Hati-hati Modus Penipuan Calon TKI Marak

tki Hati hati Modus Penipuan Calon TKI Marak
Illustrasi

Bagi Anda yang ingin mengadu nasib di luar negeri menjadi tenaga kerja berhati-hati lah. Pasalnya, penipuan dengan modus iming-iming kerja di luar negeri masih terjadi. Modus itu terlihat ketika terbongkarnya sindikat pengiriman TKI di Sukabumi, Jawa Barat.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Edward Aritonang mengatakan, pihaknya menangkap satu tersangka penipuan yakni Rizal Ghazali S. Dia adalah pemilik PT. Pangrango Gema Abadi, perusahaan yang mengaku akan mengirimkan TKI untuk bekerja sebagai perawat, pembantu rumah tangga, dan karyawan hotel di Amerika Serikat.

Selama beroperasi dua tahun, kata Edward, perusahaan itu telah merekrut hingga 296 orang. Masing-masing calon diminta menyetor uang sekitar Rp 30 juta. Menurut pelaku, uang itu untuk biaya selama pelatihan hingga diberangkatkan. “Sampai saat ini belum ada yang diberangkatkan satu pun. Kerugian korban mencapai Rp 7,5 miliar,” jelas dia di Mabes Polri, Kamis ( 22/7/2010 ).

Dikatakan Edward, PT. PGA tidak memiliki surat ijin pelaksanaan penempatan TKI dari Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Untuk kelabui korban, PT. PGA lalu bekerja sama dengan PT. Kosindo Pradipta yang memiliki ijin resmi. “Mereka buat brosur dengan cantumkan nomor kontak lalu disebar,” jelas dia.

Para korban, kata Edward, berasal dari berbagai daerah seperti Indramayu, Majalengka, Sukabumi, Cirebon, Semarang, Salatiga, Cilacap, Madiun, Ponorogo, Blitar, Lampung dan daerah lain. “Mereka ditampung ketika pelatihan aja. Untuk meredam kemarahan, setiap nuntut korban dikasih sertifikat,” jelas dia.

Baca Juga :  Proyek E-KTP Diragukan Tuntas 2012 - Kemendagri Minta Tambahan Anggaran Rp 900 M

Pihaknya, ucap Edward, masih menyelidiki keterlibatan pihak lain. Tersangka dikenakan pasal 102 ayat (1) huruf b jo pasal 12 UU Nomor 39 tahun 2004 tentang PPTKLN dan atau pasal 378 dan 372 KUHP.

Sumber: http://nasional.kompas.com/read/2010/07/22/16552745/Hati-hati.Modus.Penipuan.Calon.TKI.Marak-14

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*