Hutan Batang Toru akan dikelola konsorsium

www.web.bisnis.com

Hutan Batang Toru

MEDAN: Forum yang terdiri dari perwakilan pemerintah, swasta, serta tokoh adat/masyarakat dan organisasi nonpemerintah akan membentuk lembaga kolaboratif pengelolaan Hutan Batang Toru Blok Barat (HBTBB).

Deputy Coordinator Orangutan Conservation Service Program (OCSP) Regional Sumatra Pahrian Siregar mengatakan pembentukan lembaga multipihak yang akan dibentuk dalam lokakarya HBTBB pada 2-3 Desember 2009 di Sibolangit itu bertujuan membangun koordinasi antarpihak-pihak yang berbeda kepentingan dalam pemanfataan sumber daya alam HBTBB yang memiliki potensi ekonomi bernilai strategis, jasa lingkungan yang besar, dan keanekaragaman hayati yang tinggi.

Kawasan hutan alam HBTBB yang meliputi tiga kabupaten, yakni Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, dan Tapanuli Tengah memiliki beberapa tipe ekosistem, mulai dari ekosistem dataran rendah, perbukitan, hingga pegunungan.

Di kawasan HBTBB ditemukan 67 jenis mamalia, 287 jenis burung, 110 jenis herpetofauna dan 688 jenis tumbuhan. Di samping Orangutan Sumatra, kawasan ini juga menyimpan populasi flora dan fauna lain yang secara global terancam punah, seperti Harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae), Tapir (Tapirus indicus), Kambing Hutan (Naemorhedus sumatraensis), Elang Wallacea (Spizateu nanus), serta bunga terbesar dan terpanjang di dunia, yaitu Raflesia gadutnensis dan Amorphaphalus baccari dan Amorphophalus gigas.

Ekoregion dunia

Karena keunikan dan kekayaan keragaman hayati yang dimilikinya, kawasan HBTBB masuk ke dalam golongan 200 ekoregion di dunia yang harus diperhatikan serius aspek konservasinya. Pemprov Sumut juga telah menetapkan kawasan HBTBB sebagai salah satu daerah prioritas dalam pelestarian keragaman hayati di Indonesia.

Baca Juga :  "Titus Bonai, Pemain Bermasa Depan Cerah"

Anggota Tim Kecil Pembentukan Kelembagaan Kolaboratif HBTBB Khairul Azmi mengatakan banyak pihak berkepentingan dengan eksistensi HBTBB, terutama masyarakat dan dan sektor swasta.

”Bagi masyarakat di sekitarnya, HBTBB merupakan kawasan penting. Kurang lebih 344.520 jiwa atau 81.870 kepala keluarga menerima manfaat dari eksistensi kawasan Batang Toru,” katanya.

Di samping itu, tidak sedikit pula perusahaan yang memanfaatkan sumber daya alam HBTBB, antara lain PLTA Sipansihaporas di Tapanuli Tengah yang memiliki kapasitas 50 megawatt, konsosium Medco, Itochu, dan Ormat yang sedang melakukan eksplorasi panas bumi di Sarulla, Tapanuli Utara dengan potensi energi listrik 335 MW, PT Agincourt Resources Australia yang tahun depan akan mengeksploitasi tambang emas di Batang Toru. (k55/k34)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 12 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*