Hutan Palas Digunduli Proyek – Reboisasi harus Digalakkan

0,,1368167 4,00 Hutan Palas Digunduli Proyek Reboisasi harus Digalakkan Kabupaten Palas yang memiliki luas hutan 233.002 hektar, hampir separuhnya sudah ‘digunduli’ perambah hutan untuk kepentingan proyek. Disebut-sebut sekitar 75 ribu hektar luas hutan dikuasai oleh 2 perusahaan dan dilindungi oleh pejabat terkait di Kabupaten Palas.

Kondisi hutan yang mulai gundul dan jarang dilakukan reboisasi (penanaman kembali) oleh perambah, membuat Ketua DPD KNPI Kabupaten Palas, Irmansyah Nasution angkat bicara. Irmansyah mengharapkan agar pemuda turut serta menghutankan kembali melalui program reboisasi.

“Hutan Palas perlu dihutankan kembali,untuk menghindari terjadinya pemanasan global, karena banyaknya hutan Palas yang sudah beralih fungsi. Untuk itu kerjasama dengan pemuda sangat potensial untuk itu, termasuk menanamkan budaya cinta hutan terhadap regenerasi muda,” pungkas Irmansyah

Untuk diketahui, Kabupaten Palas memiliki luas hutan yang terdiri dari hutan produksi tanaman 45.015 hektar, hutan produksi 111.315 hektar, hutan lindung 39.082 hektar dan hutan konservasi seluas 37.590 hektar, dengan total 233.002 hektar.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Kadishutbun) Kabupaten Palas, Ir Soleman Harahap MM mengatakan, hutan tersebar di 9 kecamatan Kabupaten Palas, dimana luas 9 kecamatan yang tidak termasuk kawasan hutan seluas 384.274 hektar.

“Jadi itulah datanya kalau untuk perbandingan luas hutan di Palas, sedangkan kecamatan yang paling luas hutannya adalah Kecamatan Sosa yang mencapai 57.288 hektar, baru disusul Kecamatan Hutaraja Tinggi (Huragi) 41.164 hektar dan ketiga adalah Kecamatan Batang Lobu Sutam seluas 33.268 hektar,” terang Soleman ketika itu.. (metrosiantar.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Kejari Panyabungan Dalami Dugaan Korupsi di DKP Madina

1 Komentar

  1. Diusahakan agar ada fakta dan bukti keterlibatan Pejabat yang melanggar aturan Perundang-Undangan dibalik kerusakan hutan di Palas dan dengan fakta dan bukti-bukti tersebut dilaporkan ke Polisi, Jaksa atau KPK agar tidak menjadi fitnah. Mari kita dukung siapapun yang ingin memberantas Korupsi, Kolusi, Suap, Pungli dan Koncoisme di Bumi Tabagsel agar tercipta Pemerintahan Daerah yang bersih dan dapat dipercaya oleh masyarakat dan investor dengan harapan akhir Tabagsel menjadi maju, makmur, adil dan sejahtra.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*