Hasil Tes CPNS Pemprov Jambi Banyak Kejanggalan

JAMBI – Seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2010 sudah usai. Hasil tes tertulis pun sudah diumumkan. Namun, bukan berarti masalah selesai. Sehari pascapengumuman, sejumlah protes dan indikasi-indikasi ketidakberesan mulai menguap ke permukaan.

Di Pemprov Jambi, misalnya. Diduga ada pelamar yang tidak lulus seleksi bahan dan tidak ikut ujian tertulis, tapi namanya muncul pada daftar peserta yang lulus seleksi yang diumumkan kemarin. Dugaan ini diungkapkan salah seorang pelamar berinisial AS, yang mengambil formasi Sosial Ekonomi Pembangunan strata 2 Manajemen Ekonomika Bisnis.

“Ini benar-benar curang. Bayangkan orang yang tidak lulus tes bahan dan tidak ikut ujian tertulis bisa lulus,” terangnya kepada JambiIndependent. Menurut dia, untuk formasi ini yang dinyatakan lulus tes administrasi ada tiga orang, yaitu dirinya dan dua pelamar lainnya. Saat tes tertulis, kata dia, mereka mengikuti ujian di SMP I Kota Jambi ruang 12 lantai 2. “Kami bertiga saja yang ikut ujian formasi ini, karena memang hanya kami yang lulus tes bahan. Selain itu tidak ada,” terangnya, kesal.

Anehnya, lanjut AS, saat pengumuman hasil tes pada formasi ini, dua orang yang diterima. Salah satu yang dinyatakan lulus memang mengikuti ujian tertulis. Sedangkan satu nama lagi, sebelumnya tidak pernah ada dalam pengumuman lulus seleksi administrasi dan tidak mengikuti ujian tertulis pada formasi tersebut.

“Aneh sekali orang yang tidak lulus bahan dan tidak ikut ujian tertulis bisa lulus,” ungkapnya. Saat ditanya apakah ada tempat lain, selain ruangan 12 lantai 2 SMPN 1 Kota Jambi tempat pelaksanaan ujian, ia langsung membantahnya.

Menurut As, hanya tiga nama yang dinyatakan lulus administrasi dan mengikuti ujian. Ruangan ujian pun hanya satu. “Seharusnya kalau dua orang yang diterima, karena kami yang ujian hanya tiga orang, maka hanya satu yang tidak diterima. Tapi, ini nama yang tidak mengikuti ujian bisa lulus,” katanya, lagi.

Jambi Independent mencoba mengecek nama yang disebut AS pada daftar kelulusan administrasi yang diumumkan Pemprov 30 November lalu. Hasilnya, nama peserta yang lulus seperti yang disebut AS memang tidak ada. Sementara nama tiga peserta yang lulus administrasi, seperti yang diungkapkan AS memang ada.

Lalu, bagaimana tanggapan BKD Provinsi Jambi? Hingga malam tadi (20/12), tak satupun pihak BKD yang bisa dimintai konfirmasi. Kepala BKD Provinsi Husnaini saat dihubungi, tidak menjawab telepon Jambi Independent. Sedangkan sekretaris BKD yang biasa dihubungi juga tidak menjawab telepon. Pesan singkat (SMS) yang dikirimkan juga tidak dibalas.

Baca Juga :  KPK Akan Jadi Gladiator Saja

Dari catatan Jambi Independent terdapat beberapa nama yang lulus dan diketahui dekat dengan pihak tertentu di Pemprov Jambi. Tapi saat dicek pada data kelulusan seleksi bahan administrasi, nama mereka memang tercantum.

Selain pemprov, di Tebo juga banyak ditemukan indikasi kejanggalan pada pengumuman hasil tes tertulis. Di antaranya, ada formasi yang hilang, dan ada pula yang bertambah. Kemudian, ada perubahan antara jumlah formasi yang telah disetujui dengan jumlah formasi yang diajukan. Laporan-laporan kejanggalan tersebut sudah di tangan anggota DPRD.

Untuk mengklarifikasi soal pengaduan masyarakat tersebut, dewan segera memanggil kepala BKD Tebo. Rencana pemanggilan Kepala BKD Tebo itu diungkapkan Ketua Komisi I DPRD Tebo Mazlan, kepada wartawan, kemarin (20/12). “Kami sudah melihat dan mendengar adanya kejanggalan tentang perubahan formasi ini. Secepatnya kepala BKD akan segera kami panggil untuk meminta penjelasan,” katanya.

Mazlan mengaku tidak mendapat laporan dari instansi kepegawaian itu terkait perubahan formasi. Seharusnya, kata dia, pihak BKD memberitahu dewan jika akan merubah formasi CPNS.

“Jangan main-main mengubah jumlah formasi. Satu perubahan saja dapat berakibat fatal. Dan ini juga dapat menghilangkan image terhadap kinerja pemerintah. Sebagai wakil rakyat sudah sepantasnya dan seharusnya dewan mempertanyakan masalah ini,” katanya.

Setelah mendapat penjelasan dari BKD, kata dia, dewan juga akan mengkroscek ke Menpan. Perubahan ini, lanjut dia, bisa saja mengarah ke indikasi adanya “permainan”. “Semua kemungkinan sangat mungkin terjadi. Tapi, itu harus dibuktikan dulu. Kita tunggu saja keterangan BKD,” ujarnya.

Perubahan Formasi CPNS ini terjadi pada jurusan D III Kebidanan. Sebelumnya jumlah formasi itu delapan orang. Tapi, pada pengumuman hasil tes tertulis (kelulusan) kemarin, jumlahnya bertambah satu orang, menjadi sembilan. Kejanggalan lain, adalah berkurangnya jumlah CPNS yang diterima. Formasi awal 260 menjadi 258 orang.

Informasinya, formasi yang hilang itu antara lain dokter spesialis kandungan, S-1 guru teknik untuk SMK, dan formasi pengendali dampak lingkungan dari dua menjadi satu formasi. Sementara itu, formasi lain, yakni guru bahasa Inggris SMK, bertambah dari tiga menjadi empat orang. Lalu, pranata komputer juga bertambah dari empat menjadi lima formasi.

Sayangnya hingga berita ini diturunkan, Kepala BKD Tebo Izhar belum bisa dikonfirmasi. Ketika dihubungi via telepon, nomornya tidak aktif.

Sorotan hampir serupa juga terjadi di Merangin. Ketua Karang Taruna Merangin Abu Hakim, menduga adanya permainan dalam pelaksanaan seleksi CPNS di Merangin. Dia menyebut beberapa anak pejabat Merangin lolos  seleksi. “Hanya saja pembuktiannya sulit. Kita masih mengumpulkan data,” katanya.

Baca Juga :  Malam Ini, Prabowo-Hatta Selebrasi Kemenangan di Bidakara

Menurut Abu Hakim, setidaknya lebih dari empat orang anak pejabat Merangin yang lolos seleksi tahun ini. Namun, ketika ditanya identitasnya, Abu enggan membeberkannya. “Masalah ini sudah menjadi perbincangan hangat. Tapi, kita tidak mau gegabah. Makanya kita akan mencari buktinya dulu,” ujarnya.

Sekda Merangin Kahfid Moein selaku panitia pelaksanaan tes CPNS Merangin, saat ditanya soal ketidakberesan pelaksanaan seleksi CPNS Merangin, menjawab dengan santai. “Semua warga Merangin kan berhak ikut tes,” katanya. Terpisah, Kasat Intel Polres Merangin AKP Nova Surya Suryandaru mengakui isu dugaan adanya ketidakberesan pelaksanaan tes CPNS Merangin sudah mereka ketahui. “Namun sejauh ini isu tersebut belum bisa dibuktikan. Sampai sekarang juga belum ada laporan yang masuk,” ujarnya.

Di Sarolangun, Tim Pemantau Independent Seleksi CPNSD Sarolangun mulai melakukan inventarisir dan rekapitulasi hasil temuan dari pelaksanaan rekrutmen CPNS yang baru diumumkan kemarin. Ketua TPI Rumhaz mengatakan, dia sudah menilai sejak awal proses seleksi CPNSD Kabupaten Sarolangun banyak kejanggalan.

“Namun, itu tidak akan sembarangan kita ekspose ke publik. Kita akan ikut prosedur yang berlaku. Kita akan kirim temuan ini ke BKN dan Menpan. Jika nanti hasil evaluasi ditemukan unsur pidana, maka kita juga akan melaporkan ke pihak yang berwajib,” katanya.

Sorotan yang sama juga datang dari kalangan mahasiswa. Cik Wandi, Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sarolangun, meminta sekda bertanggung jawab atas indikasi ketidakberesan proses seleksi CPNS di Sarolangun. “Kita saat ini juga sedang mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya mengenai proses penerimaan CPNS. Jika nanti ditemukan indikasi kecurangan, kita akan turun ke jalan minta sekda bertanggung jawab,” katanya. (pia) (jambi-independent.co.id

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

2 Komentar

  1. perlu dipertanyakan kelulusan cpns dimerangin
    wahai para pejabat2….
    sadarkah engkau
    merekrut cpns dari hasil sogokan
    yang perlu dipertanyakan kualitasnya…
    akan membuat bobrok prov jambi
    karena yang jadi pns merangin
    skill dan kemempuannya ……perlu diberi tanda tanya besar
    gimana mau maju jambi
    malangnya jambiku

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*