Ikadin: Copot kadis pendidikan Pemko P.Sidimpuan

WASPADA ONLINE – WWW.WASPADA.CO.ID

IKADIN

P.SIDIMPUAN – Ikatan Advokad Indonesia (Ikadin) meminta walikota Padangsidimpuan, Zulkarnain Nasution, menindak tegas kadis pendidikan daerah, Panongonan Hasibuan, yang membuat guru di daerah itu terzolimi.

“Walikota seharusnya mempertimbangkan pencopotan Drs Panongonan dari jabatan Kadis Pendidikan,” kata ketua DPC Ikadin P.Sidimpuan, Tapsel, Madina, Palas, Paluta (Tabagsel), Ridwan Rangkuti, tadi malam.

Diungkapkan,  itu menyikapi masalah yang dialamai seluruh guru di P.Sidimpuan saat ini. Dimana akibat ketidaktahuan kadis pendidikan terhadap total jumlah guru di daerah itu, seluruh guru hingga kini belum juga menerima dana insentif bantuan provinsi sebesar Rp50 ribu per orang per bulan.

Menurutnya, beginilah jadinya jika pengangkatan pejabat berdasarkan suka-suka pimpinan daerah. Bukan berdasarkan the right man on the right place atau berdasarkan kualitas, kemampuan, dan pengalaman pejabat yang akan diangkat.

“Panongonan mantan guru yang kemudian jadi kepala sekolah, dan jabatan tertingginya sebagai Koordinator Pengawas (Korwas). Dia baru sekali menduduki jabatan eselon III dan langsung jadi Kadis. Padahal untuk eselon II itu harus menduduki eselon III minimal dua kali,” ujarnya.

Selain itu, tambahnya, kadis pendidikan sekarang tidak punya pengalaman di bidang administrasi perkantoran . Dia diangkat menjadi pejabat eselon II diduga karena nepotisme dengan oknum pejabat tinggi di Pemko P.Sidimpuan.

Harusnya, jika tidak mampu mengemban jabatan Kadisdik P.Sidimpuan, untuk apa dipertahankan. Karena segala ketidakmampuan dan ketidaktahuan itu, termasuk data base guru di P.Sidimpuan dan pembayaran insentif guru yang belum terealisasi, turut menjadi kesalahan pejabat yang mengusulkan dan

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Mengenang - Abdul Haris Nasution (1918-2000)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*