Huruf i pada iWatch, iPad, dan Seterusnya

HT1665 made for ipad 001 en Huruf i pada iWatch, iPad, dan SeterusnyaApa yang sebenarnya terjadi dengan huruf ‘i’? Apple, perusahaan yang didirikan oleh mendiang Steve Jobs, sejak lama telah mengooptasi alfabet ke-9 ini. Lihatlah: mulai dari iMac (1998), iPod, iPhone, iOS, iTunes, iPad, iMovie, dan kini iWatch–arloji ‘cerdas’ yang ditunggu-tunggu. Daftar ini niscaya akan terus bertambah, bila spirit keras kepala, pantang menyerah, dan terus berinovasi masih menyala di lingkungan perusahaan Apple sehingga tetap melahirkan produk-produk baru.

Ketika dilekatkan pertama kali pada Mac(intosh), komputer andalan Apple yang berbasis Mac Operating System, huruf i mengisyaratkan bahwa iMac dirancang sebagai komputer yang mudah untuk mengakses Internet. Ini membedakan produk tersebut dari beberapa versi Mac sebelumnya. Tanpa floppy drive, yang saat itu menjadi perlengkapan standar komputer, iMac dikritik di media massa. “iMac sederhana, elegan, tanpa floppy—dan kiamat,” tulis Hiawatha Baray dalam Boston Globe pada Mei 1998.

Baray keliru. Sebagai salah satu komputer pertama yang menggunakan USB, iMac melampaui apa yang dibayangkan banyak orang ketika itu. Bahkan, komputer Apple ini mampu menciptakan komunitas Mac yang fanatik, yang bangga pada produk yang mereka gunakan, yang menunggu apa lagi yang bakal dikeluarkan Apple. Dengan membubuhkan prefiks i, Apple ketika itu seolah mengatakan bahwa iMac punya karakter internet-friendly di saat pengguna kesulitan memakai komputer lain untuk membuat koneksi internet.

Walkman dan compact disc menjadi ketinggalan tatkala iPod muncul. Dalam ukuran mungil, iPod mampu menyimpan puluhan lagu dan segera menyita perhatian publik. Namun, titik awal iPod, menurut Jobs, bukanlah hard drive yang mungil, melainkan pengalaman pengguna. Dalam warna-warni yang khas pilihan Apple, iPod laku keras. Secara perlahan, dengan prefiks i, produk ini dikesankan membentuk pengalaman iNDIVIDUAL.

Baca Juga :  2011, Akhir Era PC

Gagasan yang sama melatari iTunes. Toko musik online ini diluncurkan pada 2001, dan juga mengundang pertanyaan yang mirip seperti yang diajukan ketika iMac muncul: Bagaimana iTunes sanggup bersaing dengan pembajakan? Mengapa orang bersedia mengeluarkan $1 untuk sebuah lagu di saat mereka bisa mengunduhnya tanpa bayar? “Pengalaman pelanggan,” jawab Jobs.

iTunes menjadi pasangan iPod yang tepat, yang memadukan keindahan perangkat keras, kecanggihan peranti lunak, dan layanan online yang mengesankan. Dengan sekali klik, pelanggan bisa mengunduh lagu dari toko iTunes dan memperdengarkannya di iPod. Begitu sederhana—tetapi telah membuat banyak toko musik gulung tikar.

Sederhana memang merupakan aspek yang ditekankan Jobs dalam produk-produk Apple. Dari sudut pandang pengguna (outside-in), sebuah teknologi hendaknya mudah dipakai. Alangkah lucunya bila sebuah produk yang dimaksudkan untuk menghibur ternyata ribet penggunaannya.

Kesederhanaan itu pula yang dimunculkan pada nama produk. Seluruhnya dimulai dengan huruf i. Sebuah identifikasi yang mudah bahwa produk dengan huruf awal i pada mereknya adalah hasil karya orang-orang yang berhimpun di Apple. Dengan kooptasi seperti ini, maka huruf i kecil di depan telah berada di luar jangkauan produsen lain. Huruf i seolah sudah menjadi identitas produk-produk Apple sekarang dan mendatang. Huruf ini bisa pula ditafsirkan sebagai manifestasi individual seperti i, my, atau me dalam kosakata Inggris: iPad bermakna Pad milikku.

Baca Juga :  Vinci, Komputer Tablet untuk Balita

Huruf i pada produk-produk Apple barangkali memang dimaksudkan sebagai ‘terkoneksi’ dengan Internet, sebab sekarang memang era world wide web. Tapi, huruf itu juga bisa ditafsirkan sebagai inspirasi, ide, inisiatif, inovasi, individual, kata-kata yang sejauh ini menjadi spirit yang menggerakkan Apple. Begitukah Tuan iJobs? Sayangnya, mendiang Jobs tidak pernah menjelaskan mengapa ia memakai huruf i kecil untuk brand produknya. ***

Disalin dari-(blog.tempointeraktif.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*