Hujan Abu Vulkanik Landa Lima Kecamatan

hujan abu vulkanik landa lima kecamatan 171209 1 Hujan Abu Vulkanik Landa Lima Kecamatan
(Analisa/didik sastra) BAGIKAN MASKER: Tim Satgas gabungan TNI-AD dan BPBD Karo membagikan masker kepada warga dan menyiram jalan yang tertutup debu vulkanik Sinabung.

Karo,  Hujan debu vulkanik disemburkan Gunung Sinabung Tanah Karo melanda lima kecamatan dengan ketebalan 2 milimeter, Selasa (15/9) pukul 08.40 WIB.

Lima kecamatan yang diguyur debu vulkanik, yakni Kecamatan Namanteran, Simpang Empat, Merdeka, Berastagi dan Kecamatan Kabanjahe.

Akibat hujan debu hingga satu jam lebih itu, warga banyak memutuskan tidak beraktifitas di luar rumah, kata Samin Tarigan (56).

Dia mengatakan, guyuran debu membuat jarak pandang terhalang dan sesak nafas, sehingga membuatnya mengurungkan niat meneruskan kegiatan di ladangnya.

Turunnya debu, selain mengganggu aktivitas warga juga menggangu proses belajar mengajar. Pantauan Analisa di Kecamatan Simpang Empat, pelajar SMPN 2 dan 1 terpaksa dipulangkan cepat pihak sekolah.

Kepala Tim Tanggap Darurat Sinabung dari PVMBG, Agus B mengatakan, hujan debu terjadi karena Gunung Sinabung mengalami erupsi, pukul 08.20 WIB diawali suara dentuman dan kolom asap letusan disertai luncuran awan panas ke arah tenggara timur.

Tinggi kolom asap mencapai 3.000 meter dan jarak luncuran awan panas sejauh 4.000 meter ke Tenggara Timur. Secara visual munculnya kilat sebanyak enam kali, dentuman enam kali.

Setelah itu, hujan debu turun dengan ketebalan 2 milimeter dengan angin bertiup ke Tenggara Timur. Gempa tremor teramati 0,5-3 mm, gempa tercatat pukul 08.20 WIB durasi 337 detik, kata Agus B kepada Analisa saat dikonfirmasi di Pos Pemantau Gunung Api Desa Ndokum Seroga Kecamatan Simpang Empat.

Baca Juga :  Keputusan Dahlan Iskan Akibatkan Krisis Energi di Sumut

Status Gunung Sinabung masih awas (level IV) untuk radius berbahaya, PVMBG tetapkan 7 Km Timur Tenggara termasuk Kota Tonggal, Kuta Tengah. Erupsi disebabkan hujan terus terjadi, warga diminta memakai masker guna hindari penyakit pernafasan akut disebabkan debu vulkanik yang masuk lewat saluran pernafasan.

Waspadai banjir lahar saat musim penghujan bagi warga tinggal di aliran sungai hulu Sinabung, karena tonase lahar bisa menyeret benda apapun yang dilewatinya.

Bagi warga usahakan segera bersihkan debu vulkanik di atap rumah dan tanaman yang terkena, karena debu mengandung zat belerang dan lainnya dipastikan dapat merusak, kata Agus.

Antisipasi dampak erupsi agar tidak menimbulkan korban jiwa akibat kelalaian warga, tim Satgas dari TNI AD Kodim 0205/TK melakukan razia ke portal zona merah dikomandoi Letkol Agustatius Sitepu.

Selain razia portal, tim Satgas membagi-bagikan masker kepada warga dan anak sekolah serta menyiram debu di jalan di Simpang Empat.

Pematangsiantar

Wilayah Kecamatan Silimakuta, Purba, Dolok Pardamean, Dolok Panribuan dan Raya,Kabupaten Simalungun, juga terpapar debu vulkanik kiriman dari Gunung Sinabung,selama hampir 1 jam, Selasa (15/9).

Menurut salah seorang warga di Kecamatan Raya, J Saragih (41), debu vulkanik mulai pukul 09.00 WIB dan semakin parah hingga pukul 10.00 WIB.Namun mendekati pukul 11.00 debu vulkanik yang menyelimuti Kota Raya sudah berkurang.

Dia menambahkan, akibat debu vulkanik itu warga khususnya petani banyak yang menghentikan aktivitasnya untuk sementara dan memilih tetap berada di dalam rumah atau kantor,dan kembali memulai aktivitasnya menjelang siang.

Baca Juga :  Blogger Kutip Sampah di Gunung Sibayak

Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tuan Rondahaim Saragih membagikan sekitar 2500 masker kepada masyarakat dan pegawai negeri sipil (PNS) yang bertugas di satuan kerja perangkat daerah (SKPD) saat debu vulkanik menyelimuti kecamatan Raya.

Debu vulkanik Sinabung juga melanda wilayah Kecamatan Dolok Pardamean dan Dolok Panribuan yang membuat warga menghentikan kegiatan di luar rumah, menghindari debu itu. (dik/ps/ama)


(Analisa).

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*