Ibu PKK Siopat Sosor Samosir Berdayakan Limbah Plastik Jadi Kerajinan Tangan

Ibu PKK dan Ibu-ibu Desa Siopat Sosor Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir mengadakan pelatihan untuk memberdayakan limbah plastik menjadi kerajinan tangan yang kelak dapat menjadi penghasilan tambahan (home industri), Senin (1/11).

Pelatihan pemberdayaan limbah plastik menjadi kerajinan tangan diselenggarakan oleh Ecovillage Project Australia (Barbara, Perancis) yang bekerjasama dengan Pemkab Samosir untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat, meningkatkan kualitas lingkungan hidup, pengelolaan sampah rumah tangga, tersedianya barang kerajinan yang dibutuhkan rumah tangga dalam rangka untuk penghematan pengeluaran rumah tangga.

“Kehadiran kami dari Ecovillage Project Australia ke Kabupaten Samosir bertujuan membantu masyarakat sekitar untuk memanfaatkan limbah plastik yang sering ditemui di dapur-dapur setiap rumah untuk didaur ulang agar terjadi pengurangan polusi dan juga memberikan penghasilan tambahan bagi masyarakat yang ingin melakukannya,” ujar Barbara. Diceritakan oleh Barbara, setelah hadir di Samosir ditemukan bahwa banyak masyarakat yang membakar limbah plastik yang sangat berbahaya menimbulkan polusi (global warming). Kurangnya bimbingan dan penyuluhan kepada masyarakat yang dilaksanakan dengan tetap memperhatikan adat istiadat setempat, dalam bidang: kewirausahaan, lingkungan hidup, teknologi terapan yang ramah lingkungan.

“Karena itu, setelah diminta oleh Pemkab Samosir untuk memberikan pelatihan kepada ibu PKK dan ibu-ibu desa mengolah limbah plastik menjadi kerajinan tangan dan menghilangkan kebiasaan masyarakat yang suka membakar plastik, dengan senang hati saya terima. Kehadiran saya di Samosir untuk dapat berbagi dengan masyarakat,” kata Barbara.

Baca Juga :  Sengketa Pilkada Deli Serdang di MK: Insyaallah Pilkada Deli Serdang hanya 1 Putaran

Selain itu, Barbara juga mengajar bahasa Inggris dan intensif training lingkungan hidup dalam Bahasa Inggris di SMPN 1 , 2 dan SMAN 1 Samosir. “Saya mau anak-anak sadar akan pentingnya lingkungan hidup, dan hatinya tergerak untuk melakukan sesuatu mengatasi ‘global warming’ sehingga permasalahan sampah dapat diatasi tahap demi tahap,” ucapnya. Ketika ditanya kepada peserta pelatihan, yang diwakili oleh Kepala Desa Siopat Sosor Marolop Sihaloho mengatakan bahwa semuanya merasa senang dan bahagia karena mendapat pengetahuan baru soal plastik yang dapat diolah menjadi kerajinan tangan. Begitu juga dengan pendapat penerima Penghargaan Lingkungan Hidup pada Pesta Danau Toba Annette Horschman br Siallagan yang juga hadir pada pelatihan tersebut. “Sampah yang dibakar tidak baik untuk kesehatan dan lingkungan hidup. Oleh karena itu pelatihan mendaur ulang limbah plastik menjadi kerajinan tangan merupakan salah satu solusi untuk mengatasi ‘global warming’,” tegasnya. (BP/h)

Sumber: http://hariansib.com/?p=149501

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*