Hebat. Semua Tiket Pesawat Medan-Jakarta Ada Sama Calo

Ratusan penumpang mengantre di tempat pengembalian tiket pesawat Garuda Indonesia dan Air ASia yang gagal berangkat dikarenakan cuaca buruk di Terminal 2 Bandara Internasional Juanda, Jumat (14/2/2014). Debu vulkanik akibat letusan Gunung Kelut tersebut terpaksa Bandara Internasional Juanda, Bandira Adisutjipto Yogyakarta, Bandara Adisumarmo Solo dan Bandara Internasional Achmad Yani Semarang ditutup sementara hingga batas yang tidak ditentukan. SURYA/SUGIHARTO

LUBUK PAKAM – Calon penumpang pesawat dengan tujuan Medan-Jakarta, Medan Bandung yang datang ke Bandara Kualanamu terpaksa menggerutu ketika hendak  membeli tiket pesawat di area tiketing Bandara Kualanamu, Senin (11/8/2014).

Penumpang kesal mengapa di area tiketing tiket untuk penerbangan kedua kota ini dinyatakan sudah habis terjual. Namun dilokasi yang sama, para calo bisa menawarkan  tiket dengan harga yang fantastis.

Pantauan www.tribun-medan.com, Senin (11/8/2014) area tiketing lantai I bandara banyak calon penumpang yang harus balik kanan. Namun sebelum mereka balik para calo  tampak terlebih dahulu menawarkan jasanya.

Mereka tampak terang terangan menjajahkan jasanya dengan harga yang cukup tinggi. Bahkan www.tribun-medan.com juga sempat mendapat tawaran dari para calo yang ingin  menjual harga tiket dengan untung yang besar.

Sanking tingginya permintaan, banyak calo yang sudah tidak lagi duduk di area tiketing namun sudah merangsak keluar tepatnya di dekat pintu masuk bandara. “Mana bang,  mau kemana? ke Jakarta ya. Ada ni di dalam sudah gak ada lagi,”ujar seorang Pria yang menjadi calo.

Baca Juga :  Polisi Akhirnya Menemukan Bayi Yang Di Culik berikut Penculiknya

Jika dilihat tidak ada penampilan yang berbeda  antara para calo dengan yang lainnya. Bahkan mereka tampil dengan busana rapi dengan menggunakan kemeja. Ada juga  diantara mereka yang setiap harinya akrab dengan penampilan topi dikepala.

(dra/tribun-medan.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*