Hewan Peramal Piala Dunia – Gurita Paul Mati, Panda & Gajah Siap Beraksi

BRASIL, SUMUTPOS.CO – Perhelatan turnamen besar seperti Piala Dunia, Euro, Liga Champions Eropa, ataupun turnamen non-bola selalu memunculkan fakta menarik dalam setiap perjalanannya. Salah satunya adalah tentang penggunaan hewan sebagai sarana untuk menebak skor.

Tidak jelas kapan hewan-hewan tersebut mulai dikomersialkan untuk menebak skor. Yang pasti, salah satu yang paling membuat heboh adalah aksi seekor gurita bernama Paul saat perhelatan Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan.

Saat itu, penghuni Sea Life Centre di Oberhausen, Jerman tersebut berhasil menebak dengan tepat delapan pertandingan mulai dari fase grup hingga partai pamungkas. Rinciannya, tujuh pertandingan melibatkan timnas Jerman. Sedangkan satu pertandingan tersaji dalam laga final antara Belanda versus Spanyol.

Dari semua prediksi tersebut, Paul yang akhirnya mati pada Oktober 2010 itu berhasil ditebak secara akurat. Bahkan, kecemerlangannya itu membuat sebagian pihak, terutama fans Jerman dan Argentina, berniat untuk membunuh dan memasaknya karena prediksinya yang menyatakan bahwa dua tim tersebut akan kandas di perempatfinal dan semifinal.

Kemampuan hebatnya itu ternyata telah digunakan sebelum pagelaran Piala Dunia 2010. Bakatnya dimanfaatkan sejak Euro 2008 Swiss-Austria. Hanya saja, saat itu Paul tidak menebak secara tepat enam pertandingan. Hasilnya, dia salah dalam menebak laga antara Kroasia melawan Jerman dan partai final Spanyol kontra Jerman.

Sejak Paul memberikan prediksinya yang mencengangkan itu, seperti bisa ditebak, banyak sekali hewan-hewan yang akhirnya diajukan untuk menggantikan posisi Paul sebagai peramal.

Baca Juga :  Sipirok, Sebagai Ibukota Kab. Tapsel, Nasibnya Terkatung-katung Oleh Karena Sikap Bupatinya Sendiri

Citta si gajah merupakan salah satu hewan yang berhasil memprediksi bahwa Chelsea akan menjadi juara Liga Champions Eropa 2012. Tebakannya yang jitu pun berlanjut menuju ke Piala Eropa 2012 Polandia-Ukraina. Hasilnya? Citta salah dalam menebak pertandingan antara Polandia melawan Yunani.

Dalam pertandingan yang berakhir dengan skor imbang 1-1 itu, Citta mengambil melon yang berisi bendera tuan rumah. Tidak hanya Citta, Euro 2012 pun memunculkan duo ayam jantan yang berasal dari Kebun Binatang Warsawa, Polandia.

Hewan yang diberi nama Gerwazy dan Protazy itu awalnya juga berhasil meramalkan kemenangan Ukraina atas Swedia. Hanya saja dalam laga berikutnya, dua ekor ayam tersebut meleset dalam memprediksi pertandingan Prancis kontra Inggris. Serta Polandia yang diprediksi akan menjadi kampiun Euro 2012.

Dalam perhelatan Piala Dunia kali ini, tercatat ada beberapa hewan yang diprediksikan akan membuat booming dunia lewat prediksinya siapa yang akan menjadi pemenang dalam edisi 2014 ini.

Untuk Piala Dunia kali ini, tampaknya hewan yang akan diserahi kehormatan menjadi peramal adalah seekor bayi panda. Seperti dilansir oleh The Australian, bayi panda yang berasal dari provinsi Sichuan itu telah diundang untuk meramalkan seluruh pertandingan.

Metode yang akan digunakan pun ternyata tidak jauh berbeda dengan Paul. Bayi panda tersebut akan memilih makanan yang telah ditempel dengan bendera negara yang akan bertanding. Ataupun memanjat pohon yang juga telah diberikan tanda bendera negara-negara kontestan ajang yang dulu bernama Piala Jules Rimet itu.

Baca Juga :  "Kenekatan" Wenger Mengubah Sejarah

Selain itu, seekor gajah bernama Nelly yang berasal dari Taman Serengeti di Hodenhagen, Jerman, memprediksi bahwa Ghana akan menderita kekalahan dari Jerman. Dengan statistik ramalannya, dimana dia berhasil meramal 30 dari 33 pertandingan, banyak kalangan merasa yakin bahwa prediksi tersebut akan menemui sasaran.

Menarik untuk disimak, apakah Panda serta Nelly tersebut akan mampu merebut mahkota Paul sebagai raja hewan peramal? Ataukah kiprahnya menjadi guyonan seantero jagad karena salah dalam memberikan ramalannya? (apu/jpnn)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*