IKAPSI Sayangkan Pernyataan Bupati Tapsel

Bupati Tapsel Syahrul M. Pasaribu

Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni Pelajar Sipirok Sekitarnya (IKAPSI) Sipirok, H. Budi Hutasuhut menyayangkan pernyataan Bupati Tapanuli Selatan H. Syahrul M. Pasaribu yang menyebut masyarakat Sipirok terlibat konflik karena diadudomba oleh orang-orang yang tak memiliki KTP Sipirok dan berdomisili di Jakarta.

“Tidak pantas seorang Bupati bicara seperti itu di hadapan public Sipirok yang sedang resah. Sebagai Kepala Daerah, Syahrul M. Pasaribu mestinya mampu menenangkan hati masyarakat,” kata Budi Hutasuhut di Sekretariat IKAPSI Sipirok,  Jumat (22/2), menyikapi pidato Bupati Tapanuli Selatan, H. Syahrul M. Pasaribu, saat pelantikan Dewan Kesenian Kecamatan Sipirok di Halaman Bolak Kecamatan Sipirok pada Kamis, 21 Februari 2013.
Dalam pidatonya, Bupati Syahrul mengatakan masyarakat Sipirok selama ini diadudomba oleh orang-orang Sipirok yang tinggal di Jakarta dan tidak ber-KTP Sipirok. “Ulah mereka menyebabkan persatuan dan kesatuan masyarakat Sipirok menjadi terganggung,” kata dia.
Syahrul M. Pasaribu menambahkan,  akibatadu-domba itu sering terjadi aksi demontrasi dan menyebabkan tidak ada kekompakan masyarakat. “Kalau ditanya apa yang telah mereka perbuat untuk Sipirok, tak ada yang bisa bicara,” katanya.
Budi Hutasuhut mengatakan, pernyataan Bupati Syahrul M. Pasaribu itu terkait dengan kerusuhan antara massa warga Sipirok dengan aparat kepolisian yang terjadi beberapa waktu lalu. Aksi itu buntut dari tidak jelasnya perkara pemindahan Kantor Bupati dari Kota Padang Sidempuan ke Kota Sipirok sesuai amanat UU No 37 dan 38 tentang Pemekaran Kabupaten Tapanuli Selatan menjadi Kabupaten Padang Lawas dan Kabupaten Padanglawas Utara.
“Bupati Syahrul tetap belum memindahkan Ibu Kota Kabupaten Tapsel ke Kota Sipirok sampai sekarang.  Amanat UU itu punya batas minimal, dan sudah dilanggar pemerintah daerah,” kata Budi Hutasuhut.
Sebab itu, kata Budi, wajar jika masyarakat Kota Sipirok menuntut Bupati Syahrul M. Pasaribu agar menjalankan amanat  UU 37 dan 38 terkait pemindahan pusat kegiatan pemerintahan dari Kota Padang Sidempuan ke Kota Sipirok. “Belum dipindahkannya pusat pemerintahan ke Kota Sipirok telah menghambat dinamika pembangunan daerah di Ibu Kota Kabupaten Tapsel,” kata dia.
Menurut Budi, bila masyarakat Kota Sipirok menuntut hal itu sebagai bentuk kesadaran masyarakat untuk mengingatkan Bupati Syahrul agar konstitusional dan menjalankan amanat UU.  “Masyarakat sebagai stake holder pembangunan punya hak menyampaikan aspirasinya dalam bentuk kritik tentang mekanisme pembangunan daerah yang digerakkan pemerintah,” katanya.

Sebagai bentuk keperdulian sekaligus bagian dari dinamika pembangunan daerah, masyarakat Kota Sipirok  memiliki ikatan yang kuat dengan masyarakat perantau di luar Sipirok. “Mengadu domba bukan watak orang Sipirok. Kami terbiasa hidup dalam lingkungan intelektual untuk saling memberdayakan dalam pemahaman dan laku sosial di lingkungan masyarakat,” kata Budi.* (the voice of sipirok)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  HMI Madina Demo, Seorang Polisi Luka

7 Komentar

  1. “Adu-domba”
    Kalau memang benar seperti itu, sungguh sedih melihat masyarakat Sipirok yang sudah di atur dan dikontrol oleh orang yang mempunyai kepentingan (baik dari sisi politik, ekonomi, sosial dan lain sebagainya) yang di gerakkan seperti orang-orangan di sawah.Tapi jika memang tidak benar seperti itu, bagi yang keberatan/tidak setuju silahkan anda perjelas lagi pada Bupati Tapsel apa maksud dari isi pidato tersebut, dan jika anda merasa isi pidato tersebut yang mengadu-domba masyarakat Sipirok, silahkan di bawa ke ranah hukum, namun tentu harus berdasarkan Perataturan Perundang-Undangan Hukum yang relevan dan tentunya harus berlaku.

    “Apa yang sudah mereka perbuat untuk Sipirok?”
    Isi pidato yang ini sangat menarik, menurut saya ini dapat diperluas pengertiannya dengan penjelasan; Inilah saatnya seluruh elemen masyarakat khususnya yang berada di perantauan untuk ikut berkontribusi secara positif bukan negatif dalam membangun Tapsel, dan buktikan secara kongkrit kontribusi positif apa yang bisa diperbuat untuk membangun Tapsel.

    “Mardongando ulang maralo, molo adong na salah mar sipaingotan anso ulang piongoton”.

  2. Bung ONNI@ Semua warga negara termasuk warga sipirok setuju dan sepakat untuk membangun sendi-sendi kehidupan untuk peningkatan kesejahteraan, namun janganlah juga menebar provokasi dan berusaha memecahbelah warga Sipirok, karena itu mustahal dan mustahil. Dan atau jangan karena menganggap Sipirok itu mudah untuk dipilah-pilah sehingga seenaknya juga menggunakan panggung untuk menzolimi, menghakimi, menuduh so’uzon kepada kami putra Sipirok yang dirantau maupun yang dibonabulu. Pemimpin yang model seperti ini sudah tak laku di zaman sekarang. Pemimpin yang matang dan elegan adalah pemimpi yang mampu menerima kritikan dari luar sistim, namun kalau itu dianggap lawan dan musuh maka dalamnya air sudah dapat diukur. Kalaulah unjuk rasa yg sebelumnya dianggap menjadi momok terpecahnya kesatuan warga, saya pikir itu tidak rasional dan emosional. Bagi kami warga Sipirok yang diperantauan, apa yang disampaikan Bupati ini adalah noda hitam dan kabut tebal yang menggantung diawan sehingga kami harus mempersiapkan segala sesuatu untuk itu. Pidato ini sudah kami copy dan banyak beredar di Medan, Jakarta dan kota-kota lain, supaya semua warga Sipirok yang diperantauan tahu dan mendengar sendiri tentang stigma negative yang dilekatkan bagi putra Sipirok yang tidak ber KTP Sipirok. Selamat menikmati hasil ucapanmu wahai penguasa…..dan ingatlah bahwa penyesalan selalu datangnya terlambat;

    • Sipirok oh Sipirok, masalah yang tak kunjung selesai.
      Kondisi geografis Sipirok adalah perbukitan s/d. pegunungan dan terdapat sumber air panas, menurut saya Sipirok cocoknya jadi tempat tujuan wisata alam, kuliner dan tempat beristirahat. Mudah-mudahan saja Pemda maupun investor merencanakan pengembangan Sipirok menjadi tujuan wisata alam, menarik sekali jika ada villa, tempat out bond, pemandian air panas, mandi uap, jajanan tradisional seperti lontong, bubur, kerupuk sambal dll. dan semua tempat tersebut dirancang menghadap view alam yang menarik pasti wisatawan akan datang.

  3. BEDA PENDAPAT SYAH SYAH SAJA TAPI JANGAN DIPUPUK JADI BENCI DAN DENDAM, KARENA HAL INI DAPAT MENGAKIBATKAN KETIDAK NYAMANAN, BAHKAN DAPAT MERUGIKAN SEMUA PIHAK, BERIKANLAH SARAN YANG BERSIFAT MEMBANGUN DEMI PEMBANGUNAN KOTA SIPIROK YANG KITA CINTAI BERSAMA

  4. Saya yakin, sejak hari ini kalau Bupati H, Syahrul M. Pasaribu lewat di Sipirok sambil jalan kaki pasti akan ditimpuk orang Sipirok.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*