Inalum Jangan Dikaitkan dengan Pasokan Listrik

JAKARTA – Keberadaan PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) tidak bisa dikaitkan langsung dengan kebutuhan listrik di Sumatera Utara.

Karena itu Anggota DPR RI dari Fraksi Golkar, Zainudin Amali, menilai desakan pihak tertentu agar Inalum dibubarkan karena tidak memberi kontribusi yang signifikan bagi kebutuhan listrik di Sumut, tidak beralasan.

“Masa ya? (kabar pembubaran, red). Pikirannya terlalu jauh, enggak mungkin dibubarkan. Kalau mau dibubarkan, ngapain kita ngotot kemarin mengambil dari Jepang. Kan kemarin kita keluar duit sekian dollar untuk membayar sahamnya Jepang agar kembali kepada kita dan Jepangnya pergi. Mana nasionalisme kita sebagai Bangsa,” ujarnya di Jakarta, Kamis (4/9).

Wakil Ketua Anggota Komisi VII ini menilai sebelum desakan dikemukakan, sebaiknya berpikir panjang terlebih dahhulu. Jangan hanya kepentingan pribadi, akhirnya mengorbankan kewibawaan bangsa memertahankan aset-aset yang ada.

“Apalagi Inalum hanya satu-satunya di Indonesia, ini potensi industri yang harus dipelihara sepanjang masa. Selain itu PT Inalum ini kan tentang alumunium dan itu satu hal yang terpisah dari listrik. Listrik itu sebenarnya bukan urusannya Inalum, bukan main business Badan Usaha Milik Negara itu,” katanya.

Meski begitu ia mengakui untuk menjalankan kebutuhan mengolah aluminium, PT Inalum membutuhkan listrik. Karena itu perusahaan kemudian membuat pembangkit listrik dan karena kapasitas listrik yang dihasilkan cukup besar, sebagian di antaranya kemudian digunakan bagi kebutuhan masyarakat sekitar yang disumbangkan Inalum lewat PLN.

Baca Juga :  Wali Kota Medan Diperiksa Kejatisu

“Jadi jangan dipersoalkan listriknya, harusnya PLN yang berpikir bagaimana menambah energi listrik di Sumut. Jadi sepanjang itu (listrik yang dihasilkan,red) tidak dibutuhkan untuk operasinya mereka, boleh dipakai masyarakat dan tentu ada hitung-hitungannya,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, kebutuhan listrik di Sumut dalam beberapa bulan terakhir mengalami kekurangan. Akibatnya, hampir di sejumlah daerah terus dilakukan pemadaman bergilir. Atas kondisi yang ada, sejumlah kalangan memertanyakan keberadaan PT Inalum yang selama ini telah memberikan pasokan listrik.

Namun beberapa waktu belakangan General Manager PLN Pembangkit Sumatera bagian utara (Sumbagut), Bernandus Sudarmata, mengaku berkurangnya daya listrik termasuk dari berkurangnya bantuan pasokan dari Inalum.

Selain itu defisit dipicu ketidakadaan bahan bakar minyak yang membuat operasional sejumlah pembangkit terganggu bahkan tidak berfungsi maksimal. Daya mampu pembangkit listrik PLN di Sumbagut sekitar 1.400 MW sementara permintaan/kebutuhan di saat beban puncak mencapai 1.700an MW.

(gir/jpnn)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*