Hujan Disertai Angin Kencang Masih Ancam Sumut

MEDAN (Berita):Hujan lebat disertai angin kencang masih berpeluang terjadi di kawasan Kota Medan, hingga sepekan ke depan. Karenanya, BMKG Wilayah I Stasiun Bandara Polonia Medan, kemarin mengingatkan warga Kota Medan agar meningkatkan kewaspadaan seminggu ke depan, karena akan terjadi angin kencang dan hujan lebat di kawasan Medan dan sekitarnya.

“Kawasan Medan akan berawan, gerah akan diselingi hujan lebat,” kata Hartanto, Kepala data dan Informasi (Datin) BMKG Wilayah I Stasiun Bandara Polonia Medan. Data pada BMKG menunjukkan, suhu udara pada akhir Oktober 2011 juga meningkat mencapai 33 hingga 34 derajat celcius pada siang hari, menyebabkan berpotensi munculnya hujan secara tiba-tiba (seporadis).

Kalau beberapa hari muncul panas pada siang hari, semenetara pada sore dan malam hari bakal terjadi hujan intensitas tinggi, dengan demikian Sungai Deli bahkan Sungai Babura bakal meluap lagi.Menurut Hartato, saat ini kawasan Sumatera Utara baik di pesisir timur seperti Medan, Deli Serdang, Langkat dan Asahan sedang memasuki musim penghujan. Demikian juga kawasan pesisir barat seperti Madina dan Sibolga.

Begitupun pejabat BMKG berulang kali mengingatkan warga Medan dan sekitarnya bakal terjadi angin kencang disertai hujan lebat dalam beberapa hari ke depan.
Bahkan, potensi angin kencang masih mengancam sebahagian besar wilayah di Sumatera Utara hingga akhir bulan Oktober.

Angin kencang khususnya di wilayah pesisir timur seperti Medan, Langkat dan Deli Serdang masih sangat berpeluang terjadi selama musim penghujan ini.    “Perlu diwaspadai karena kecepatan angin dapat mencapai 30 knot atau sekitar 50 Km/jam,” ujarnya.

Baca Juga :  Setahun 1552 Tewas Laka Lantas di Sumut

Bahkan kata Hartanto, saat ini kondisi perairan masih bergejolak hingga beberapa hari kedepan, sementara tinggi gelombang laut di kawasan Selat Malaka 1 hingga 1,5 meter, sementara di pesisir barat seperti perairan Nias dan Sibolga  mencapai 2 meter. Kalau kondisi perairan di pesisir barat ini masih bergejolak, diperkirakan akan mengganggu aktivitas nelayan-nelayan kecil/tradisioan mencari ikan di laut lepas.(yen)

beritasore.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*