Hipnotis Marak di Madina

PANYABUNGAN – Masyarakat Mandailing Natal diminta untuk lebih berhati-hati, apalagi jangan membawa uang berlebihan serta barang berharga lainnya ke pasar tradional, sebab belakangan ini aksi penipuan bermodus hipnotis mulai marak di Madina.

Menurut data yang dihimpun, dari  Polsek Kotanopan dan Polres Madina dalam seminggu ini sudah dua kali terjadi penipuan bermodus hipnotis. Pertama terjadi di Kotanopan, Sabtu (25/9) dengan korban bernama Asrah, 50, warga Desa Hutagodang, Kecamatan Ulu Pungkut dengan kerugian diperkirakan 16 juta.

Pelakunya sebanyak 2 orang berhasil ditangkap beberapa jam di Sumatera Barat tepatnya di daerah Lubuk Sikaping.

Sumber di Polsek Kotanopan, pelakunya saat ini sedang di amankan di Polsek Lubuk Sikaping Sumatera Barat karena kedua tersangka juga tersangkut kasus yang sama di daerah tersebut. “Anggota kita sedang kita kirim kesana untuk melengkapi BAP nya”, ujar Kapolsek Kotanopan AKP Zufri Siregar, saat di konfirmasi, pagi ini.

Sedangkan kejadian kedua terjadi Kamis (30/09) di Pasar Baru Panyabungan dengan korban H. Muhammad Fahruddin Nasution  pemilik toko Emas Indah Jaya Panyabungan dengan tersangka 4 orang, 3 orang berhasil dibekuk.

Kerugian memang tidak ada karena berhasil ditangkap warga sekitar saat tersangka  membawa kabur emas sebanyak 30 gram. Saat ini ketiga tersangka diamankan di Mapolres Madina untuk di mintai keterangan.

Salah seorang tokoh masyarakat Mandailing Natal Sangkot Syukur, meminta masyarakat agar lebih waspada terhadap penipuan bermodus hipnotis ini.

Baca Juga :  Jika Terbukti Ada Dugaan Pelanggaran Penerimaan CPNS 2010 - BKD Padangsidimpuan Siap Hadapi Proses Hukum

Sumber: http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=146965:hipnotis-marak-di-madina&catid=15:sumut&Itemid=28

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 12 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*