Hasil Labkes Provsu Belum Keluar – Paluta Masih KLB Diare

(Analisa/Istimewa) Ambil Sampel: Tim Dinkes Provsu mengambil sampel salah seorang penderita diare di Puskesmas Pasar Matanggor, Kecamatan Batang Onang baru-baru ini

Paluta, (Analisa). Wabah penyakit diare yang melanda dua kecamatan yakni Kecamatan Batang Onang dan Hulu Sihapas hingga kini masih berstatus Kejadian luar bisa (KLB) dan masih tetap dalam pengawasan Dinkes Paluta.

Untuk itu Dinkes telah membentuk tim penyelidikan terkait KLB yang telah memakan korban 2 meninggal dunia. Tim penyelidikan dari Dinkes Paluta yang terdiri dari Kasi Wabah Bencana Nurmaynides, Erni Susanti, Samsul Bahri, Kaharuddin dan Yassir telah melakukan penyelidikan KLB diare, Kamis (29/5) di Puskesmas Pasar Matanggor Desa Batu Nanggar dan Puskesmas Aek Godang Desa Simarloting.

“Status KLB di Kecamatan Batang Onang dan Hulu Sihapas masih tetap diberlakukan, kedua kecamatan ini masih tetap dalam pengawasan Dinkes,” ujar Kepala Dinas Kesehatan dr Junaidah Harahap dikonfirmasi melalui Kasi Wabah Bencana Nurmaynides, di Dinkes Paluta, Jalan lintas Gunung Tua ­ Batu Tambun, Kecamatan Padang Bolak, Jumat (30/5).

Nurmaynides mengatakan pihaknya telah melakukan beberapa langkah awal penyelidikan dengan mengambil sampel sumber air minum, swab dubur dan muntahan penderita yang seterusnya dikirim ke laboratorium Dinkes Provinsi Sumatera Utara. Hingga saat ini hasil laboratorium masih menunggu dan belum dapat diketahui.

Sambil menunggu hasil laboratorium tersebut, pihak Dinkes Paluta juga telah melakukan upaya penanggulangan antara lain dengan membentuk posko kesehatan di seluruh desa se Kabupaten Paluta, pengobatan gratis berupa pemberian oralit dan zink, memberikan penyuluhan Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) ke masyarakat, melakukan PE dan pelaporan form W 1.

Baca Juga :  Pansus Ranperda Suorta Mandailing Natal Terbentuk

“Saat ini kita juga sudah melakukan upaya penanggulangan dengan membentuk posko kesehatan di seluruh desa se Kabupaten Paluta, pengobatan gratis dalam bentuk pemberian oralit dan zink, penyuluhan PHBS dan lain sebagainya,” tambahnya.

Data yang dihimpun Dinas Kesehatan, tercatat sebanyak 79 penderita diare di Puskesmas Pasar Matanggor, Kecamatan Batang Onang, yang terdiri dari 33 orang laki ­ laki dan 46 orang perempuan dengan pasien rawat jalan 33 orang, pasien rawat inap 28 orang, pasien yang dirujuk ke RSUD Padang Sidimpuan 16 orang dan 2 orang meninggal dunia serta dari 32 desa yang ada di Kecamatan Batang Onang, sudah 18 desa yang terkena wabah penyakit diare.

Sedangkan untuk Puskesmas Aek Godang, Kecamatan Hulu Sihapas, telah tercatat 29 orang penderita diare yang terdiri dari 11 orang laki ­ laki dan 18 orang perempuan dengan pasien rawat jalan 17 orang, pasien rawat inap 4 orang, pasien dirujuk ke RSUD Padang Sidimpuan 7 orang dan 2 orang dirujuk ke RS Swasta Inanta Padang Sidimpuan serta dari 10 desa di Kecamatan Hulu Sihapas, sudah 4 desa yang terkena wabah penyakit diare.

Sebelumnya, KLB diare terjadi di Kecamatan Batang Onang dan Hulu Sihapas pada Jumat (23/5) lalu yang menyebabkan dua meninggal dunia yakni Maulana (4) warga desa Batu Nanggar dan Rahmi (7) warga desa Pangkal Dolok Julu, Kecamatan Batang Onang. (ong) / Analisadaily.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  DPP IMA Madina Awasi Ketat Panwaslu Madina

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*