Hukuman Koruptor Bersihkan Kakus Saja

Taufik Hidayat – Okezone

JAKARTA – Tidak adanya efek jera bagi para pelaku korupsi, membuat para pengamat tak habis pikir. Harus ada solusi lain, agar pelaku korupsi berkurang. Salah satunya hukuman sosial.

Usul diberikannya hukuman sosial bagi para pelaku koruptor tersebut, diungkapkan Sosiolog Universitas Indonesia, Thamrin Amal Tamagola usai diskusi Polemik Trijaya yang bertema “Mimpi Berantas Korupsi” di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (10/4/2010).

Sebelumnya Ketua Masyarakat Profesional Madani Ismed Hasan Putro di tempat yang sama mengusulkan hukuman mati bagi para koruptor, tanpa ada pemberian remisi. Namun hal itu tidak disepakati oleh Thamrin.

Menurutnya akar korupsi berasal dari ekonomi, politik, dan budaya. Sehingga harus dimatikan dari titik tersebut, yakni memutus tali temali jaringan sosialnya.

“Itu butuh strategi, mulai dari mafia hukum, pajak, kejaksaan, pengadilan, mafia proyek, mafia pelayanan publik, dan mafia narkoba,” tuturnya.

Hukuman sosial untuk para koruptor ini, lanjut Thamrin, berupa pemakaian baju tahanan bertuliskan tahanan korupsi. “Hukuman membersihkan toliet, seperti di mal-mal, menyapu jalanan. Itu akan memalukan koruptor,” sebutnya.(hri)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*