Hentikan Rencana Penggabungan Desa di Tapsel

Senin, 02 November 2009 – www.metrisiantar.com

MEDAN-METRO; Anggota DPRD Sumut asal pemilihan Tapsel, Pasiruddin Daulay meminta Pemkab Tapanuli Selatan menghentikan rencana penggabungan beberapa desa di daerah tersebut. Pasalnya kebijakan yang dikeluarkan Bupati Tapsel dinilai meresahkan. Di mana desa-desa tersebut masing-masing sudah memiliki kepala desa.

“Kita minta dihentikan kebijakan itu, karena bisa menimbulkan konflik di antara masyarakat,” ujarnya, Minggu (1/11) di Medan.

Adapun yang rencananya penggabungan desa tersebut seperti lima desa dilebur menjadi satu yakni Desa Galanggang, Surumambe, Gunung Manukkap, Tabusira, dan Desa Tiang Aras. “Padahal desa ini saling berjauhan. Jaraknya mencapai 5 sampai 10 Km,” katanya.

Pasiruddin menilai hal ini tidak mesti dilakukan walau dengan alasan untuk memajukan desa. “Kita sudah ketahui, di Tapsel sangat sulit desa disatukan, apalagi masing-masing desa berbeda prinsip dan karakter. baiknya Pemkab Tapsel membiarkan desa ini dipimpin kepala desanya masing-masing,” sambungnya lagi.

Jika memang harus digabungkan Pasiruddin Daulay mengusulkan hanya desa yang dekat saja dijadikan menjadi kelurahan dengan sistem pemerintahan satu atap.

“Saya sudah menerima keluhan dari warga di lima desa itu. Mereka menolak digabungkan. Bagaimana desa disatukan sementara jarak tempuh berjauhan. Dan perlu diketahui, hal ini bisa berdampak buruk kepada bupati karena ada indikasi melanggar hukum. Sebab, masing-masing desa sudah punya kepala desa yang sah yang dipilih rakyatnya,” pungkas politisi asal PKB ini.

Baca Juga :  Perhatian berbagai pihak ke Bandara Aek Godang, Tapanuli Selatan, akan membantu Pengembangan Sarana Transportasi di wilayah Tapanuli Selatan dan sekitarnya secara keseluruhan.

Pasiruddin pun berjanji dalam waktu dekat akan mempertanyakan langsung kebenaran ini ke Pemkab Tapsel, dengan maksud tidak ada lagi kesimpang siuran. “Saya akan berusaha sekuat mungkin untuk menunda rencana penggabungan beberapa desa itu, demi kekondusifan masyarakat,” katanya. (kali)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 13 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

  1. Alangkah Penggabungan ini selalu dipikirkan dan dipertimbangkan dari beberapa aspek seperti Administrasi kependudukan, Adm Pemerintahan lainnya dan juga batas wilayah memungkinkan atau tidak, Serta minta persetujuan dari wilayah yang digabung. Jadi jangan memaksakan suatu program yang bisa menimbulkan Komplik dimasa yang akan datang.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*