Harimau Terkam Penyadap Karet

BANGKO-Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae) di Kabupaten Merangin, kembali marah. Minggu (5/2) kemarin, Mardi bin Sarmin (42), warga Dusun Nangko, Desa Tiga Alur, Kecamatan Pangkalan Jambu, sekitar pukul 08.30 WIB paha kirinya luka serius akibat diterkam harimau.

Mardi, saat ditemui di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Kelonel Abun Jani Bangko kemarin, menuturkan bahwa kejadiannya berlangsung cepat. Saat itu, Mardi yang sehari-sehari bekerja sebagai petani karet itu, tengah menyadap karet di kebunnya yang tidak begitu jauh dari Dusun Nangko. Dia membawa seekor anjing, yang biasa menemaninya saat  ke kebun.

Belum begitu banyak batang karet yang berhasil disadap, tiba-tiba datang seekor harimau dari balik semak dan langsung melompat hendak menerkam anjingnya. Mardi sontak terkejut dan dengan sigap memanjat sebatang pohon karet yang ada di dekatnya.

Sialnya, saat memanjat, kaki kirinya masih terjuntai. Kaki inilah yang kemudian diterkam harimau. Akibatnya, Mardi terjatuh. Untung saja anjing milik Mardi tidak tinggal diam, anjing itu malah balik menggigit harimau itu.

Perhatian harimau beralih ke arah anjing. Kesempatan itu dimanfaatkan Mardi dengan memanjat pohon lebih tinggi lagi. Dengan luka parah ia kembali memanjat pohon. Begitu yakin aman dari terkaman harimau, dia minta pertolongan warga.

‘’Datang harimau mengejar anjing aku, melihat itu aku naik ke kayu (pohon). Tapi kaki kiri masih agak ke bawah. Harimau itu langsung menggigit kaki kiri saya,”urai Mardi.

Baca Juga :  Indonesia Hadapi Ancaman Penyakit Akibat Gaya Hidup

Teriakan Mardi akhirnya terdengar oleh warga lain yang kebunnya tidak begitu jauh dari ladang korban. Tidak lama kemudian datanglah tiga orang warga untuk menolong. Mereka adalah Junaidi (40), Ateng (39) dan Syakur (41).

‘’Setelah mereka datang baru saya turun dari pohon, kemudian aku dibawa ke Puskesmas untuk berobat,” jelasnya.

Karena luka yang dialami oleh Mardi cukup serius, sekitar pukul 12.00 WIB, ia langsung dilarikan ke RSUD Abunjani Bangko untuk mendapatkan perawatan intensif. Luka di kaki kiri korbanpun dijahit dengan 99 jahitan, 68 jahitan di bagian dalam dan 33 bagian luar.

Kapolres Merangin, AKBP V Bagas Uji Nugroho, melalui Kapolsek Sungai Manau, AKP Johan Efendi membenarkan kejadian itu. ‘’Benar ada warga Pangkalan Jambu yang diterkam harimau,” pungkasnya.

Sementara itu, masyarakat Perentak, Kecamatan Pangkalan Jambu, Minggu (5/2) kemarin, pasca kejadian berbondong-bondong mendatangi kebun Mardi. Warga datang dengan membawa berbagai jenis senjata tajam. Mereka memburu harimau yang telah menerkam Mardi.

Masyarakat, memang sudah tidak bisa lagi menyembunyikan kekesalan mereka terhadap harimau itu. Rasa takut terhadap harimau yang selama ini menghantui, kemarin sudah tidak terlihat lagi. Warga sudah benar-benar berada pada ambang batas kesabaran.
Camat Kecamatan Pangkalan Jambu, Syahrial Ilyas, mengatakan ratusan masyarakat turun di lokasi penyerangan. “Masyarakat sudah beringas, mereka turun hanya berbekal anjing dan senjata tajam,” ungkapnya.

Baca Juga :  Masyarakat Perbatasan Riau-Sumut Diminta Tak Beraktivitas di Areal Konflik

Dirinya belum mendapat laporan resmi tentang hasil buruan warga itu. Namun dirinya memastikan jika ditemukan, harimau pasti akan dibunuh warga,‘’Meskipun harimau itu dilindungi undang-undang. Namun jika ketemu warga pasti dibunuh,” tandasnya.(jenn/uji)

JPNN.com
CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*