Hati-hati Spam Paket Liburan Hari Raya Idul Fitri

Contoh email spam Idul Fitri dalam bhasa Inggris yang mulai beredar.

KOMPAS.com– TrendLab dari Trend Micro, salah satu perusahaan keamanan IT dan mobile, terkemuka, merilis statistik terbaru serangan di dunia maya. Salah satu yang digarisbawahi dalam laporan tersebut adalah penyebaran spam yang masih meluas di sleuruh dunia.

Menjelang momentum hari besar seperti lebaran akhir bulan ini juga dimanfaatkan oleh para penyebar email sampah tersebut untuk mengelabui pengguna internet. Laporan tersebut berhasil menangkap peringatan mulai beredarnya email spam yang berisi “Penawaran Paket Special Liburan Hari Raya Idul Fitri”. Email ini seolah-olah ditujukan kepada manajer perusahaan di banyak negara yang memberikan liburan sepanjang hari raya, terutama di negara muslim.

Pengguna internet disarankan berhati-hati kalau menerima email yang subjeknya bertuliskan “Paket Special Liburan Hari Raya” itu. Apalagi memberikan data-data pribadi, meskipun dari alamat yang dikenal. Penyalagunaan data dan penipuan bisa saja terjadi.

Laporan tersebut juga mencatat data bahwa Indonesia tercatat sebagai peringkat ke-7 sumber spam di dunia sepanjang semester pertama 2011 ini dengan persentase 3,70 persen. Bahasa Inggris dan Rusia menjadi bahasa yang paling banyak digunakan sebagai spam, sedangkan untuk negara asal spam, negara Korea Selatan, Rusia dan India sebagai negara yang pengirim spam terbanyak.

Trend Micro juga mencatat beberapa vendor besar yang menjadi target penyerangan dari para hacker. Tidak ada kejutan untuk target serangan vendor di sepanjang tahun ini, vendor besar seperti Microsoft, Google dan Adobe menjadi langganan target serangan.

Baca Juga :  Aplikasi Google untuk permudah kegiatan Ramadan

Sejak virus komputer pertama diidentifikasi 40 tahun lalu, proliferasi dari jenisnya telah terlihat signifikan. Dari besarnya volume, ukuran ancaman, bencana serta kerugian yang diakibatkan, tak diragukan lagi hal ini telah membuat permasalahan besar di era Internet.

Vendor yang menjadi target serangan:

 

  1. Microsoft 96 serangan
  2. Google 65
  3. Adobe 62
  4. HP 57
  5. Oracle 50
  6. IBM 48
  7. Mozilla 38
  8. Linux 31
  9. Cisco 30
  10. Sun 29

Bahasa spam yang paling banyak digunakan:

  1. Inggris 91,42%
  2. Rusia 2,32%
  3. Jerman 0,95%
  4. China 0,30%
  5. Jepang 0,18%
  6. Spanyol 0,14%
  7. Perancis 0,14%
  8. Italia 0,07%

Negara asal spam:

 

  1. Korea Selatan 8,72%
  2. Rusia 8,43%
  3. India 8,12%
  4. Brazil 6,71%
  5. Ukraina 4,35%
  6. Vietnam 4,15%
  7. Indonesia 3,70%
  8. Inggris 3,04%
CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*