Hindari Kemacetan Jelan Lebaran – Perbaikan Jalan Merdeka Sidimpuan Dikebut

PEKERJA perbaikan jalan sedang mengelupas lapisan aspal jalan yang rusak di Jalan Merdeka Kota Psp, Sabtu (19/7) malam. (Samman Pohan/Metro Tabagsel)

SIDIMPUAN- Perbaikan jalan yang ada di Kota Padangsidimpuan mulai dikebut. Sesuai amatan METRO, untuk jalan-jalan yang ramai dilalui kendaraan pada musim mudik ini, perbaikan dilakukan malam hari. Hal itu untuk menghindari kemacetan lalu lintas yang bisa terjadi saat perbaikan dilakukan siang hari.

Pengawas Bina Marga Dinas PU Kota Psp Arif mengatakan, perbaikan jalan yang dikerjakan pada malam hari itu sengaja dilakukan untuk menghindari kemacetan lalu lintas. Seperti perbaikan Jalan Merdeka yang dilakukan pada Sabtu (19/7) malam. Selain menghindari macet, juga dikarenakan siang hari pekerja melaksanakan ibadah puasa.

“Perbaikan jalan merupakan tugas rutin Dinas PU Bina Marga Kota Psp dengan cara menambal bagian jalan yang berlubang di jalan-jalan kota yang merupakan jalur dengan kepadatan lalu lintas tinggi,” katanya.

Dia melanjutkan, proses perbaikan jalan dimulai dengan proses pegelupasan bagian jalan yang tidak rata dan berlubang. Selanjutnya penambalan jalan dengan aspal.

“Kenapa malam hari? Ya untuk menghindari kemacetan. Kalau siang hari, jalan selalu padat dan pekerjaan juga tidak maksimal. Disamping itu, siang hari kita berpuasa,” terangnya saat memantau proses pengelupasan aspal.

Dia menambahkan, perbaikan jalan-jalan vital yang padat lalu lintas juga bertujuan untuk menghindari tingginya angka kecelakaan dikarenakan jalan rusak. Untuk target penyelesaiannya, kita tidak berpatok hanya saat Lebaran. Perbaikannya tetap memprioritaskan etapi jalan-jalan yang memiliki kepadatan lalu lintas tinggi,” jelas Arif.

Baca Juga :  Kadis PU Palas Tak Tahu Ada Pembukaan Jalan

Masih menurut amatan METRO, perbaikan yang dilakukan rata-rata selesai pada pukul 01.00 WIB dinihari. Selanjutnya perbaikan dilanjutkan esok malamnya.

Sementara Sekjen Forum Aspirasi Masyarakat (Format) RI, Nazaruddin mengatakan, sah-sah saja perbaikan dilakukan pada malam hari. Bisa saja itu dilakukan untuk mengejar target ataupun menghindari kemacetan. Tetapi yang kita harapkan, perbaikan yang dilakukan secara maksimal.

“Yang utama itu hasilnya maksimal, demi kenyamanan pengguna jalan dan menghindari kecelakaan di jalan raya,” katanya tersenyum seraya mengatakan bahwa biasanya gaji pekerja malam itu dihitung lembur dan berbeda dengan gaji kerja siang hari. (mag-01)

Sumber: metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*