Hidayat Batubara-Dahlan Hasan Nasution Janjikan Pendidikan Dan Kesehatan Gratis

9717737c93ebf6b5d0d72c05b31f177808eae27 Hidayat Batubara Dahlan Hasan Nasution Janjikan Pendidikan Dan Kesehatan Gratis
Foto: Pasangan Calon Bupati Madina HM Hidayat Batubara dan Drs.H.Dahlan Hasan Nasution

MADINA- Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Madina nomor urut 6, Hidayat Batubara-Dahlan Hasan Nasution menjanjikan pendidikan gratis begitu juga dengan kesehatan. Itu sesuai dengan visi dan misi yang mereka usung. Menurut pasangan ini, kemenangan mereka yang diusung PKS, PKB, dan PPP ini merupakan kemenangan seluruh masyarakat Madina. Oleh sebab itu, Hidayat-Dahlan berkomitmen untuk mengembalikan kekuasaan pimpinannnya kepada seluruh masyarakat dengan cara berupaya semaksimal mungkin untuk sejahterakan masyarakat.

“Artinya, kami selaku pasangan calon bupati telah sepakat akan mengabdikan diri kepada seluruh masyarakat Madina. Sebab, kemenangan ini adalah milik rakyat dan kami hanya selaku alat untuk memperoleh kejayaan bagi masyarakat,” sebut HM Hidayat Batubara kepada wartawan di Posko Tim pemenangannya, Panyabungan, Selasa (26/4).
Dijelaskan Hidayat, ia bersama Dahlan Hasan Nasution bila dipercaya sebagai Bupati dan Wakil Bupati di Madina, akan berusaha memangkas birokrasi di Pemkab Madina yang masih dianggap kurang efektif dan efisien.

“Kita akan bangun Kabupaten Madina dengan memberdayakan potensi yang kita miliki. Caranya adalah dengan mendatangkan investor-investor, Madina ini kaya. Jadi, dengan kekayaan SDA itu kita harapkan akan sejahterakan masyarakat. Tak usah kita berpikir minta-minta ke pemerintah pusat, kalau kita semua memiliki niat yang ikhlas saya yakin program kita terealisasi segera,” sebut Hidayat yang didampingi Ketua Tim Pemenangan, Khoiruddin Faslah Siregar.
Disampaikannya, bahwa perolehan suara Hidayat-Dahlan merupakan suata bukti bahwa harapan masyarakat untuk perbaikan Madina sangat besar. “Saya akan jaga amanah ini. Saya cukup terharu dengan amanah yang diberikan kepada kami berdua, tetapi alangkah bagusnya bila seluruh masyarakat sejalan dengan pembangunan yang diprogramkan nantinya. Artinya, saran dan masukan dari seluruh kalangan masyarakat sangat kami dambakan,” ujarnya sambil mengatakan bahwa apabila ditetapkan sebagai Bupati dan Wakil Bupati keduanya akan membuka Posko Layanan Keluhan Masyarakat nantinya.

Saat ditanyai METRO terkait aplikasi visi-misi selagi masa kampanye pada pemilukada tahun lalu, yakni pendidikan gratis, kesehatan gratis dan membuka lapangan kerja baru, Hidayat menegaskan bahwa dirinya bersama Dahlan Hasan akan berupaya dalam waktu 100 hari, pasangan ini optimis akan bisa merealisasikannya. “Program pendidikan gratis, kesehatan gratis merupakan program pemerintah pusat. Namun kita punya program tersendiri untuk objektif. Selama ini program itu masih kurang maksimal. Dan untuk membuka lapangan kerja baru ini adalah prioritas utama kami, dan dalam kurun waktu selama 100 hari masa kepemimpinan kami. Insya Allah itu akan terealisasi,” tambahnya.

Hidayat juga mengaku siap duduk bersama dengan pasangan calon lain untuk membicarakan langkah-langkah dan program pemerintah apabila Hidayat-Dahlan dilantik menjadi kepala daerah di Kabupaten Madina. “Saya sangat berterima kasih atas dukungan dari seluruh masyarakat Madina sehingga kami memperoleh suara terbanyak. Meskipun begitu kami sepakat siap duduk bersama dengan pasangan calon yang lain bagaimana untuk membangun Madina. Janganlah hasil demokrasi ini kita buat menjadi perpecahan, karena setiap kompetisi itu pasti ada menang kalah. Itulah demokrasi,” tambahnya.

Baca Juga :  Penerima Kalpataru Akan Kembalikan Penghargaan

Sementara itu, wakilnya, Dahlan, memohon dukungan dan doa dari seluruh lapisan masyarakat baik secara individu maupun kelembagaan terutama kepada pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati lainnya agar Madina sejahtera seperti yang didambakan masyarakat. “Sebenarnya masih ada beberapa tahapan lagi yang harus dilewati sebelum ditetapkan atau dilantik. Jadi kita semua harus saling mendukung untuk terciptanya kenyamanan demi kesejahteraan masyarakat Madina,” sebut Dahlan.

Kawal Kemenangan Hidayat-Dahlan
Sementara itu, Dewan Koordinasi Cabang (DKC) Gerakan Pemuda Kebangkitan Bangsa (Garda Bangsa) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menegaskan siap mengawal kemenangan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Madina, HM Hidayat Batubara-H Dahlan Hasan Nasution hasil coblos ulang 24 April lalu.

Ditegaskan Ketua DKC Garda Bangsa Edi Anwar Nasution, kepada METRO, jumlah suara yang diperoleh pasangan tersebut memang hasil demokrasi yang sesuai. Sebab, selama proses coblos ulang terlaksana, DKC Garda Bangsa telah melakukan pengawalan baik selama tahapan, pemilihan hingga penetapan pemenang. “Kami berkomitmen akan mengawal kemenangan Hidayat-Dahlan. Ini merupakan hasil demokrasi coblos ulang yang bersih, jujur dan adil serta bermatabat. Pasalnya dari pantauan yang kami lakukan tak ada satupun pelanggaran yang terjadi,” sebut Edi yang juga salah seorang anggota DPRD Madina dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa.

Namun, disampaikan Edi bahwa kemenangan tersebut harus dikawal semaksimal mungkin untuk menghindari terjadinya riak-riak politik yang menciderai demokrasi atau hasil dari coblos ulang. Garda Bangsa dikatakan Edi siap di garis depan dalan mengawal hasil demokrasi dan kemenangan Hidayat-Dahlan. “Kami tak mau pilihan rakyat dan kemenangan pasangan ini dicederai oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab, mengingat ini adalah pilihan rakyat dan juga kemenangan rakyat. Dan apapun bentuk yang dilakukan oleh oknum-oknum yang berusaha merusak hasil demokrasi ini, Garda Bangsa siap untuk membela rakyat baik dengan upaya apapun,” tambah Edi.

Edi mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap menjaga kondusifitas dan stabilitas terutama soal keamanan di tengah-tengah masyarakat dan warga juga jangan terprovokasi apabila ada oknum-oknum yang berupaya untuk menciderai hasil coblos ulang ini. Kepada pasangan Hidayat-Dahlan, Garda Bangsa mengucapkan selamat atas kemenangan atau perolehan suara hasil coblos ulang.  “Masyarakat berharap dengan adanya pemimpin yang depenitif akan mempercepat pembangunan di Madina, dan apa yang menjadi visi-misi terealisasi sehingga amanah masyarakat itu tetap terjalankan,” ujarnya mengakhiri.

Hal senada juga disampaikan sejumlah Organisasi Kepemudaan (OKP) dan Organisasi Masyarakat Islam. Kemenangan Hidayat-Dahlan pada yang memeroleh suara sebanyak 115,298 atau sekitar 72 persen dari jumlah suara sah merupakan benar-benar perolehan yang murni tanpa ada pelanggaran. Hal itu dikatakan 7 organisasi yang tergabung ke dalam Jaringan Masyarakat Pemantau Pemilukada Ulang (JAMPPU) Madina yakni Madina Institute, PP Gabema Madina, GM Kamus Madina, PC PMII Madina,PC IPNU Madina, BEM BLU-STAI Madina, PMP Madina yang dikoordinatori  Direktur Eksekutif Madina Intitute, M Alhasan Nasution didampingi pimpinan ke tujuh OKP dan Mahasiswa tersebut.

Menurut M Alhasan Nasution, berdasarkan pantauan mereka (7 organisasi, red) selama tahapan proses coblos ulang berlangsung hingga pelaksanaan pemilihan tak ada satupun pelanggaran yang ditemukan di lapangan. Pihaknya, telah bekerja sejak sebulan sebelum coblos ulang dengan melakukan pantauan di lapangan langsung turun ke desa-desa.
Oleh sebab itu, dikatakan pimpinan orrganisasi ini, kemenangan Hidayat-Dahlan itu memang murni pilihan masyarakat tanpa sedikitpun yang memengaruhi atau melakukan pelanggaaran. Karena, JAMPPU Madina dikatakan Alhasan siap mengawal siapapun yang menang dalam proses coblos ulang ini.

Baca Juga :  Peringatan Hari Anti Korupsi se-Dunia, GEMrAK dan FK-P4 KBK Gelar Aksi Simpatik

NU : Trims Atas Partisipasi Warga Nahdiyyin
PC Nahdhatul Ulama (NU) Kabupaten Madina menyampaikan terima kasih kepada segenap kader, warga dan pengurus PC NU Madina yang tetap partisipasi atas pelaksanaan coblos ulang Minggu (24/4) lalu. “Ini berarti warga NU Madina masih menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi dengan memberikan hak suaranya,” kata Ketua PC NU Madina, Drs H Zainal Arifin MM kepada METRO, di kantor Kemenag Madina, Selasa (26/4).

Dijelaskan Zainal, sebelum pelaksanaan coblos ulang pihaknya telah mengimbau kepada seluruh kader dan warga Nahdiyyin supaya tetap menyalurkan dan menggunakan hak pilihnya dalam pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Madina mengingat memilih pemimpin yang dinilai tepat untuk memimpin suatu daerah merupakan keharusan bagi segenap umat Islam.

Belum Ditemukan Pelanggaran
Sementara itu, Ketua Panwaslukada Madina M Ikbal Nasution menegaskan pihaknya belum menemukan pelanggaran selama tahapan proses coblos ulang berlangsung. “Pada coblos ulang, Minggu pagi (24/4), memang ada laporan dari PPS setempat, yakni ditemukan kertas suara lebih masih dalam kemasan, tepatnya di TPS 3 Dalan Lidang Panyabungan. Di dalam paket itu ada kertas suara sebanyak 271 ditambah 7 cadangan yang masih rapi, dan langsung kita amankan kemudian setelah diproses. Itu belum masuk pelanggaran, mungkin terjadi kesilapan dari KPU,” terang Ikbal, Selasa (26/4).

Ketua KPU Madina Jefri Antoni SH saat dihubungi METRO membenarkan bahwa temuan Panwas itu merupakan kesilapan KPU sewaktu dalam pengemasan logistik. “Sebenarnya saat temuan itu masih di dalam wewenang KPU karena belum digunakan oleh pemilih. Saat itu juga KPU telah memerintahkan seluruh PPK dan PPS untuk memeriksa apakah ada yang kurang atau lebih supaya dilaporkan, ternyata memang ada. Temuan Panwas itu bukan pelanggaran melainkan kesilapan saat pengemasan,” sebut Jefri.(wan/ann)

Sumber: metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*