan sebanyak 233 siswa dan keseluruhannya hadir tanpa ada yang absent.

Terkait naskah soal dan LJK Kepsek mengatakan kalau mereka tidak mengahadapi kendala, hanya saja nomor yang ada di LJK ada yang ganda dari jumlah point soal sebanyak 50 point untuk mata pelajaran bahasa Indonesi dan Biologi.

“Itupun hanya ada 1 LJK saja, dan pengawas ruangan sudah mengganti LJK siswa tersebut dengan LJK baru,” ucapnya.

Ruangan UN Dijaga Ketat

Untuk pelaksanaan UN di Kabupaten Paluta berlangsung sukses. Pengawasan dilakukan para guru-guru dan pengawas independent dari Perguruan Tinggi serta mendapat penjagaan ketat dari petugas Polisi Sektor Padang Bolak dengan memberlakukan penguncian gerbang sekolah. Sehingga orang-orang tidak dapat dengan bebas memasuki lokasi sekolah.

Baca Juga :  Pertandingan Jelajah Alam di Sipirok

“Pada hari pertama pelaksanaan UN yang dimulai secara serentak pukul 08.00 WIB, mata pelajaran yang diuji adalah Bahasa Indonesia dan Biologi untuk jurusan IPA. Sedangkan jurusan IPS adalah Bahasa Indonesia dan sosiologi. Untuk SMK mata pelajaran yang diujikan Bahasa Indonesia,” kata Plt Kepala Dinas Pendidikan Paluta,

Wakil Bupati Paluta, H.Riskon Hasibuan, saat monitoring memberikan semangat kepada siswa dan menyarankan supaya teliti dalam memberikan jawaban. Sebelum pelaksanaan ujian berlangsung diminta kepada siswa supaya berdoa agar ALLAH SWT memberikan kesehatan dan pikiran jernih.

Tidak Ada yang Terlambat

Pelaksanaan UN Kabupaten Padang Lawas (Palas) juga berjalan dengan lancar, aman dan tertib. Bahkan di wilayah ini tidak ada ditemukan peserta UN yang datang terlambat.

Dan itu terbukti di sejumlah sekolah seperti SMA Negeri 1 Sibuhuan, Madrasyah Aliah Negeri (MAN) Sibuhuan dan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) Barumun yang merupakan lokasi sekolah peserta UN yang ditinjau Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Palas beserta rombongan, yakni Wakil Ketua DPRD Palas, H Amar Makruf Lubis serta sejumlah dewan lainnya.

Dari hasil tinjauan Kadisdik Palas, Ali Irpan Hasibuan beserta dewan tidak ada ditemukan hambatan atau persoalan-persoalan teknik di lapangan dalam pelaksanaan UN, mulai dari pendistribusian soal maupun pelaksanaannya di lapangan. (phn/mag-01/mag-02/thg/amr)

Soal Bahasa Indonesia Mudah

Sejumlah peserta UN mengaku optimis lulus untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia. Sebab, mata pelajaran Bahasa Indonesia yang diujikan untuk pada ujian perdana tidak begitu sulit alias mudah. Sebab, sudah pernah dipelajari sebelumnya.

“Ujian Bahasa Indonesia, tidak begitu sulit. Kalau mata pelajaran lainnya agak sulit, apalagi Biologi,” ungkap para peserta UN SMAN 1 Sibuhuan, Ahmad, Sulhan, Suryani ketika mau keluar di gerbang sekolah.

Hal sama juga dikatakan Yunus dan Aldi peserta UN MAN 1 Sibuhuan. Menurut mereka kalau untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia tidak begitu sulit, dan rata-rata siswa optimis lulus UN Bahasa Indonesia.

“Tidak begitu sulit, sudah pernah dipelajari, hanya saja bahasa soalnya yang beda. Tapi kami optimis lulus Bahasa Indonesia,” pungkas siswa dengan semangat yang dicegat Koran ini di depan pintu gerbang sekolah MAN.

Salah seorang siswa SMAN 1 Padang Bolak, Sarman, menambahkan, pihaknya tidak merasa kesulitan menjawab soal-soal UN di hari pertama. Ternyata soal ujian tidak sesulit yang dibayangkan.

Peserta UN lainnya dari SMK Willem Iskandar, Mei mengaku, dari jumlah soal yang ada sebanyak 50 soal untuk Bahasa Indonesia, hanya 80 persen yang diprediksikan jawaban benar sedangkan 20 persen lainnya masih dia prediksikan sulit. (tim)

PGRI: Isi LJK dengan Teliti

Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Tapanuli Selatan, mengimbau kepada seluruh peserta UN agar mengisi lembar jawaban komputer (LJK) dengan teliti. Tujuannnya, untuk menghindari berbagai masalah yang ditimbulkan yang berakibat fatal.

Demikian diungkapkan Ketua PGRI Tapsel yang juga Kepala Sekolah SMPN 1 Batang Toru Untung P Harahap kepada METRO, Senin (22/3). “Hal yang sangat penting adalah para siswa diimbau tidak lengah dan lebih teliti dalam mengisi soal dan dalam pengisian biodata,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Untung P Harahap, yang terpenting adalah support positif yang terus menerus dari semua komponen sangat bermanfaat bagi para anak-anak yang sedang menghadapi UN sehingga para siswa lebih percaya diri.

“Berikan Support kepada anak-anak yang saat ini menjadi peserta UN sehingga mereka lebih percaya dalam menghadapinya. Insya Allah dengan demikian akan sesuai dengan hasilnya akan sesuai dengan harapan kita bersama,” pintanya. (mag-01)

Jawaban UN Beredar Lewat SMS

Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat SMA dan SMK di Medan, Sumatera Utara (Sumut) ditengarai sudah mengalami kebocoran. Beberapa indikasi kebocoran itu diungkapkan Komunitas Air Mata Guru (KAMG) dan sudah dilaporkan kepada Kementerian Pendidikan Nasional.

Koordinator Komunitas Air Mata Guru. Denny Boy Saragih menyatakan, bentuk kecurangan itu meliputi soal ujian yang sudah beredar sehari sebelum ujian berlangsung dan kunci jawaban yang beredar lewat pesan singkat SMS di kalangan siswa. Diperkirakan kecurangan ini mencakup hampir seluruh sekolah yang menyelenggarakan UN di Medan.

“Kalau kita perkirakan, di Medan ini setidaknya sekitar 90 persen terjadi kebocoran. Jika secara keseluruhan di Sumatera Utara, saya kira lebih parah lagi, sebab pengawasannya lebih jelek,” ujar Denny kepada wartawan di Sekretariat KAMG Jl. Sei Merah, Medan, Senin (22/3).
Beberapa kasus yang ditemukan KAMG, ujar Denny, antara lain kebocoran soal mata pelajaran Biologi dan Sosiologi. Barang bukti yang mereka dapatkan berupa jawaban materi soal sehari sebelum pelaksanaan UN ini. Temuan ini kemudian dicocokkan dengan lembar soal yang hari ini. Hasilnya sama persis untuk seluruh mata pelajaran.

“Masalah ini kami tindaklanjuti dan sudah dilaporkan ke Kementerian Pendidikan Nasional,” ujar Denny.Contekan UN Rp600 Ribu

Satu malam sebelum palaksanaan UN, tepatnya Minggu (21/3), pihak Komunitas Air Mata Guru (KAMG) telah menemukan kebocoran soal UN. Tak tanggung-tanggung, soal yang didapatkan merupakan fotokopi dari naskah asli soal UN yang akan diujikan, Senin (22/3), yakni Bahasa Indonesia, Biologi, dan Sosiologi.

Hal ini diungkapkan Deni Boy Saragih, Dewan Pembina KAMG, didampingi Januar Pasaribu, pengurus KAMG, dan Abdi Saragih, Ketua Investigasi KAMG, kepada wartawan, Senin (22/3). Deni juga mengatakan temuan tersebut telah difax ke Direktur Jendral Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas), Fasli Jalal. “Kami tak hanya memfax naskah soal yang kami temukan tapi juga jawaban soal yang kami temukan beredar melalui sms,” terangnya.

Baca Juga :  Forum PAUD Selenggarakan Lomba Mewarnai di 12 Kecamatan se-Tapsel

Sementara itu, Abdi Saragih, Ketua Investigasi KAMG, mengatakan, untuk mendapatkan naskah soal tersebut pihaknya telah bergerak selama dua minggu. “Yang kami dapatkan dan kami usahakan ini memang sudah kami lakukan sebelumnya, namun kali ini yang kami dapatkan lebih baik. Kami telah membentuk tim investigasi ini selama empat tahun, dan baru kali ini kami mendapatkan naskah soal asli yang difotokopi,” jelasnya.

Sebelumnya, lanjut Abdi, pihaknya hanya mendapatkan jawaban soal berupa potongan-potongan kertas, dan sms. “Kali ini mendapatkan naskah soal Bahasa Indonesia, Biologi, dan Sosiologi. Ketiga mata ujian ini terbagi dua, yakni paket A dan B,” terangnya. Lebih lanjut Abdi mengatakan, hasil investigasi pihaknya ini juga telah dikirimkan melalui fax pada tanggal 21 Maret 2010, pada pukul 23.00 WIB kepada Fasli Jalal.

Januar Pasaribu, pengurus KAMG, menambahkan, setelah mengirimkan fax bukti kebocoran tersebut, pihaknya melakukan komunikasi melalui sms kepada Fasli Jalal. “Sekitar jam 23.00 WIB, kami mulai bersms dengan pak Fasli Jalal. Beliau meminta difax bukti kebocoran soal tersebut dan mengirimkan alamat faxnya,” katanya.

Setelah itu, lanjutnya, Fasli Jalal mengatakan, terima kasih untuk pelaporan yang dilakukan pihak KAMG. “Namun, pada pagi ini (22/3) kami kembali mengesms pak Fasli Jalal untuk mengonfirmasikan bahwa naskah soal yang kami temukan tersebut sama dengan soal yang diujikan hari ini, beliau tak membalas lagi,”

Nah, lanjutnya, anggota KAMG juga ada yang menjadi pengawas pada pelaksanaan UN tadi pagi. “Kami menyuruhnya untuk mengingat beberapa soal dari naskah soal yang kami dapat ini, sekitar lima hingga sepuluh soal. Nah, setelah selesai mengawas dia mengesms kami, dan menyatakan soalnya cocok dengan soal yang kami dapatkan ini,” ujarnya.

Lebih lanjut Januar mengatakan, dengan adanya bukti naskah soal asli yang difotokopi tersebut, beserta adanya bukti fax kepada Fasli Jalal, diharapkan pemerintah tak memiliki lagi alasan yang menduga ini semua hanya rekayasa. “Hal ini kami lakukan semalam (21/3), bukan pagi ini (22/3). Hal ini juga dapat dibuktikan dengan fax yang kami kirimkan semalam,” terangnya.

Informasi ini, lanjutnya, telah diperolehnya sejak dua minggu lalu. “Nah, kami terus melakukan presure, dan mendampingi joki kami yang berusaha mendapatkan naskah soal ini. Dan akhirnya kami mendapatkannya,” ujarnya.

Kembali Deni menerangkan, teranyata naskah soal ini ditawarkan kepada khalayak umum dengan harga yang sangat murah, yakni Rp600 ribu. “Jadi karena naskah soal ini terbagi menjadi enam, yakni tiga mata ujian dan masing-masing ada paket A dan B. Maka harganya hanya Rp100 ribu per eksemplar,” paparnya.

Menurut Deni, pihak sekolah tak lagi menganggap UN ini merupakan ujian yang sesungguhnya, melainkan hanya penghalang. “Yang diharapkan sekolah saat ini hanyalah bagaimana untuk meluluskan seluruh siswanya,” katanya. Jadi, lanjutnya, pihaknya menduga dengan kebocoran soal ini pemerintah khususnya dinas pendidikan melakukan kesengajaan atau pembiaran adanya pembocoran soal ini. 90 persen sekolah di Medan, menurut Deni telah mendapatkan bocoran soal ini.

Deni menambahkan, untuk mendapatkan naskah soal ini ada dua jalan, yakni memang ada yang berjualan, dan siswa yang mencari. “Lima tahun terakhir hal ini sudah menajdi kebiasaan. Sudah tersistematis, ada polanya, siapa yang mendapatkan soal, siapa yang mengerjakan, dan siapa yang menyebarkan. Terutama penyebaran ini melalui telepon genggam,” terangnya.

Deni menduga, kebocoran soal ini terjadi saat pendistribusian naskah soal ke daerah. “Joki kami mengatakan, dia mendapatkan naskah soal ini dari sekolah di Deli Serdang,” terangnya. Deni juga mengatakan, untuk hari berikutnya pasti akan ada kebocoran soal yang lain. “Kami hanya membuktikan bahwa kami tak bohong dengan adanya kebocoran soal ini. Tentunya masih akan ada yang mencari kunci jawaban soal UN, dan pastinya akan ada yang menyediakan,” katanya.

Kami menyebar anggota untuk melakukan pantauan, lahasil di 30 sekolah yang kami datangi memang melakukan kecurangan tersebut. “Modusnya ya kumpul di satu titik, jika kita dekati, maka akan terlihat mereka mempersiapkan diri untuk mempersiapkan contekan, baik melalui sms maupun dengan bentuk lain, seperti stiker yang ditempelkan di tubuh,” katanya.

Dengan ini, lanjutnya, kami mengembalikan pernyataan Mendiknas yang menyatakan UN ini aman. “Nah, dengan adanya hal ini, maka telah terbukti UN ini bukan satu-satunya jalan untuk penilaian. Akhirnya pihak sekolah akan melakukan hal ini, karena merasa tertekan dengan UN. Dalam hal ini sekolah adalah korban,” ujarnya.

Dewan Pendidikan Kota Medan, Mutsyuhito Solin, mengatakan, UN menjadi tak perlu jika hal seperti kebocoran naskah soal ini terus terjadi. “Karena hasilnya merupakan bukan hasil yang orisinil. Jadi UN juga tak bisa menjadi pemetaan peningkatakan mutu pendidikan di satu daerah, karena bukan hasil sebenarnya,” katanya. (saz/mag-15/smg)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*