Ibu-ibu Tantang Bupati Paluta – Jika Pasar Pabukoan Dipindahkan

134108390ec14a16b48571e83743336c5922922e Ibu ibu Tantang Bupati Paluta Jika Pasar Pabukoan Dipindahkan
SERBU DINAS KEBERSIHAN: Kaum ibu-ibu yang menyerbu Dinas Kebersihan Paluta, Jumat (29/7). Mereka menuntut pasar pabukoan tidak dipindahkan. Bila pemkab tetap memindahkan maka mereka siap melawan bupati.

Ratusan pedagang pabukoan yang sebagian besar terdiri dari kaum ibu, menyerbu Kantor Dinas Kebersihan, Pertamanan, dan Pemadam Kebakaran, Paluta, Jumat (29/7) pagi. Dalam aksi ini, mereka bersorak-sorak dan bernyanyi lagu batak.

Aksi protes pedagang ini dipicu pemindahan lokasi lapak pabokuan dari pelataran depan pusat pasar Gunung Tua ke Lapangan Merdeka Gunung Tua, Lingkungan III, Kelurahan Pasar Gunung Tua. Kehadiran para pedagang diterima Kepala  Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pemadam Kebakaran Paluta, Drs Agussalim Simatupang, di ruangannya. Salah seorang pedagang, Uma Jabalando, mengaku, kedatangan mereka ke Kantor Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pemadam Kebakaran Paluta merupakan bentuk protes tentang pemindahan lapak pasar pabukoan.

“Aksi ini dipicu karena ada oknum tertentu yang menyebutkan kami selaku pedagang pabukoan yang biasa berjualan setiap tahunnya di depan los pasar Gunung Tua, sudah setuju dan sepakat pindah ke sana. Padahal, tidak ada satu pedagang pun yang setuju perpindahan lokasi lapak pabukoan ini,” ucapnya.

Katanya, para pedagang pabukoan akan tetap bertahan di lapak pasar Gunung Tua pada Senin (hari pertama Ramadan,red) mendatang. Mereka siap menghadang apabila ada tindakan dari aparat untuk memindahkan lapak mereka. “Kami sangat kesal atas tindakan ini. Masalah macet dan keindahan kota pasti ada solusi yang terbaik. Kan bisa, setiap hari kecuali Sabtu dan Rabu pabukoan ditempatkan di gang Masjid Al Hilal dekat pasar Gunung Tua,” ungkapnya. Dia berharap, Bupati Paluta Drs Bachrum Harahap memikirkan nasib mereka dan menunda pemindahan lapak pasar dadakan Ramadan di Pasar Gunung Tua. “Jika pemindahan terus dilakukan maka kami akan lawan bupati dengan cara berdemo ke kantor bupati,” tegasnya.

Hindari Kemacetan

Sementara itu, Kepala  Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pemadam Kebakaran Paluta, Drs Agussalim Simatupang, yang dikonfirmasi melalui Kabid Pasar dan Kebersihan Ali Ja’far, menyebutkan, pemindahan pusat pasar pabukoan tersebut terkait lokasi lama di pelataran Pusat Pasar Gunung Tua yang semakin padat, sehingga tidak mendukung lagi khusus menjual makanan berbuka pada Ramadan nanti.

Baca Juga :  Perbaikan Jalan Lintas Sumatera Kotanopan Hampir Rampung

“Pasar pabukoan selama ramadan dipindah ke los depan lapangan Merdeka Gunung Tua. Ini dilakukan untuk menghindari kemacetan jalan setiap hari,” ungkapnya. Ja’far menambahkan, pihaknya tidak melakukan pengutipan terhadap sewa tempat, hanya dikutip retribusi kebersihan “Tidak ada kutipan dalam penyewaan tempat bagi para pedagang pabukoan kecuali retribusi sampah,” pungkasnya. (thg)

Sumber: metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*