Haruskah Tapsel di Pimpin Putra Asli Daerah ?

Oleh : Hairul Iman Hasibuan (www.analisadaily.com)

Hiruk pikuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) mulai mewabah diseantero kecamatan, pedesaan hingga dusun di Tapanuli Selatan seiring ditekannya tombol hijau oleh KPUD setempat.

Pendataan pemilih hingga verifikasi pasangan calon Bupati dan wakil Bupati juga telah usai dilaksanakan KPUD Tapsel dengan sukses tanpa sedikitpun menimbulkan riak negatif dari para kandidat maupun pendukungnya.

Tepat pada 4 Maret 2010 sekitar pukul 11.00 WIB Ketua KPUD Mustar Edi Hutasuhut SH secara resmi menyatakan enam pasangan balon bupati Tapsel Priode 2010-2015 lulus verifikasi dan berhak ikut dalam pencabutan nomor urut pasangan calon.

Dengan berbagai mimik wajah yang berubah-ubah dan terkesan dipaksakan satu-persatu pasangan calon Bupati maju kedepan mencabut nomor dalam amplop yang diacak terlebih dahulu oleh panitia.

Dari hasil pencabutan nomor urut secara acak, pasangan calon independen (perseorangan) Syahlan Rivai Dalimunthe-Syamsul Anwar Harahap mendapatkan nomor urut 1 dan H.Syarbaini Harahap-, S.Sos, MSi-H.Hotmatua Rambe, S.Sos nomor urut 2.

Sedangkan empat pasangan calon usungan koalisi Partai Poliik (Parpol) yakni Andar Amin Harahap, S.STP.MSi-dr. H. Badjora M Siregar yang diusung PDIP, PDP, PMB, Pelopor, PBR, PDK, PPIB, PKDI mendapatkan nomor urut 3.

Pasangan Sarasi (H.Syahrul Pasaribu-H. Rapolo Siregar) diusung Golkar, PPP, PAN, PNI Marhaenisme, PPPI mendapat nomor urut 4, pasangan Ir H.Ongku P.Hasibuan-H. Affan Siregar, SE diusung Demokrat, Barnas, PKS, PPD, PKB, PKP, Republik Nusantara, PBB, Patriot, Gerindra nomor 5.

Pasangan Ir.Mustafa Nauli Harahap-Balemen Siregar yang diusung partai Hanura, PKNU, Buruh, PDS, Kedaulatan, PKPB, PIS, PPI, PNBK, PPNUI dan PPDI nomor urut 6.

Hakekatnya bukanlah lolos verifikasi dan mendapatkan nomor urut yang menjadi tujuan akhir dari para pasangan calon namun bagaimana meraih pucuk pimpinan atau orang nomor satu di Kabupaten Tapanuli Selatan.

Baca Juga :  Panen Demfarm Simatohir Memuaskan

Berbagai upaya meraih simpati masyarakat gencar dilakukan para pasangan calon bupati dan wakil bupati, mulai dari janji-janji politik hingga pemberian uang atau barang berkedok bantuan dan partisipasi terhadap warga.

Pastinya, seketika para pasangan calon itu bak Robin Hood yang siap setiap saat memberikan bantuan sosial kepada masyarakat.

Anehnya lagi, seluruh pasangan calon ini sama-sama mengklaim mengetahui betul apa yang dibutuhkan Tapsel untuk mengejar ketertinggalannya dari daerah tingkat dua lainnya.

Padahal jika boleh jujur tidak ada seorang manusia di planet ini yang paham kebutuhan masyarakat sebuah daerah kalau bukan warga daerah itu sendiri karena dialah yang bersentuhan langsung dengan alam dan social culture masyarakat atau dengan kata Sosok Buapti haruslah dipimpin putra asli daerah itu.

Politikus Senior Tapsel H.Iran Ritonga membenarkan asumsi itu. Menurutnya hanya putra asli daerah yang layak memimpin Tapanuli Selatan kedepan karena akan lebih memahami karakter dan kebutuhan masyarakat setempat.

Iran mengajak masyarakat Tapsel, agar lebih berpikir realistis dan obyektif dalam menjatuhkan pilihan dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang akan digelar pada 12 Mei mendatang. “Ingat jika salah memilih kita akan merasakan efek negatifnya selama 5 tahun kedepan, “terangnya.

Selain itu Iran juga meminta masyarakat untuk lebih selektif menilai mana pasangan calon yang benar-benar akan mengabdikan diri pada daerah dan mana yang hanay ingin mengais rejeki sesaat di Tapsel .

Ditambahkannya, menjelang hari H Pilkada Tapsel sudah ada beberapa pasangan kandidat yang mulai melakukan siraman uang kepada masyarakat dengan imbalan memilihnya pada Pilkada nanti.

Baca Juga :  Polres Tapsel Amankan Kiriman Sabu

“Ibarat beras, bila ditaburkan di halaman rumah maka akan banyak ayam yang akan mengerumuninya tapi ingat hanya ayam yang punya kandanglah yang akan pulang ke kandang. Masyarakat Tapsel sudah pintar, jadi politik uang itu tidak akan menjamin bakal dipilih, “terangnya.

Sosok politikus senoir seperti Iran Ritonga telah rela turun gunung hanya untuk menyampaikan aspirasi dan ajakannya kepada masyarakat untuk berpikir dua kali memilih figur yang bukan putra Tapsel.

Memilih putra luar Tapsel sama saja membiarkan orang luar mencampuri rumah tangga sendiri dan sudah alamiyah jika sudah mendapatkan keinginanya ia akan semau gue menjalankan tugasnya.

Bila ada calon putra asli daerah kenapa tidak memilihnya. Mari jauhkan ego dan kepentingan sesaat demi kemajuan Tapanuli Selatan ke depan.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

8 Komentar

  1. aku pesan buat pemimpin yang baru, jadikan tap-selatan kota yang taat pada tuhannya, taqwa dan beriman dan berbakti (kata bang alm raja inal siregar = perbaiki daerah masing-masing=)

  2. tidak perlu harus pemimpin putra daerah, belum tentu putra daerah itu bersih, tetap aja sebagian tidak nasional cara berfikirnya, nepotisme tetap jalan yang namanya KKN tetap jalan.jadi yang memilih harus yakin yang dipilih bisa mengerti kemauan rakyat, pendidikan lancar, pembangunan lancar, rakyat miskin perlu diperhatikan

  3. sejatinya memang haruslah putra daerah sendiri yang harus di calonkan,baik calon bupati maupun wakilnya..dari daftar calon di atas saya lihat ada pasangan yang calon bupati dari daerah Paluta atau Palas ya???sedang calon wakil bupatinya dari Padangsidimpuan, apakah di daerahnya dia tidak terpilih atau ada maksud lain”setelah terpilih”,nah semua kembali pada diri kita masing-masing.seperti kata bung Pahompu di Intermezo..”Ulang salah pilih da”!!..jangan seperti kata pepatah”Gara-gara setitik Nila- rusak susu sebelanga”susu siapa ya? he..he…

  4. TAPSEL ADALAH DAERAH EKSKLUSIF (TERTUTUP)
    HATI-HATI PNS NON PUTRA TAPSEL, sebentar lagi anda akan terusir dari Tapsel, karena anda dinilai tidak mengetahui apa yaang diinginkan oleh rakyat Tapsel, Orang jawa dideportasi ke jawa, orang minang ke Padang, orang mandailing ke Madina, orang Paluta ke Paluta, orang Barumun ke Padang lawas, Wah ! ini berbahaya

    Untuk pemilikada tahun 2014 KPUD Tapsel hanya menerima calon yang lahir dan berdomisili di Tapsel, PNS pemkab Tapsel yang lahir di luar Tapsel juga tidak bisa melayani masyarakat secara maksimal karena tidak tahu apa yang diinginkan oleh rakyat Tapsel.

  5. anggo manurut di au,inda marimbar sanga ise namamimpin tap-sel,pokok na,sanga rasoki nise namamimpin tap-sel,mudah2an nian taroban ia ma tapsel i,murtunadenggan na……..
    arana on do nai paitte2 ni masyarakat tap=sel……….

  6. yang dimaksud dengan putra asli daerah tapsel itu sebenarnya yang bagaimana? HaRAP DI GARIS BAWAHI TAPSEL tidak sama dengan Kota padangsidimpuan

  7. Iya betul, betul, betul, betul! Putra daerahlah yang tahu masalah didaerahnya! Apalagi kalau udah incumbent yang dipikirkan udah lain!

  8. Iya betul betul betul betul! Putra daerahlah yang tahu persoalan di daerahnya! Apalagi kalau incumbent, biasanya semangatnya udah lain!

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*