Hasil Pemeriksaan – Bentrok Batang Toru Dicurigai Digerakkan Seorang Dosen Asal Padangsidimpuan

MEDAN – Seorang dosen dari Padang Sidempuan terindikasi menjadi otak pelaku bentrok antar petugas kepolisian dan warga Batang Toru yang memprotes adanya penanaman pipa pembuangan air sisa (limbah) proses penambangan PT Agincourt Resources.

Hal itu tercetus dari pemeriksaan pihak Polda Sumut terhadap beberapa warga yang diamankan sebagai tersangka pengrusakan dan pembakaran Mapolsek dan kantor Camat Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) berikut mobil yang sedang parkir.

Menurut salah satu warga yang diamankan sebagai pelaku kerusuhan di Batang Toru, Nasrun mengatakan bahwa pada saat kerusuhan tersebut ia hanya ikut-ikutan membakar ban di jalan. Aksi yang dilakukannya merupakan aksi solidaritas melihat teman-temannya semangat berjuang.

“Pada saat kerusuhan itu saya tidak ada melakukan pengrusakan, saya hanya membakar ban di jalan. Itu pun saya lakukan hanya ikut-ikutan saja,” ujarnya.

Nasrun juga menambahkan bahwa pada saat aksi demo yang berujung kerusuhan tersebut salah satu penggerak massa adalah yang sampai saat ini belum tertangkap bernama Ali Sumurung yang berprofesi sebagai dosen di Kota Padang Sidempuan. Ia merupakan salah satu pengurus tim independen yang menolak pembuangan limbah proses penambangan PT Agincourt Resources.

“Ia itu (Ali) sebagai penggerak massa yang membantu masyarakat yang menolak pembuangan limbah proses penambangan PT Agincourt Resources. Ali merupakan salah satu pengurus tim Independen yang menolak pembuangan limbah. Ali seorang dosen dari Padang Sidempuan tapi saya gak tahu dari universitas mana,” tambahnya.

Baca Juga :  Sekda Padangsidimpuan Jadi Saksi Utama Kasus Korupsi

Kabid humas Poldasu, Kombes Pol Heru Prakoso saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya baik ditelepon maupun pesan singkat hingga pagi ini, sama sekali tidak membalas.

Sekedar mengingatkan, bentrokan antar petugas kepolisian dan warga Batang Toru dan Muara Batang Toru yang protes dengan adanya penanam pipa pembuangan air sisa (limbah) proses penambangan PT Agincourt Resources (AR) yang bergerak dalam penambangan emas di sungai Batang Toru.

Sebanyak 37 orang warga yang tergabung dari kelurahan Ampolu, kelurahan muara Manompas, kelurahan muara hutaraja, Desa Muara Opu, Desa Simarlelan, desa pardamean, Desa Teraping Raya dan Desa Bandar Hapinis Kecamatan Muara Batang Toru diamankan petugas kepolisian  karena diduga terlibat aksi pengrusakan dan pembakaran Mapolsek dan kantor Camat Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) berikut mobil yang sedang parkir.

Dan dari 37 warga yang diamankan,petugas kepolisian menetapkan 16 orang pelaku pengrusakan dan pembakaran Mapolsek dan kantor Camat Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) berikut mobil yang sedang parkir dan 2 orang dianggap sebagai provokator.

Sumber: waspada.co.id

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

2 Komentar

  1. Kok beritanya gak berbobot sih, tidak memenuhi standar berita sebagaimana diatur dalam UU jurnalistik…..penggiringan opini gaya orde baru yang sudah lapuk dan usang;

  2. Bah, diduga keras jurnalis berita ini si Pala Harahap, salah 1 dari 9 piaraan humas pemkab yg hobby “angkat-telor”. Mustinya –walau hobbynya sama– si Joma Horbo berjingkrak nuding, ini berita tak hormati azas praduga tak bersalah. Penggerak aksi demo sah saja, kan ada UU Unjuk-Rasa, soal penggerak kerusuhan perusakan tunggu dulu, udah terpenuhi nggak unsur-unsur pembuktian dlm KUHAP? Mengutip sentilan Eremha, ini berita selera penguasa.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*