Hutan Negara di Tapsel Dirambah

Hutan Negara di Tapsel Dirambah

Tapsel, BATAKPOS

Citra PT Ondop Perkasa Makmur (OPM) sebagai perusahaan makin parah belakangan ini. Hasil investigasi lembaga swadaya masyarakat (LSM) Aliansi Rakyat Merdeka (Alarm) menemukan deretan kasus beruntun setiap tahunnya. Salah satunya dugaan perambahan 2.000 hektare hutan negara di Tapsel.

Sejak terungkapnya kasus penebangan liar tanpa izin penebangan kayu (IPK) sebanyak 60.027 meter kubik (m3) berlanjut ke pemalsuan Surat Tanda Bukti Setor Dana Reboisasi (DR) dan Provisi Sumber Daya Hutan (PSDH) Rp3 miliar, kasus-kasus di areal PT OPM masih terus berkesinambungan.

Mengutip hasil Audit Tim BPK-RI pada September 2009 lalu ke lokasi IPK, diketahui sebanyak 31.000 m3 kayu bulat tebangan di sekitar areal IPK PT PLS ternyata tidak dimasukkan ke dalam Laporan Hasil Produksi (LHP) dan Herry Jusman, Tomsihar Silaen dkk selaku manajemen operasional IPK PT PLS terbukti tidak membayar hak negara sebesar Rp6,2 miliar.

Kasusnya kemudian berlanjut ke perkara pidana dengan munculnya pengaduan Direktur PT PLS ke Reskrim Polda Sumut. Tim Reskrim Poldasu turun ke base camp Herry Jusman dkk di Aek Lobu Kamis 19 November 2009 dan menyita 5 stempel palsu serta 2 kardus surat-surat palsu serta dokumen angkutan kayu.

Kasusnya terus berlanjut. Pada Rabu 3 Desember 2009 Tim Reskrim Polres Tapsel dipimpin Aiptu Sitanggang, Bripka Sigalingging, Bripka Sidabutar bersama Suwandy staf Kantor BPN Tapsel, Gaus staf Bidang Pemetaan Dishutkab Tapsel bersama ARM Hutasuhut aktifis Alarm memeriksa batas areal HGU PT OPM sekaligus batas areal IPK PT PLS.

Baca Juga :  Peringatan HAB Kementerian Agama RI ke-65

Tim gabungan menemukan fakta, setelah Herry Jusman dkk terlebih dahulu menebang dan mencuri kayu dari luar areal IPK PT PLS di kawasan hutan negara dekat Muara Batang Salai dan sekitar 2.000 hektare kawasan hutan negara yang juga di luar areal HGU PT OPM telah diduduki secara paksa dan tidak sah dengan cara ditanami kebun sawit.

Tepat pada saat pemeriksaan tim gabungan Tapsel, ditemukan satu unit buldozer PT OPM sedang merehab jalan kebun sawit di luar areal HGU. Sementara di sela-sela tanaman sawit terlihat bertebaran tumpukan kayu bulat tebangan liar.

Sebelum pulang, tim gabungan sempat pula memfoto sejumlah tumpukan puluhan ribu meter kubik kayu bulat yang tidak dimasukkan ke dalam LHP oleh Herry Jusman dkk, tetapi tidak ada tindak hukum apapun dari Pemkab dan Dishut Kabupaten Tapsel.

Informasi terakhir, akibat banyaknya kasus yang melibat PT OPM, sejumlah pejabat Pemkab Tapsel harus mondar-mandir menghadiri pemeriksaan oleh Sat-I/Tipidum Reskrim Poldasu. Bahkan Herry Jusman, Tomsihar Silaen, Suhardy telah dinyatakan sebagai tersangka pemalsu surat IPK PT. PLS serta tersangka penggelapan 69.000 m3 kayu IPK PT PLS serta perkara penggelapan 31.000 m3 kayu tanpa LHP. rit

Sumber – www.batakpos-online.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 12 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Tebing Longsor, Warga Gang Setia Kel. Batang Ayumi Jae, Kec. P.Sidimpuan Utara Resah

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*