HPN 2011 – Pers Perlu Awasi Kekuasaan agar Tidak Korup

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan, pers perlu terus mengontrol jalannya kekuasaan agar tidak korup dan dimanfaatkan secara berlebihan.

Hal itu dikatakan Presiden pada puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2011 di Kupang, Rabu (9/2).Kontrol yang dilakukan oleh pers, kata Presiden, memungkinkan kekuasaan dijalankan baik dan benar.

Menurutnya, penguasa cenderung melakukan penyimpangan. Jika kekuasaan itu amat absolut, penyimpangan yang terjadi semakin besar.

Presiden menekankan perlunya kontrol pers guna menjaga keseimbangan pemerintahan, menciptakan stabilitas politik dan keamanan.

Kekuasaan tidak boleh berjalan tanpa kontrol. “Kekuasaan mesti dikontrol oleh kekuasaan yang lain,” katanya.

Menurut Presiden, kekuasaan yang terkosentrasi pada eksekutif dan militer, disebabkan check and balance kurang berjalan dengan baik.

Di masa sekarang, presiden dan pemerintah bukan satu-satunya kekuasaan. Kekuasaan ada di banyak tempat seperti parlemen, lembaga swadaya masyarakat, pers dan masih banyak lagi.

“Saya berpendapat, siapa pun pemegang kekuasaan, harus digunakan secara tepat dan tidak salah gunakan,” katanya.

Sebelumnya, Ketua PWI Margiono mengatakan, sebagian besar perusahaan pers di Indonesia masuk kategori kurang baik. Hanya 10 persen perusahaan pers masuk kategori sehat.

“Data dari Dewan Pers ada 900 media di Indonesia. Dari 900 penerbitan yang sehat hanya 10 persen. Yang baik, 20 persen, yang cukup 30 persen, dan kurang 30 persen, dan sisanya buruk sekali,” ujarnya.

Baca Juga :  "Crop Circle" Ketiga Muncul di Magelang

Menurut Margiono, salah satu ciri sebuah perusahaan media kategori baik adalah bila perusahaan media mempekerjakan wartawan secara profesional. “Yang banyak adalah yang kurang dan tidak baik.

Lembaga pers berkonsentrasi memperbaiki profesionalisme wartawan,” terangnya.

Peringatan HPN 2011 di Kupang, NTT selain dihadiri Presiden SBY, Ibu Negara Any Yudhoyono, Ketua Dewan Pers Bagir Manan, hadir juga sejumlah tokoh pers dan pimpinan media massa.(HArian Global)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*