Hiddink: Abramovich Kingkong

Pelatih Guus Hiddink pernah belajar soal gorila di Uganda sebelum melatih Chelsea. Selama tiga setengah bulan di Chelsea, dia menyadari bahwa pemilik klub Roman Abramovich benar-benar “kingkong” (raja gorila) di Stamford Bridge yang menentukan segalanya.

0525544p Hiddink: Abramovich Kingkong
Guus Hiddink (kiri) saat masih melatih Chelsea bersama pemilik klub Roman Abramovich

Pernyataan itu disampaikan Hiddink menanggapi situasi Chelsea yang sedang bermasalah di kompetisi karena sering mengalami kekalahan. Banyak pihak menilai, buruknya performa Chelsea karena keluarnya asisten pelatih Ray Wilkins. Hiddink menduga, keluarnya Wilkins atas instruksi Abramovich, bukan pelatih Carlo Ancelotti. Sebab, dia benar-benar memosisikan diri sebagai raja di Chelsea dan sering ikut campur dalam banyak hal.

“Hierarki di klub harus jelas. Dalam beberapa hal harus jelas, siapa yang benar-benar berwenang dan siapa yang benar-benar menjadi bos,” kata Hiddink kepada Daily Mirror.

Sebelum melatih Chelsea pada tahun 2009, Hiddink liburan ke Uganda. Dia berkesempatan mempelajari gorila di hutan negeri itu. Menurutnya, dia mendapat banyak pelajaran dari para gorila itu.

“Saya senang melihat dan mempelajari gorila-gorila terbesar. Anda bisa membandingkan dunia mereka dengan dunia sepak bola. Mereka berdiri dan memukul dada, kemudian membuat suara ribut untuk menunjukkan bahwa dia pemimpin,” jelas Hiddink.

“Ini sebuah metafora. Hal ini benar-benar terjadi dalam kehidupan normal di sepak bola,” tambahnya.

Dia kemudian menganalogikan hal itu dengan Chelsea. “Ketika John Terry (kapten, Red) berbicara, para pemain lain akan mendengarkan. Dia pemain Chelsea tulen. Saya mengingat betul hal itu ketika baru masuk ke Chelsea setelah ke Afrika belajar gorila,” terangnya.

Baca Juga :  De La Rosa Merasa Kian Baik

“Ketika latihan pertama, saya melihat siapa saja yang pantas jadi pemimpin. Saya lihat hal itu ada dalam diri John Terry, Frank Lampard, dan Didier Drogba. Saya berharap mereka berkompetisi untuk menjadi pemimpin tim. Tetapi, itu tak terjadi dan cukup mengagetkan saya,” akunya.

“Kapten adalah pemimpin alamiah. Saya pikir akan ada masalah jika hanya bergantung pada kepemimpinan Terry. Tetapi, ternyata tidak. Begitu Terry berdiri dan berbicara, maka semua akan diam. Artinya, selalu ada hierarki dalam tim,” lanjutnya.

Lalu siapa bos terbesar yang menentukan segalanya di Chelsea, Hiddink berpendapat, orangnya tetap Roman Abramovich. Sang pemilik klub itu menentukan segalanya. Dia adalah kingkong  di Chelsea yang tak seorang pun berani melawannya. (kompas.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*