HUT ke-61 Tapsel, Ratusan Balon Dilepas

TAPSEL- Pemkab Tapsel memeringati Hari Ulang Tahun ke-61, di pertapakan kantor bupati, Kecamatan Sipirok, Kamis (24/11) kemarin. Peringatan HUT Tapsel ini, ditandai dengan pelepasan balon ke udara dan pemotongan tumpeng.

1511001583cda843de294e172c402bba4c9be006 HUT ke 61 Tapsel, Ratusan Balon Dilepas
MELEPAS BALON: Bupati Tapsel Syahrul Pasaribu dan nyonya didampingi muspida plus dan undangan lainnya melepas balon gas pada puncak peringatan HUT ke-61 Tapsel, kemarin.

Selain kegiatan itu, dalam peringatan yang mengusung tema awal kemandirian menuju kesejahteraan ini, juga diserahkan bantuan ke berbagai kalangan dan kelompok, pemberian penghargaan kepada yang berprestasi, serta peresmian proyek pembangunan sumber dana PNPM 2011.

Bupati Tapsel Syahrul Pasaribu dalam amanatnya HUT ke-61 ini mengisahkan bagaimana hari jadi Kabupaten Tapsel jatuh pada 24 November.

Pada zaman penjajahan Belanda, Tapsel disebut sebagai Afdeeling Padangsidimpuan (Psp) yang dikepalai seorang Residen dan berkedudukan di Psp. Afdeeling Psp dibagi dalam tiga onder afdeeling, Angkola Sipirok, Padang Lawas, dan Mandailing Natal. Masing-masing Onder Afdeeling dikepalai seorang Contreleur dan dibantu para Demang.

Onder Afdeeling Angkola Sipirok berkedudukan di Psp, Onder Afdeeling Padang Lawas berkedudukan di Sibuhuan dan Onder Afdeeling Mandailing Natal berkedudukan di Kotanopan.

Setiap Onder Afdeeling, tutur politisi Partai Golkar (PG) ini, memiliki beberapa Onder Distrik yang kemudian dibagi lagi atas beberapa Luhat yang dikepala seorang Kepala Luhat (Kuria). Tiap-tiap Luhat dibagi atas beberapa kampung yang dikepalai oleh seorang kepala Hoofd dan dibantu seorang kepala Ripo.

Lalu, setelah Indonesia menerima kedaulatan akhir 1949, pembagian daerah administrasi pemerintahan mengalami perubahan. Semenjak awal 1950, terbentuklah daerah Kabupaten Tapsel yang berkedudukan di Psp tepatnya pada 24 November 1950.

Baca Juga :  Masih Ada Bangunan SD Mirip Kubangan Kerbau di Sidimpuan

“Sampai sekarang Tapsel telah dimekarkan menjadi 1 kota, yaitu Psp dan 3 kabupaten yakni Madina, Palas, dan Paluta,” jelas Syahrul Pasaribu.

Turut hadir Wali Kota Sibolga Syarfi Hutauruk, Ketua DPRD Tapsel Rahmat Nasution, Komandan Detasemen C Brimobdasu AKBP Antoni Surbakti, Danyon 123/RW, Letkol Ing AT Chrishardjoko, Dandim 0212/TS Letkol Inf Edy Hartono.

Kemudian Ketua Pengadilan Agama (PA) Psp H Haspan Pulungan SH dan unsur muspida plus, anggota DPRD Sumut Mulkan Ritonga dan Pasiruddin, Wabup Tapsel Aldinz Rapolo Siregar, Ketua TP PKK Tapsel Hj Syaufia Lina Syahrul M Pasaribu, dan undangan lainnya. (neo)

metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*