Hasil Panen Petani Padi Madina Meningkat

Panyabungan. Para petani padi di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) bersuka cita dengan meningkatnya hasil panen dari musim tanam sebelumnya. Karena pada musim tanam sebelumnya hasil panen padi masyarakat hanya mencapai 50 kaleng per lungguknya, tapi musim panen kali ini mencapai 80 kaleng per lunggukknya (sekitar seperenam hektare-red).

“Kita sangat bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rezeki kepada kita, karena pada tahun ini hasil panen padi kita sebagai masyarakat petani padi cukup lumayan,” kata Haidir salah seorang petani padi di Desa Huraba II, Kecamatan Siabu, Kabupaten Madina kepada MedanBisnis di sela-sela kegiatan panen padinya, Minggu (7/4).
Dia menjelaskan, pada musim tanam sebelum ini hasil panen padi berkisar 50 kaleng per lungguknya, namun pada musim panen kali ini mencapai 80 kaleng per lungguknya. Hal ini, katanya, tidak terlepas dari sejak masyarakat melaksanakan musim tanam pada bulan Januari 2013 yang lalu hingga  memasuki musim pengeringan pengairan sawah tetap normal. “Memang kita akui pada musim tanam yang lewat ini pengairan ke areal persawahan kita agak tersendat-sendar akibat minimnya air dari irigasi yang ada di wilayah ini. Untuk itu kita sangat berterimakasih kepada Pemkab Mandailing Natal yang telah bersusah payah untuk berupaya meningkatkan hasil panen dengan cara memperbaiki system pengairan yang ada,” ujarnya.

Baca Juga :  Usut Korupsi Mantan Sekda Tapsel Sampai Tuntas

Kepala Dinas (Kadis) Pertanian Kabupaten Mandailing Natal Taufik Zulhandra Ritonga yang dihubungi via telepon selulernya tentang upaya yang dilakukan mereka untuk meningkatkan produksi hasil panen padi masyarakat, mengatakan bahwa pihaknya selalu berkoordinasi dengan pengelola irigasi batang angkola dan irigasi batang gadis dalam pengairan areal persawahan masyarakat.

“Tanaman padi sangat bergantung kepada pengairan, untuk itu kita terus berkoordinasi dengan pengelola irigasi yang ada sehingga areal persawahan masyarakat mendapatkan pengairan yang cukup,” ujar Taufik.

Disamping itu katanya, dari Dinas Pertanian terus berupaya untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat bagaimana bercocok tanam yang bagus demi meningkatkan hasil panen padi masyarakat. Sebab pada musim tanam sebelumnya banyak areal persawahan masyarakat yang tidak bisa dialiri air akibat penyumbatan saluran irigasi batang angkola dan irigasi batang gadis.
“Namun kita terus berupaya untuk berkoordinasi dengan mereka sehingga pada bulan Agustus hingga Oktober 2012  yang lalu mereka melakukan pengangkatan sendimen di saluran yang ada sehingga air dapat mengalir ke areal persawahan masyarakat,” terang Taufik.

Sehingga, katanya, musim tanam Desember 2012 hingga Januari 2013 bisa berlangsung dan panen pada bulan Maret hingga April 2013. Hasilnya, melihat hasil panen masyarakat pada musim panen kali ini meningkat mencapai 7,3 ton per hektarenya.

“Kalau target hasil panen pada tahun 2013 ini kita targetkan 5,6 ton per hektarenya namun akibat dari baiknya system pengairan yang ada sehingga kita optimis hasil panen tahun 2013 ini dapat melebihi dari target yang kita rencanakan. Hal ini terbukti dengan hasil panen masyarakat petani padi di wilayah Kecamatan Siabu Raya dimana sesuai dengan hasil laporan dari petugas kita di lapangan mencapai 7,3 ton per hektarenya,” tandas Taufik. (zamharir rangkuti)

Baca Juga :  Rencana Pembangunan Gedung Dewan Psp yang Baru - Ketua DPRD: Luas Minimal 1 Ha

Sumber: MedanBisnis –

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*