ICW: Jika Mangkir Lagi, Syamsul Harus Dijemput Paksa

Hingga Kamis (14/10), tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi kasus dugaan korupsi APBD Langkat dengan tersangka Syamsul Arifin. Hanya saja, tidak seperti biasanya, kemarin yang dimintai keterangan hanya satu saksi, yakni Amir Husni. Dalam catatan koran ini, Amir sebelumnya pernah dimintai keterangan pada 13 Oktober 2010.

Apakah jumlah saksi sudah habis sehingga kemarin hanya satu yang dimintai keterangan? “Tidak, saksi-saksi masih banyak,” ujar Juru Bicara KPK, Johan Budi kepada koran ini, kemarin.

Lantas, kapan Syamsul akan dipanggil lagi? Johan tidak memberikan jawaban pasti. Dengan alasan agar tidak mengganggu strategi penyidikan, Johan enggan menyebutkan tanggal pemanggilan ulang Syamsul, yang pada pemanggilan pertama sejak menjadi tersangka, yakni 11 Oktober 2010, tidak hadir alias mangkir.

Dimintai tanggapan atas mangkirnya Syamsul pada pemanggilan pertama, Koordinator Bidang Divisi Korupsi Politik Indonesia Corruption Watch (ICW) Ibrahim Fahmi Badoh menanggapinya dari sejumlah aspek. Dari aspek etika sebagai pejabat publik, tindakan mangkir itu merupakan perbuatan buruk. Begitu pun, dari aspek politik.

“Saya kira mangkir dari pemanggilan KPK atau institusi hukum ada lah perbuatan yang buruk secara etika pejabat publik. Teladan tidak baik secara politik dan melawan hukum bagi warga negara,” ucapnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, perilaku mangkir justru akan merugikan yang bersangkutan. Pasalnya, sikap tidak kooperatif hanya akan memperberat hukuman. “Ini juga memperberat hukuman bagi si pemangkir,” ujarnya.

Baca Juga :  Pengakuan Cewek 17 Tahun Dijual Rp2 Juta

Fahmi menyarankan agar KPK tidak terus-terusan disepelekan, maka harus berani mengambil tindakan tegas. “Kalau perlu jemput paksa,” cetusnya.

Sumber: http://metrosiantar.com/METRO_TANJUNG_BALAI/ICW_Jika_Mangkir_Lagi_Syamsul_Harus_Dijemput_Paksa

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*