Hutan Madina Dikelola 11 Negara

PANYABUNGAN – Kawasan hutan lindung Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara yang sudah gundul akan ditanam kembali oleh sebelas negara melalui konsorsium.

Hal teresbut dikatakan Wakil Bupati Madina, Dahlan Hasan Nasution, tadi siang. Menurutnya, sebelas negara ini akan membangun dua lapangan terbang, satu pelabuhan untuk menunjang perekonomian masyarakat Madina.

“Sedangkan hutan yang masih asli akan dilakukan penyisipan,” kata wakil bupati seraya menambahkan, lapangan terbang yang sudah ada tahap awal di Kecamatan Bukit Malintang akan dilanjutkan pembangunannya untuk mendirikan sekolah penerbangan atau untuk pilot.

Hal ini, menurut dia, apabila sudah ada kesepakatan kawasan yang sudah gundul akan dilestarikan dengan penghijauan. Sedangkan satu lapangan terbang lagi, lanjutnya, di Bukit Bendera, Kecamatan Natal.

Dia menjelaskan, sudah ada tiga negara yang bersedia, yakni Malaysia, Singapura, dan Thailand untuk membuka sekolah penerbangan.  Sedangkan 112 desa yang masuk dalam kawasan hutan lindung, hal itu tidak akan terkendala, juga harus perjuangkan

“Untuk saudara-saudara kita yang masuk dalam kawasan hutan lindung dengan terbitnya SK Menhut No 44/2005 tentang kawasan hutan di Sumatera Utara, akan dimohonkan agar agar desa-desa tersebut dikeluarkan dari kawasan hutan lindung,” pungkasnya

waspada.co.id

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  200 Anak Dikhitan

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*