Hattrick Kemenangan Inter

Inter Milan terus mempertahankan tren positif usai ditangani Leonardo Araujo. Kemenangan ketiga beruntun di Serie A diraih usai membekap Bologna dengan skor telak 4-1, pada giornata ke-20, Minggu (16/1/2011) dini hari WIB.

Foto: Para pemain Inter merayakan gol yang dicetak Diego Milito. Inter menang telak 4-1 atas Bologna/Getty Images

Sejak ditangani Leo, Inter seakan kembali menemukan tajinya sebagai tim juara. Total, sudah empat kemenangan diraih secara beruntun, tiga di Serie A dan satu lainnya di ajang Coppa Italia.

Kemenangan ini praktis mendongkrak posisi Inter di papan klasemen. Nerazzurri berhasil naik tiga peringkat ke posisi empat klasemen sementara dengan raihan 32 poin, sama dengan koleksi poin AS Roma. Inter yang masih menyisakan dua laga tunda, terpaut delapan poin dari pimpinan klasemen sementara AC Milan (40).

Menjamu Bologna di San Siro, Leo menampilkan skuad terbaiknya dengan menduetkan Samuel Eto’o dan Diego Milito di lini depan. Trio Esteban Cambiasso, Thiago Motta dan Dejan Stankovic bertugas menyokong duet striker maut tersebut dari lini kedua. Lucio dan Ivan Cordoba ditugaskan menjadi tembok terakhir yang melindungi kiper Luca Castellazzi.

Inter yang tampil ofensif langsung mendapat peluang emas saat laga baru memasuki menit kelima. Lucio berhasil menyambut umpan pojok dengan sundulan yang kemudian diteruskan lagi oleh Diego Milito, juga dengan sundulan. Sayang, sundulan striker Argentina masih membentur mistar gawang.

Dua menit kemudian, giliran Douglas Maicon yang menebar ancaman. Penetrasi bek sayap timnas Brasil ini diakhiri dengan sebuah tembakan keras yang masih mampu diblok Emiliano Viviano, kiper Bologna.

Gagal di dua percobaan pertama, Inter akhirnya memecah kebuntuan di percobaan ketiga. Dejan Stankovic membawa Inter unggul 1-0 di menit ke-20, usai menerima umpan Samuel Eto’o yang sukses mencuri bola dari Gaby Mudingayi. Tembakan terarah Stankovic tak kuasa dibendung Viviano.

Baca Juga :  Pemerintah Dianjurkan Mempergunakan IT Untuk Membantu Masyarakat

Tepat sepuluh menit usai gol Stankovic, Inter berhasil menggandakan keunggulannya melalui Diego Milito. Pemain Bologna kembali melakukan kesalahan fatal dengan membiarkan bola direbut Thiago Motta yang kemudian melepaskan umpan terobosan kepada Milito yang langsung menyambutnya dengan tembakan mematikan. Viviano berhasil menjangkau bola dengan kedua tangannya, namun ia tak kuasa menahan laju bola yang terus meluncur ke dalam gawangnya. Inter memperbesar keunggulannya menjadi 2-0.

Tertinggal dua gol, Bologna mulai memberikan respon. Dua peluang matang didapatkan striker gaek Marco Di Vaio di menit ke-34 dan 36 urung berbuah gol. Dua peluangnya melalui tendangan dan sundulan berhasil dimentahkan Castellazzi. Skor 2-0 untuk keunggulan Inter pun bertahan hingga jeda.

Di babak kedua, Bologna membuka peluang lebih dahulu melalui pemain yang baru masuk, Damian Gimenez yang mendapat umpan matang dari Ramirez. Sayang, tembakan yang dilepaskannya dari sisi lapangan masih belum menemui sasaran. Padahal, bila ia memutuskan memberikan bola kepada Di Vaio yang berdiri bebas, hasilnya kemungkinan akan berbeda.

Tiga menit berselang, Di Vaio kembali memiliki peluang emas. Kali ini, tendangan kencangnya memang berhasil menaklukkan Castellazzi, namun bola hanya melintas tipis di sisi gawang.

Saat tengah asyik menyerang, Bologna justru dikejutkan oleh gol ketiga Inter yang dicetak Samuel Eto’o di menit ke-63. Bergerak dari sisi kiri pertahanan Bologna, Eto’o memainkan kerja sama satu dua dengan Milito. Tak egois, Milito kembali mengembalikan bola dengan umpan tumit cantik yang tak disia-siakan Eto’o untuk menaklukkan Viviano. Inter kian menjauh dengan unggul 3-0.

Baca Juga :  Kadis PUD Padang Lawas Dinilai Tak Indahkan Instruksi Bupati

Tak puas mencetak satu gol, Eto’o kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-72. Striker Kamerun mencetak gol keduanya dalam pertandingan ini lewat sebuah tendangan bebas yang meluncur deras melewati pagar betis, tanpa mampu dijangkau Viviano.

Unggul empat gol tanpa balas, Inter mulai mengendurkan serangan. Kondisi ini langsung dimanfaatkan Bologna untuk balik menekan. Setelah gagal menaklukkan Castellazzi lewat tendangan melengkungnya di menit ke-76, Gimenez akhirnya sukses memecah kebuntuan Bologna melalui golnya di menit ke-77, usai memanfaatkan umpan tendangan penjuru. Bologna memperkecil ketertinggalannya menjadi 1-4.

Berhasil mencetak satu gol, para pemain Bologna kian semangat menggempur pertahanan Inter. Untuk kesekian kalinya, Di Vaio mendapatkan peluang. Kali ini, mantan striker Juventus melepaskan tendangan voli memanfaatkan umpan diagonal. Sayang, arah tendangan Di Vaio belum tepat menuju sasaran. Hingga berakhir laga, Bologna gagal menambah gol. Inter pun menang dengan skor cukup telak 4-1.

Susunan Pemain:
Inter Milan
: Castellazzi, Maicon, Lucio, Cordoba, Chivu; Zanetti/Santon (87’), Cambiasso, Thiago Motta/MacDonald Mariga (68’); Stankovic; Eto’o/Pandev (75’), Milito.

Bologna: Viviano; Garics, Britos, Portanova, Rubin; Ramirez/Busce (80’), Perez, Mudingayi/Gimenez (50’), Della Rocca; Ekdal/Casarini (73’); Di Vaio. (okezone.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*