Harimau yang Makan Manusia Itu Dikurung di Tempat Mirip Kandang Ayam

kompas.com/Firmansyah Kondisi kandang Harimau Sumatera Giring, di dalam kandang jerat ditutupi terpal dan dedaunan untuk menghindari panas di BKSDA Bengkulu yang dikritik banyak LSM pecinta satwa liar. Foto (Scorpion)

Dua harimau Sumatera Elsa dan Giring yang diamankan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Ayam (BKSDA) Bengkulu, sejak tujuh bulan dikurung di kandang mirip kandang ayam. Hal ini menjadi sorotan LSM pecinta satwa.

“Dua Harimau Sumatera berstatus terancam kritis pada Daftar Merah Badan Konservasi Dunia IUCN disimpan dalam dua kandang kecil menyerupai kandang ayam potong di Kantor BKSDA Bengkulu. Kami menyesalkan kondisi dua harimau tersebut karena ditempatkan pada kandang kecil yang tidak layak selama tujuh bulan,” kata Direktur Yayasan Scorpion, Gunung Gea, dalam siaran pers, Jumat (25/9/2015).

Gunung menambahkan, harimau yang ditempatkan pada kandang kecil mirip kandang ayam potong adalah suatu tindakan yang sangat salah. “Saya sangat menganjurkan agar BKSDA Bengkulu segera memindahkan Harimau Sumatera tersebut ke kandang yang lebih layak,” tambahnya.

Marison Guciano, Direktur IFOTA mengaku tidak mengerti mengapa kedua harimau langka tersebut disimpan pada kandang kecil seperti itu. “BKSDA Bengkulu seharusnya mengambil tindakan serius untuk mencari solusi agar kedua harimau tersebut memperoleh kandang yang lebih baik,” kata Marison.

Salah satu harimau tersebut berjenis kelamin jantan diberi nama Giring. Petugas BKSDA menangkapnya pada Februari 2015 dengan menggunakan kandang perangkap. Setelah 7 bulan berlalu, Giring masih tetap berada di dalam kandang perangkap.

Baca Juga :  Ada Apa dengan Jaringan Indosat?

Harimau lainnya berjenis kelamin betina diberi nama Elsa, juga ditempatkan pada kandang kecil menyerupai kandang ayam potong di kantor BKSDA Bengkulu.

Kepala BKSDA Bengkulu, Anggoro Dwi Sujianto, mengungkapkan ia telah mendapat instruksi dari dirjen untuk mengurus kedua harimau tersebut dengan beberapa langkah, pertama memindahkan kedua harimau itu ke kawasan Sebelat, Kabupaten Bengkulu Utara.

“Di sana ada kandang yang cukup representatif namun baru ada satu kandang, saya sedang berkoordinasi dengan dokter kedua harimau itu untuk membuat kandang satu lagi yang cocok dan representatif,” kata Anggoro saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Alternatif kedua kata dia, saat ini sedang dilakukan koordinasi dengan beberapa lembaga konservasi untuk memungkinkan kedua harimau tersebut dititipkan di Tamling, Lampung, atau Taman Safari.

Saat ditanya kenapa kedua harimau tersebut tak dilepasliarkan, Anggoro mengatakan, sulit untuk melepasliarkan harimau seperti Giring yang pernah memangsa manusia. Bahkan warga sekitar hutan tempat giring ditangkap menolak jika satwa liar itu dilepaskan.

Sementara untuk Elsa yang mengalami cacat di kaki kanan bagian depan juga berisiko jika dilepasliarkan. “Memungkinkan kedua harimau itu dijadikan dititipkan ke tempat pembibitan agar bisa dimanfaatkan untuk kepentingan keberlangsungan habitat Harimau Sumatera,” kata Anggoro.


KOMPAS.com –
Penulis : Kontributor Bengkulu, Firmansyah
Editor : Glori K. Wadrianto

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Prabowo-Hatta Menang Telak Dipilih Istri dan Anak-anak Kopassus

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*