Hercules Jatuh di Medan, Keluarga Kopilot Tunggu Kepastian

Bagian ekor pesawat Hercules hangus setelah jatuh diantara kendaraan dan bangunan yang juga turut terbakar di Medan, 30 Juni 2015. AFP Photo/Muhammad Zulfan Dalimunthe

Sleman – Keluarga Letnan Satu Penerbang Pandu Setiawan, kopilot pesawat Hercules A1310 milik TNI AU yang jatuh di Medan, Sumatra Utara, Selasa (30/6) siang, masih menunggu kepastian terkait kondisi korban.

Ayah mertua Pandu Setiawan, Hartoyo saat ditemui di rumahnya Dusun Patukan RT04/RW 21 Ambarketawang, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengatakan sampai dengan Selasa sore dirinya belum mendapat kepastian tentang kondisi korban.

“Kami masih menunggu kepastian kondisi dari Pandu Setiawan, harapan kami dia dapat ditemukan dalam kondisi selamat,” katanya.

Ia mengatakan meski utusan dari TNI AU telah datang ke rumahnya, namun hingga Selasa sore belum ada kepastian terkait kondisi dari Lettu Pandu Setiawan.

“Kami mengetahui kabar musibah jatuhnya pesawat Hercules dari pemberitaan di televisi, dalam keterangan memang disebutkan anak saya turut menjadi korban dalam kecelakaan tersebut,” katanya.

Hartoyo mengatakan, pihak keluarga terakhir bertemu dengan Lettu Pandu Setiawan sekitar Mei, sebelum berangkat ke Malang, Jawa Timur.

“Setelah melangsungkan pernikahan dengan putri saya Dewi Wulandari bulan lalu, Pandu kemudian berangkat ke Malang dan belum pulang lagi ke rumah, hingga terjadi musibah ini,” katanya.

Ia mengatakan, pihak keluarga masih berharap Pandu dapat ditemukan dalam kondisi selamat.

Baca Juga :  Makna Pertemuan Prabowo dan Jokowi Menurut Kapolri

“Namun kami juga pasrah jika nanti Pandu ditemukan dalam kondisi yang lain. Jika ini memang terjadi maka kami kehilangan anggota keluarga yang sopan, baik dan sangat menghargai orang lain,” katanya.

Sementara itu di rumah Hartoyo nampak sejumlah kerabat dan tetangga berdatangan untuk memberikan dukungan doa.

/FIR – Antara

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 4 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*