Hasil Kunker DPRD Tapsel ; Banyak Proyek Bermasalah di Tapsel

P.Sidimpuan, Banyak proyek infrastruktur di bawah kendali Dinas Pekerjaan Umum (PUD) yang bermasalah di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) selama periode 2005-2010.

Demikian Ketua Panitia Khusus (Pansus) dan kordinator Kunjungan Kerja (Kunker) Borkat S.Sos didampingi tim pansus Mahmud Lubis S.Ag, Suyatmo, Dalkot Batubara, Muara Siregar, Ali Amran Hasibuan, H. Darwis Sitompul SE, Baginda Pulungan dan Mangapul Situmorang kepada Analisa di Sidimpuan, Minggu (30/1).

Dikatakan, sejumlah proyek infrastruktur TA 2008 yang bermasalah itu diantaranya, pembangunan rambin di Desa Binanga Kecamatan Huristak, kondisinya tidak dapat digunakan karena hanger berlepasan dan lantai kayu lapuk.

Proyek pembangunan rambin Desa Ramba Kecamatan Huristak TA 2008 dengan kondisi land hop dan besi tidak ada, parahnya lokasi rambin tersebut berada di tengah hutan sehingga masyarakat tidak pernah menggunakannya.

Selanjutnya, proyek pembangunan Cekdam Desa Paya Bujing Kecamatan Huristak dengan kondisi dinding jebol karena tidak memiliki pondasi yang kuat.

8 Jam Dikerjakan Jebol

Proyek pembangunan Cekdam Gunung Manaon Aek Bombongan dengan kondisi 8 jam setelah selesai dikerjakan jebol karena tidak memiliki pondasi dan hingga sekarang tidak berfungsi sama sekali.

Proyek pembangunan jembatan Huristak TA 2008 dengan anggaran Rp7 miliar lebih terbengkalai, hanya sekitar 30 persen yang dikerjakan.

“Itulah hasil temuan kami di Kecamatan Huristak yang sekarang sudah merupakan bagian dari Kabupaten Padang Lawas pasca pemekaran dari Tapsel tahun 2009 lalu, “ujarnya.

Baca Juga :  Terkait Oknum Dinkes Diduga Lakukan Pengutipan - Wali Kota Padangsidimpuan Harus Tanggung Jawab

Dalam Kunker ini seluruh komisi di DPRD Tapsel dibagi dua kelompok, kelompok pertama memonitoring proyek pembangunan infrastruktur di Padang Lawas dan kelompok kedua memonitoring proyek di Padang Lawas Utara (Paluta) karena tahun 2006 hingga 2007 daerah ini masih termasuk kawasan Tapsel.

Dalam kunker ini, tim monitoring menemukan banyak proyek infrastruktur yang bermasalah dan tidak tepat sasaran.

Sistem pengerjaannya asal jadi dan tidak ada manfaatnya bagi masyarakat hingga sekarang. Perencanaan tidak matang dan pengawasan yang tidak efektif. (hih)

Sumber: http://www.analisadaily.com/index.php?option=com_content&view=article&id=56577:hasil-kunker-dprd-tapsel–banyak-proyek-bermasalah-di-tapsel&catid=51:umum

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*