Hutan ‘Karet’ Tapsel Didata

Selasa, 23 Pebruari 2010- www.metrosiantar.com

Berada di Kawasan Hutan Lindung Tor Simitcak
TAPSEL-METRO; Dinas Kehutanan (Dishut) Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) membutuhkan setidaknya lima hari untuk melakukan pendataan kerusakan di hutan lindung Tor Simitcak. Yakni data luas hutan lindung yang sudah berubah menjadi kebun karet milik warga.

“Setidaknya kita butuh lima hari untuk mendapatkan data yang valid tentang berapa sebenarnya luas hutan lindung yang sekarang ini sudah berubah menjadi kebun karet milik warga dan juga untuk memastikan secara keseluruhan,” kata Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Hutan, Dishut Tapsel, Agus Salim Siregar SP kepada METRO usai meninjau lokasi hutan lindung Tor Simitcak, Senin (22/2).

Disebutkannya, areal hutan lindung yang akan didata tersebut sangat luas yakni sekitar 5.209 hektare yang masuk ke Kecamatan Angkola Timur, belum lagi yang masuk ke Kecamatan Batang Angkola sekitar 26.606 hektare. Total seluas 31.815 hektare.

Ditambahkannya, bahwa tim yang turun untuk mengambil data di hutan lindung tersebut adalah tim internal dari Dishut Tapsel, tidak ada dari pihak kepolisian maupun dari Dinas Pertanian Kota Psp. “Yang turun hari ini adalah internal Dishut Tapsel tidak ada dari yang lain,” katanya.

Diakuinya, pada saat peninjauan sudah sangat luas areal hutan lindung yang berubah menjadi kebun karet milik warga dan usianya sudah ada yang antara 25-30 tahun.

Baca Juga :  Kejatisu Jemput Paksa Aminuddin Harahap, Poldasu Kapan Jemput HM Ridho Harahap?

“Data yang pasti saya kira lima hari ini sudah dapat,” pungkasnya.

Seperti diwartakan sebelumnya, Kapolres Tapsel AKBP Subandriya SH MH kepada METRO menerangkan, jika ada perambahan hutan lindung Tor Simitcak dan didukung dengan bukti yang akurat, maka pelakunya akan diproses hukum.

Kapolres juga mengatakan, meskipun itu tumbangan lama, jika memang ada bukti, kepolisian akan menangkap pelakunya. “Bukannya mau menyalahkan yang lama, itu ‘kan karena selama ini interest dari pihak terkait sangat tidak baik, makanya bisa sampai terjadi begitu. Jika memang betul, yang pasti kalau kita dapat bukti kuat, maka pelakunya akan kita sikat habis,” ujarnya.

Di tempat terpisah, Ketua Komisi II DPRD Tapsel yang membidangi masalah kehutanan, Sawal Pane kepada METRO mendukung sepenuhnya pernyataan Kapolres. “Jika memang ada dugaan perambahan hutan di areal hutan lindung di Tor Simitcak Tapsel, maka polisi harus menangkap pelakunya. Di samping itu, kejelasan tapal batas juga perlu diperjelas,” ujarnya.

Ditambahkannya, dalam waktu dekat, komisi II akan segera memanggil pihak terkait untuk mendapatkan informasi mengenai status hutan, luas hutan, dan lainnya yang menyangkut hutan di Tapsel.

“Mungkin tanggal 24 atau 25 Pebruari mendatang, kita akan melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dishut dan instansi terkait lainnya untuk mendapatkan informasi mengenai hutan di Tapsel,” terangnya.

Dijelaskannya, kalau RPD ini digelar bukan hanya karena asumsi mengenai kayu yang dibawa banjir bandang di Kecamatan Psp Tenggara beberapa waktu lalu berasal dari hutan Tapsel, melainkan juga dikarenakan ada beberapa masukan dari mahasiswa dan masyarakat mengenai adanya dugaan perambahan hutan di sejumlah hutan di Tapsel.(phn)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Oknum Kades di Kabupaten Palas Jual Raskin Diatas HET

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*