Ibu Rumahtangga di Padangsidimpuan Keluhkan ‘Pedasnya’ Harga Cabai

Harga cabai di Kota Padangsidimpuan terus meroket. Jika, beberapa pekan terakhir mencapai Rp30 ribu, kini tembus Rp 45 ribu per kilo gram. Bahkan di Kota Perdagangan Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun perkilonya sudah mencapai Rp70 ribu. Kondisi ini membuat ‘panik’

kalangan ibu rumahtangga di sejumlah daerah.

Informasi dihimpun Analisa, Rabu (7/7) di sejumlah pasar tradisional di Sidimpuan, seperti Pasar Sangkumpal Bonang, Ucok Kodok, Sadabuan dan Pasar Inpres Padang Matinggi untuk cabai merah dijual Rp45 hingga 48 ribu perkilogram dan cabai hijau Rp32 ribu perkilogram.

Menurut salah seorang pedagang cabai di Pasar sangkumpal Bonang Adi (40), salah satu faktor yang membuat harga cabai meningkat adalah pasokan cabai dari petani berkurang.

“Harga penjualan tersebut melihat kondisi persedian di pasaran yang mengalami pengurangan untuk tingkat pengecer, “katanya.

Dikatakan, saat ini sedikit sekali petani menanam cabai, karena kondisi cuaca dengan curah hujan cukup tinggi. “Memang sejak sering turun hujan, pasokan cabai dari petani turun drastis. Kami terkadang membeli cabai dari luar daerah untuk memenuhi kebutuhan pasar,” ungkapnya.

Hal senada dikatakan Ida (41) pedagang kelontong di pasar Inpres Sadabuan. “Dari agen memang harganya sudah segitu. Makanya, saat ini, saya tidak banyak menyetok cabai dulu, karena takut busuk dan modal tidak kembali, “ujarnya.

Diharapkannya, kenaikan harga cabai tidak terus menerus. Sebab, para pembeli tentunya keberatan dengan kenaikan ini. Apalagi, kondisi ekonomi masyarakat kecil banyak yang tidak mampu.

Lenni Siregar (30) ibu rumah tangga warga Jalan Kenanga Kota P. Sidimpuan mengatakan, jika kenaikan harga cabai ini sangat berpengaruh pada perekonomian masyarakat khususnya ibu rumahtangga.

Baca Juga :  Personil Brimob Dites Urine Mendadak

“Bayangkan saja, untuk membeli cabai saja kita harus mengeluarkan uang Rp45 hingga Rp48 ribu, gimana bisa menyisakan untuk kebutuhan lainnya, “katanya.

Diakuinya, sepekan terakhir ini ia terpaksa mengurangi belanja kebutuhan pokok lainnya agar dapat menutupi pengeluaran pembelian cabai yang terus meroket.

Diharapkannya, pihak Pemko Padangsidimpuan dapat segera mencari solusi mengatasi semakin meroketnya harga cabai didaerah ini karena sudah sangat memberatkan para ibu rumah tangga.

“Pemko harus segera bertindak dengan mencari solusi menurunkan harga cabe ini, “tuturnya.

Pengamat Ekonomi P. Sidimpuan Ahmad Fauzi mengatakan, kenaikan harga cabai tersebut, dipengaruhi keterbatasan persediaan penjual cabai merah di tingkat pengecer. Begitupula dengan penanaman dilakukan petani juga berkurang.

Selain itu, faktor intensitas hujan di beberapa daerah penghasil produk pertanian juga menjadi penyebab harga cabai di Kota Padangsidimpuan setiap harisnya melonjak secara signifikan.

Perdagangan

Begitu juga harga cabai di Perdagangan, Kecamatan Bandar, Simalungun dalam sepekan terakhir terus mengalami lonjakan hingga mencapai Rp70 ribu per kilogram. Sebelumnya harga cabai merah berkisar antara Rp 28 ribu hingga Rp40 ribu/kg.

Melonjaknya harga cabai tersebut, membuat sejumlah ibu rumahtangga bingung saat belanja di Pasar Inpres Perdagangan, maupun di kedai eceran karena terpaksa harus menambah biaya pengeluaran.

Wahyuni (36),Nursiah (42) dan sejumlah ibu rumahtangga lainnya ketika ditemui Analisa di Pasar Inpres Perdagangan, Rabu (7/7) menyatakan terkejut dengan lonjakan harga cabai merah sejak sepekan terkahir hingga mencapai harga Rp70 ribu/kg.

Padahal sebelumnya masih berkisar antara Rp28 ribu hingga 39 ribu/kg.Tapi saat ini harga cabai sudah mencapai harga Rp 70 ribu/kg.Hal ini tentu membuat ibu rumahtangga bingung dan terpaksa menambah biaya pengeluaran saat belanja.

Baca Juga :  Resep MU Hadapi Chelsea dan Liverpool

Meskipun harganya mencapai Rp70 ribu/kg, mau tak mau terpaksa membelinya walau hanya berapa ons. Karena setiap memasak sayur merasa kurang lengkap kalau tidak ada cabai, kata Wahyuni.

Sementara pedagang di Pasar Inpres Perdagangan ketika ditemui Analisa mengaku harga cabai merah dalam sepekan terakhir terus mengalami lonjakan hingga mencapai harga tertinggi Rp70 ribu/kg.

Biasanya kalau persediaan banyak harga cabai murah, tapi kalau persediaan berkurang sementara permintaan banyak harga pasti naik seperti sekarang ini, kata seorang pedagang.

Pantauan Analisa di Pasar Inpres Perdagangan selain harga cabai merah yang melonjak cukup tinggi beberapa kebutuhan pokok lainnya juga bergerak naik, seperti bawang merah mencapai Rp20 ribu/kg, minyak goreng Rp9000 hingga Rp 12 ribu ribu/kg, gula putih Rp 11 ribu/kg, serta beras jenis Silembau dan Pak Tani berkisar Rp 6800 hingga Rp7500/kg.

Sumber: http://www.analisadaily.com/index.php?option=com_content&view=article&id=61125:ibu-rumahtangga-keluhkan-pedasnya-harga-cabai&catid=51:umum&Itemid=31

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*