Imbauan Kemenkes bagi Jamaah Umroh Agar Terhindar MERS

Jakarta,  Ramadan menjelang dan diperkirakan akan banyak jamaah asal Indonesia yang pergi umroh. Para jamaah diwanti-wanti agar berhati-hati dalam urusan kesehatan. Apalagi tengah mewabah virus MERS yang menyerang pernafasan.

Menurut Kepala Balitbang Kemenkes Prof dr Tjandra Yoga Aditama memberi saran dan imbauan. Dalam surat elektronik, Minggu (8/6), bila ada jamaah yang mengalami gangguan saluran napas dengan demam dan batuk, yang cukup berat sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari, maka jamaah itu harus melakukan beberapa langkah.

1. Berobat ke petugas kesehatan rombongannya, atau petugas kesehatan Arab Saudi

2. Menutup mulut dan hidung ketika batuk dengan bagian atas lengan baju, atau dengan tangan tetapi segera cuci tangan setelah itu. Yang menutup mulut/hidung ketika batuk dengan lengan baju, maksudnya untuk tidak membuat virus pindah ke tangan, yang mungkin akan lalu berjabat tangan (seperti kasus ketiga di AS) dan atau memegang tempat-tempat lain yang mungkin jadi sumber penularan (seperti gagang pintu pada waktu SARS di Hong Kong tahun 2003 lalu).

3. Selama masih sakit maka gunakan masker bila di kerumunan orang

Selain itu juga Tjandra Yoga menyarankan kepada jamaah agar jangan kontak langsung dengan unta, jangan mengunjungi peternakan unta, dan jangan mengkonsumsi susu unta mentah.

Tentang unta dan susu unta ini, Tjandra juga menyampaikan empat hal:

Baca Juga :  Bom Solo - Jenazah Pelaku Bom Solo Tiba di RS Polri

1. Tahun 2014 sudah ada lima artikel penelitian di jurnal internasional tentang unta ini

2. Artikel terakhir di New England Journal of Medicine oleh Jonathan Bell dkk, Nottingham University. Penelitiannya pada pasien yang ternyata memelihara sembilan ekor unta yang sempat jatuh sakit beberapa saat sebelum majikannya terinfeksi. Pria yang berusia 44 tahun itu pun sempat memberikan obat berupa tetes hidung pada unta-unta peliharaannya itu. Genom pasien dan genom di untanya adalah “match”.

3. Memang WHO masih mengkaji kepastian sumber penularan dari unta ini, sedang dicoba dilakukan semacam meta analisis dll

4. Secara umum memang (oleh WHO dan hasil-hasil penelitian di lima artikel di atas) sudah dianjurkan untuk tidak kontak dengan unta. Kasus terdekat dari negara kita, yaitu kasus di Malaysia, memang mengonsumsi susu unta mentah sebelum pulang. (dtc)/(Analisa).

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*