Hindari Pembobolan; Nasabah BNI Tabagsel Diimbau Tukar PIN ATM

Sabtu, 23 Januari 2010 – www.metrosiantar.com

Hindari Penggunaan Tanggal, Bulan, dan Tahun Lahir
SIDIMPUAN-METRO; Bank Negara Indonesia (BNI) Cabang Padangsidimpuan (Psp) yang mewilayahi Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) mengimbau nasabahnya untuk selalu menukar nomor PIN Anjungan Tunai Mandiri (ATM) secara berkala, seperti sekali tiga bulan dan lainnya. Hal ini untuk menghindari mana tahu ada yang sudah tahu nomor PIN ATM masing-masing. Nasabah BNI juga diingatkan agar tidak menggunakan nomor PIN sesuai dengan tanggal, bulan, dan tahun lahir.

Demikian disampaikan Pjs Pimpinan BNI Cabang Psp, Try Prasetyo ketika dikonfirmasi METRO di ruang kerjanya, Kamis (21/1) kemarin.

“ATM nasabah bobol, itu tidak pernah terjadi di BNI Cabang Padangsidimpuan yang mewilayahi Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) yang memiliki 1 Cabang Pembantu (Capem) di Panyabungan, Kabupaten Madina sejak dulu hingga saat ini. Alhamdulillah, hal itu tidak pernah terjadi, dan mudah-mudahan tidak akan pernah terjadi,” ujarnya.

Dijelaskan Try Prasetyo, ATM BNI ada alat pengamannya dan selalu dikontrol rutin setiap saat, termasuk dari hal-hal yang mencurigakan yang dipasang orang di dalam mesin ATM, seperti kamera dan sebagainya. Kemudian, terkadang ada juga pihak-pihak lain yang meletakkan brosur di sekitar mesin ATM di luar brosur milik BNI itu selalu diambil dan dibuang, termasuk kertas kecil, semisal resi penarikan atau pengirimpan uang oleh nasabah saat transaksi melalui ATM. “Suatu kewajiban bagi pegawai BNI untuk memungutnya dan membuangnya ke dalam tong sampah. Apa alat pengamannya, kita rahasiakan,” ucap Try Prasetyo.

Disampaikannya, nasabah harus senantiasa merahasiakan nomor PIN ATM-nya, karena nomor PIN inilah kunci semuanya untuk bisa transaksi melalui mesin ATM termasuk juga nomor kartu ATM untuk dirahasiakan kepada orang lain.

Dijelaskannya, meski tekhnologi sekarang ini mudah menggandakan kartu ATM, tapi asalkan nomor PIN ATM nasabah tidak diketahui orang lain, tentu sulit untuk melakukan transaksi melalui ATM. Lalu, PIN milik nasabah yang baru mengurus ATM, selalu di dalam amplop tertutup dan selalu dipesankan, apabila amplop PIN yang diberikan terbuka, untuk segera menukarnya. Kemudian juga selalu membakar nomor PIN yang telah diberikan dan cukup diingat saja. Imbauan yang tidak lupa diingatkan BNI kepada para nasabah agar tidak menggunakan nomor PIN sesuai dengan tanggal, bulan, dan tahun lahir.

“Mana tahu dompet yang berisi KTP dan ATM tercecer, ada orang yang menemukannya, dan mencoba-cobanya memakainya dan memperkiraan PIN bernomor tanggal lahir. Itu selalu kami ingatkan, untuk tidak menggunakan PIN berdasarkan tanggal lahir,” terangnya.

Baca Juga :  Sidimpuan Heboh Video ‘Adegan Panas’ Luna Maya-Ariel Peterpan

Bagi nasabah yang bertransaksi melalui ATM, saat masuk ke mesin ATM dilarang memakai topi dan helm, sehingga bisa diketahui wajah orang yang masuk ke mesin ATM, juga bagi nasabah, jangan mudah percaya orang yang mengaku-ngaku dari BNI, dengan segala upaya seperti menyebutkan rekening nasabah sedang ada masalah dan ujung-ujungnya minta nomor PIN.

“Standar aturan BNI, tidak boleh mempertanyakan PIN nasabah,” pungkasnya.

Di Sibolga, Bank Perketat Monitor ATM

Menyusul sejumlah kasus pembobolan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) sejumlah bank di beberapa kota di Indonesia, maka perbankan di Sibolga dan Tapteng semakin memperketat monitor dan penjagaan agar kasus yang sama tak terjadi. Demikian data dihimpun METRO dari beberapa perbankan di Sibolga dan Tapteng, Kamis (21/1).

Pemimpin Bank Mandiri Cabang Sibolga Danang Indrawanto, mengatakan selama ini pihaknya telah memiliki alat anti skimming (anti sadap) masing-masing di 4 unit ATM yang ada di Sibolga.

“Kegunaannya untuk mengantisipasi terjadi penyadapan dan penyalahgunaan kartu ATM milik nasabah. Selain itu, selama ini bilik ATM dilengkapi Closed Circuit Television (CCTV), yakni sebuah sistem yang mentransmisikan signal TV ke dalam sebuah jaringan monitor yang terbatas dan tidak menyiarkannya untuk konsumsi publik. Sehingga siapapun yang menggunakan ATM, telah direkam CCTV,” ujarnya.

Selain itu, tambah Danang, petugas keamanan Bank Mandiri tetap memonitor dan berjaga-jaga di sekitaran mesin ATM.

“Dengan kontrol rutin yang dilakukan petugas sekuriti, maka kita tetap optimis ATM masih bisa aman,” sebutnya.

Terpisah, Wakil Pemimpin Cabang Bank Sumut Sibolga Burhanudin Siregar menjelaskan, 2 unit ATM di kantor Bank Sumut Sibolga dan Cabang Pembantu di Pandan Tapteng, telah dilengkapi CCTV.

“Selain itu, ada petugas keamanan yang tetap berjaga-jaga untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Selama ini, kita juga belum pernah mengalami kebobolan dari ATM,” ujar Burhanudin.

Sementara Pemimpin Cabang Bank Rakyat Indonesia (BRI) Sibolga Setiyadi melalui H Chairudin Siregar selaku Supervisor Penunjang Bisnis mengatakan, pengamanan di 2 unit ATM yang mereka miliki telah dianggap aman.

“Seperti di ATM lainnya, 2 unit ATM kita di kantor Cabang Sibolga dan kantor unit Pandan juga dilengkapi CCTV. Selain itu, juga ada khusus petugas keamanan yang selalu memonitor peralatan ATM,” kata Chairuddin, seraya menambahkan dalam waktu dekat ini pihaknya akan menambah mesin ATM di kantor unit BRI Pinangsori dan Barus.

Para bankir di Sibolga dan Tapteng pun berharap para nasabah tak khawatir dengan adanya kasus pembobolan ATM di sejulah daerah di Indonesia. Sebab sejauh ini sesuai pengalaman mereka, di Sibolga dan Tapteng belum terjadi pembobolan ATM. Menurut para bankir ini, Sibolga dan Tapteng termasuk daerah yang relatif kondusif.

Baca Juga :  Kegiatan Gotong Royong Masyarakat dan Fasiltator di Kel Hanopan P. Sidimpuan

Mereka juga mengatakan, selama ini pihak bank telah bekerja sama dengan kepolisian untuk mengamankan bank plus ATM. Ditambahkan mereka juga, kemarin tidak ada nasabah yang melakukan rush atau penarikan uang besar-besaran dari bank.

Di Kisaran, Warga Ramai Tarik Uang

Terkait maraknya pemberitaan pembobolan ATM, membuat warga Asahan menjadi resah. Jika dibandingkan dengan hari biasa sebelum kasus pembobolan ATM ramai dibicarakan, aktivitas penarikan uang tunai melalui ATM di kota Kisaran juga mengalami peningkatan walau tidak drastis.

Untuk mengatasi aksi pembobolan Automatic teller machine/Anjungan tunai mandiri (ATM), pihak Polres Asahan siap berkoordinasi dengan pihak terkait. Polres Asahan mengimbau kepada masyarakat Asahan untuk tidak panik.

Kapolres Asahan AKBP Mashudi melalui Kabag Bina Mitra Kompol Zulfikar ketika dihubungi, Kamis (21/1) mengatakan, Polres Asahan siap berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengantisipasi kejahatan pencurian uang seperti yang terjadi di Jakarta baru-baru ini.

Kejahatan ini bisa saja terjadi di Kisaran. Saat ini, di Kisaran sendiri telah banyak bank yang menyediakan mesin ATM guna mempermudah para nasabahnya untuk bertransaksi di luar jam kerja.

“Tidak gampang melakukan pencurian uang melalui ATM. Namun demikian polisi sebagai pelindung masyarakat akan berusaha semaksimal mungkin melindungi masyarakat dari segala tindakan kriminal termasuk pencurian uang nasabah melalui ATM,” ucapnya.

Zulfikar meminta kepada masyarakat untuk lebih waspada dan berhati – hati bila mengadakan ternsaksi melalui ATM, jangan sampai ada orang lain yang mengetahui nomor pin ATM-nya. Karena dengan keahlian serta kecanggihan peralatan elektronik, mungkin saja kasus pembobotan ATM bisa terjadi di Kisaran. (neo/kta/mag 02)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*