ICW; Cabut Izin Operasi PT Sorik Mas Mining!

Koordinator Daerah (Korda) Indonesian Corruption Watch (ICW) Kabupaten Mandailing Natal (Madina), meminta kepada Presiden untuk mencabut izin operasi PT Sorik Mas Mining, yang sudah beroperasi sekitar 12 tahun dan masih dalam tahap eksplorasi, di Kabupaten Madina.

Demikian disampaikan Ketua ICW Kabupaten Madina, HA Kohar Batubara SE didampingi Sekretaris, Sudrajat Putra SH, usai menemui Manajemen PT Sorik Mas Mining, di Kelurahan Panyabungan 3, Kecamatan Panyabungan, Jumat (2/7).

Kohar dan Sudrajat menjelaskan, keberadaan PT Sorik Mas Mining di Kabupaten Madina hingga hari ini belum memberikan dampak positif atau manfaat yang jelas bagi kehidupan masyarakat di wilayah lokasi PT tersebut, yakni pegunungan Sihayo 1, Sihayo 2 dan Desa Hutabargot Julu. Bahkan keberadaan PT ini diduga penyebab banyaknya terjadi bencana alam, semisal banjir, longsor, dan panas yang berkepanjangan.

Hal ini, lanjut Kohar sebagai landasan atau dasar bahwa PT Sorik Mas Mining tidak memberikan manfaat bagi masyarakat dan Pemkab Madina. “Pada dasarnya kita menyambut baik kedatangan PT Sorik Mas Mining di Kabupaten Madina, sesuai dengan Keputusan Presiden pada tahun 1997 yang lalu. Sebab, PT Sorik Mas Mining merupakan satu-satunya perusahaan Kontrak Karya di Kabupaten Madina, tetapi sejak 12 tahun berlalu PT Sorik Mas Mining, tetap pada masa eksplorasi atau penelitian. Di samping itu, keberadaan PT ini juga tidak mengambil manfaat bagi masyarakat dan bagi Pemkab Madina sendiri. Pasalnya, tidak ada PAD yang bersumber dari PT ini, bahkan diduga PT ini salah satu penyebab seringnya terjadi bencana alam akibat galian mereka,” Jelas Kohar dan Sudrajat .

Baca Juga :  GP Ansor Padang Lawas Akan Bawa Kasus Gizi Buruk ke Presiden

Sementara itu, PT Sorik Mas Mining, melalui Comunity Devolement, Leohara Situmeang, saat ditemui METRO di Posko yang ada di Kelurahan Panyabungan 3, Kamis (1/7) lalu, membenarkan kalau saat ini mereka masih dalam tahap eksplorasi atau penelitian dan belum mencapai tahap ekspoloitasi atau produksi.

“Kami masih dalam tahap ekspolitasi belum masuk ke tahap produksi. Sebab, kami masih harus melakukan beberapa penelitian lagi untuk sampai ke tahap eksploitasi” Sebut Leohara.

Leohara menambahkan, dalam pembuatan camp perusahaan PT Sorik Mas Mining kayu-kayu yang dipergunakan bukan berasal dari hutan melainkan dibeli dari masyarakat di Panyabungan.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Madina, Rasyid Ritonga AP MM, saat dihubungi METRO lewat telepon selulernya, mengatakan, kalau Dishutbun Kabupaten Madina tidak pernah memberikan izin penebangan kayu kepada perusahaan tersebut. “Kita tak pernah memberikan izin itu kepada PT Sorik Mas Mining, tetapi kalau memang ternyata kayu itu berasal dari hutan kita akan tindak lanjuti, tetapi dalam hal ini kami akan mempelajarinya,” kata Rasyid.

Sumber: http://metrosiantar.com/Metro_Tabagsel/Cabut_Izin_Operasi_PT_Sorik_Mas_Mining

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

  1. Kalau berani ICW harus menurunkan BPKP mengaudit MESJID AGUNG KAB MANINA.
    ICW tunjukkan profesionalisme Mu jgn sampai nama ICW cemar di KAB MADINA……!!!

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*