Ikon Kota Padangsidimpuan Tak Terawat – Tugu Salak Pajangan Baliho dan Spanduk

(Foto:Parlin Pohan)
TUGU-Tugu Salak ikon Kota Psp di Kelurahan Kantin saat ini dipenuhi dengan baliho dan sejenisnya sehingga merusak keindahan taman kota ini, diharapkan pemerintah menertibkannya, Minggu (9/9).

SIDIMPUAN – Ikon Kota Padangsidimpuan (Psp) yakni Tugu Salak di Jalan Sudirman, Kelurahan Kantin, Kecamatan Psp Utara tak terawat dan terkesan ditelantarkan. Sekitar tugu terlihat jorok, dan menjadi lokasi pajangan baliho, spanduk dan lainnya yang merusak wajah kota.

Seharusnya Tugu Salak yang sekarang difungsikan menjadi taman wisata tempat bersantainya warga Kota Psp in, ditata lebih baik lagi sebagai wujud pelayanan ruang publik pemerintah terhadap masyarkatnya.  Direktur Eksekutif Lembaga Swadaya Masyarakat Pusat Analisis Layanan Dasar Masyarakat (LSM Paladam), Subanta Rampang Ayu ST, Minggu (9/9) mengatakan, banyaknya sampah dan baliho, spanduk dan umbul-umbul di Tgu Salak telah merusak wajah kota khususnya dalam hal estetika. Karenanya, pemerintah harus segera membersihkan taman kota apalagi merupakan ikon Kota Psp.

“Kenyamanan warga harus diprioritaskan. Apalagi Tugu Salak yang sekarang difungsikan menjadi taman wisata ini merupakan ikon Kota Psp yang dikenal dengan sebutan ‘kota salak’. Sudah seharusnya Tugu Salak ditata lebih baik lagi sebagai wujud pelayanan ruang publik pemerintah terhadap warga,” katanya.

Salahsatu cara penataannya, kata Subanta adalah, Pemko Psp membuat zonasi lokasi-lokasi tempat pemjaangan baliho, spanduk dan sejenisnya yang tidak menganggu keindahan kota dan kenyamanan warga. Untuk mempertegas masalah ini, DPRD Psp dalam hal fungsi legislasinya seharusnya juga membuat aturan yang jelas dan mengikat misalnya dalam bentuk Peraturan Daerah (Perda). Nantinya, penataan lokasi pajangan baliho, spanduk dan sejenisnya akan tertata rapi tanpa merusak keindahan kota sesuai visi misi walikota yang menjadikan Kota Psp sebagai kota perdagangan dan jasa.

Baca Juga :  Pemkot Padang Sidempuan Gelar Lomba Burung Berkicau

“Kita sangat menyesalkan sikap Pemko Psp yang tidak bertindak preventif dalam menyikapi menjamurnya baliho dan sejenisnya yang dipajang serampangan khususnya di lokasi-lokasi ruang public. Pemko sepertinya hanya mementingkan PAD tanpa menghiraukan ekses negatif yang dirasakan warga, karena merasa terganggu dan tidak mendapatkan kenyamanan menggunakan ruang publik di Kota Psp,” tuturnya.

Khusus di lokasi Tugu Salak ini, Subanta Rampang berharap agar Pemko Psp melalui Satpol PP segera menertiban dan menurunkan segala jenis baliho dan sejenisnya yang tanpa izin tanpa terkecuali, sehingga taman kota tempat bersantai baik siang maupun malam kembali jadi indah dan nyaman.  Masyuarakat sangat mengharapakan fungsi taman kota ini kembali ke fungsi awalnya. Selain itu, pemerintah diminta memperbanyak ruang public di Kota Psp dengan memanfaatkan ruang-ruang yang tersisa.

Hal ini penting mengingat semakin sibuknya aktivitas warga dan sangat membutuhkan tempat untuk menghilangkan rasa jenuh dan penat untuk tempat bersantai. “Taman yang berada di Tugu Salak merupakan tempat favorit bagi masyarakat untuk bersantai. Itu menunjukkan bahwa sangat dibutuhkannya tempat-tempat lainnya seperti itu sebagai tempat bersosialisasi dan menikmati penatnya aktifitas seharian warga,” katanya.   (phn/mer)

Sumber: metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Ratusan simpatisan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) merusak Kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hanura Mandailing Natal

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*